Cinta Ku Mr Pilot

Cinta Ku Mr Pilot
bab 10


__ADS_3

setelah mengantar Vina Arman segera pergi meninggalkan rumah Vina. Vina memasuki rumah dengan muka yang masih sembab. Zahra melihat sahabat nya itu pulang dengan keadaan kacau seperti itu pun khawatir.


" Vin kamu kenapa? kenapa kamu di antar orang? mobil kamu kemana? " tanya Zahra bertubi tubi. tetapi Vina hanya diam. Zahra seperti nya tau Vina butuh ruang. maka Zahra membiar kan nya sendiri terlebih dahulu. ia pun stop dulu untuk bertanya.


Zahra segera membuat kan teh hangat untuk Vina agar ia sedikit rileks.


" di minum dulu ya Vin" ujar Zahra. Vina pun meminum teh buatan Zahra. seketika Vina langsung memeluk Zahra dan menumpahkan kembali air mata nya. Zahra mencoba menenangkan nya dengan menepuk nepuk punggung Vina.


" ayah kamu masih marah nya" ujar Zahra. ia tau permasalahan Vina dari awal. dan sebelum berangkat Vina juga sempat bilang ke Zahra kalau akan menemui orang tua nya. Vina hanya mengangguk kan kepala nya. Zahra membiar kan Vina untuk istirahat dulu di kamar nya. rencana besok ia akan bertanya soal apa yang terjadi hari ini.


sementara Arman saat ini sedang di perjalanan yang akan menemui fiko. mereka telah janjian di suatu cafe tempat biasa mereka nongkrong.


setelah sampai Arman melihat fiko yang sudah ada disana dengan minuman nya. Arman pun menghampiri fiko.


" sorry ya bro gua telat. ada urusan bentar tadi" ujar Arman


" alah emang lu nya aja selalu kebiasaan telat" ujar fiko kesal.


" yaudah gua pesen minum dulu ya" ujar Arman


Arman pun melambaikan tangan memanggil pelayan.


" mbak saya seperti biasa ya" ujar Arman. mereka sudah sangat sering kesana jadi pegawai cafe tersebut sudah hafal dengan pesanan mereka.


" kenapa lu tiba tiba ngajak gua nongkrong Fik? biasa juga jarang" tanya Arman


" gak ada gua cuma rindu aja bareng bareng gini" ujar fiko


" kayak gua baru kenal lu sehari dua hari aja. gua tau lah lu gak mungkin ajak gua mendadak ketemuan kalau gak ada hal penting yang akan lu bilang " ujar Arman


percakapan mereka pun terhenti ketika minuman Arman telah datang


" minum nya mas" ujar pelayan tersebut


" iya terima kasih mbak" ujar Arman. pelayan pun meninggalkan mereka.

__ADS_1


" gak bro gua kan ni sahabat baik lu kan. jadi gua gak enak lu selalu di jelek jelekan orang lain didepan gua bro. gua kenal lu juga udah lama. berapa banyak cewek yang deketi lu. bahkan yang menurut gua udah perfect aja lu tolak. lu bilang bukan tipe ku. ini maaf maaf loh. kalau menurut gua Tara juga jauh bukan tipe lu. kok lu bisa se lengket itu sih sama dia?" jelas fiko kepada Arman


" oh jadi gara gara ini" ujar Arman menghela nafas


" gini Fik ntah kenapa gua kayak gak bisa aja gitu jauh dari Tara. padahal gua kalau di bilang ilfil ya ilfil. tapi ntah kenapa kayak ada magnet gitu Fik kalau gua sama dia tuh. gua juga heran kenapa gua kayak gini" timpal Arman


" kalau menurut gua lu bagus di ruqyah aja deh" ujar fiko


" lu gila ya. lu pikir gua di guna guna" ujar Arman marah.


" ya kan coba aja dulu bro, kan kita gak tau. gua ada nih peruqyah jos lah pokok nya. bukan kayak dukun dukun sekarang yang berkedok ilmu putih. ini beneran seorang alim ulama. ya sekalian doain lu biar lu tobat " ujar fiko sambil bercanda


" kalau gitu lu juga. enak aja gua doang yang tobat. kan dosa lu lebih banyak" ujar arman mentertawakan fiko


setelah 1 jam lebih mereka berbincang Arman pamit ingin pulang.


" bro gua pulang dulu ya. capek udah badan gua ni" ujar Arman


" eh jangan pulang dulu. gimana kalau sekarang kita ke tempat ustadz yang gua bilang tadi" ajak fiko


" ya elah jarang jarang kita dapat libur bareng. ayo lah. iseng iseng aja buat ngetes" ajak fiko


setelah fiko berusaha mengajak Arman akhirnya Arman mau mengikuti saran fiko. mereka pun pergi ke tempat ustadz yang di maksud fiko.


sesampainya disana mereka tidak dapat bertemu dengan ustadz tersebut sebab hari ini dia tidak ada di rumah. murid ustadz tersebut menyaran kan jika ingin ruqyah lebih baik ruqyah mandiri dahulu. ia pun menunjukkan cara nya meruqyah diri sendiri.


setelah itu mereka pun pamit pulang.


" yaudah ya gua pulang langsung kerumah. malas gua mampir mampir lagi" ujar Arman. fiko pun menyetujui nya.


Arman menyimpan kertas berisi doa doa untuk meruqyah diri sendiri di dalam jok mobil nya. ia berpikir tak perlu di lihat sebab menurut nya dia doa tersebut mudah dan ia sudah hafal doa dan surah yang ada di kertas itu.


ke selokan hari nya Vina sudah bangun dan terlihat sedikit lebih baikan. tetapi hari ini dia izin untuk tidak masuk dulu ke kantor. Zahra yang khawatir keadaan Vina pun memutuskan untuk izin menemani Vina.


terlihat Vina sedang memasak sarapan ketika Zahra baru saja bangun tidur

__ADS_1


" loh Vin kamu masak? udah gak usah. kamu kan lagi gak enak badan" ujar Zahra sambil mengambil alih masakan Vina. Vina pun kembali mengambil spatula nya


" aku udah gak papa kok. udah kamu duduk aja dulu. bentar lagi aku siap masak" ujar Vina dengan suara yang pelan. Zahra pun duduk di meja makan menunggu Vina yang tak jauh dari tempat memasak.


" beruntung banget nanti cowok yang dapat kamu Vin. udah cantik, pinter, kaya, pinter masak lagi" goda Zahra


" ada satu lagi yang kurang" ujar Vina


" apa itu?'


" aku juga suka traveling habiskan uang haha" ujar Vina bercanda


" Oya Vin lu udah lama banget gak traveling selama ke luar negeri kan?" tanya Zahra


" enggak kok disana aku juga traveling kesana kemari juga. cuma kan di indo aku baru nyampek belum ada sebulan. kan gak mungkin udah jalan jalan lagi kan" jelas Vina


" pokok nya kalau lu jalan jalan gua mesti ikut gak mau tau" ujar Zahra


" boleh asal kamu gak ngeluh minta pulang aja ya besok" ujar Vina


tiba tiba ponsel Vina berdering. ternyata pak zio menelpon Vina


" Ra Ra Ra .. pak zio nelpon gimana nih. pasti dia marah kita berdua masuk" ujar Vina panik


" lah kan kita udah izin. santai aja kali" ujar Zahra


Vina pun mengangkat telepon dari pak zio


" halo Vina kamu gak apa apa kan?" tanya pak zio


" Alhamdulillah sudah agak mendingan " jawab Vina


" ya sudah baik lah saya hanya ingin memastika. ke adaan kamu saja," ujar pak zio lalu mematikan telepon nya.


mereka berdua hanya pandang pandangan melihat sikap pak zio.

__ADS_1


__ADS_2