Cinta Ku Mr Pilot

Cinta Ku Mr Pilot
bab 18


__ADS_3

drrttt....drrtt.... drrtt ponsel Vina berbunyi ketika ia sedang berada di kantor, ia penasaran siapa yang menelpon. tetapi ia urungkan untuk mengambil ponsel nya sebab zio sedari tadi ada di belakang nya. ia takut pak zio marah. sebab ia tahu kalau pak zio atasan. yang sangat disiplin.


zio sedari tadi memperhatikan Vina, dan ia melihat Vina tambah gugup, sebab ponsel yang berada di samping nya sedang ada yang menelpon.


" angkat saja dulu, siapa tau sangat penting, dari tadi saya liat nelpon terus" ujar pak zio


" i-iya pak" jawab Vina lalu pergi ke toilet untuk mengangkat telpon tersebut. ia mengambil ponsel nya lalu pergi meninggalkan pak zio.


ketika di toilet buru buru ia membuka ponsel nya dan melihat siapa yang menelpon nya sedari tadi. ternyata mama Arman dia pun berdecak kesal, sebab mama Arman menelpon seperti tidak tahu jam kerja seseorang. ia pun menelpon kembali mama arman .


" hallo Tante? tadi nelpon ya?" tanya Vina


" iya sayang. kamu sibuk ya Vina?" tanya mama Arman


" he--he i-ya Tan" jawab Vina Ragu ragu


" wah maaf sekali ya Vin Tante pikir kamu lagi gak sibuk"


" Oya Tante ada apa ya seperti nya ada yang penting? " tanya Vina mengalihkan pembicaraan


" gini Vin, kamu hari bisa latihan ke studio Tante gak? sekalian fitting buat baju di pertunjukan. sudah seminggu loh kamu belum ada kesini. nanti Tante jemput deh" pinta mama Arman


" insya Allah ya Tante kalau saya tidak lembur hari ini, jika lembur saya kabari lagi" ujar Vina


Vina pun kembali ke meja kerja nya, di lihat nya pak zio sudah tidak ada di sekitar tempat kerja nya.


" Ra Ra, pak zio marah gak tadi waktu aku pergi angkat telepon ini?" tanya Vina kepada Zahra


"enggak kok malah dia senyum senyum aja dari tadi. beda kayak biasa nya. biasa juga muka dia galak, ini tadi enggak" jawab Zahra


" oh bagus lah, mungkin mood dia hari ini bagus kali" ujar vina


" iya mungkin. Oya Vin gua baru ingat, lu di suruh ke ruangan pak zio. katanya mau bahas masalah klien yang waktu itu" ujar Zahra menyampaikan pesan


" oke Ra, terimakasih ya" ujar Vina.


Vina pun bergegas menuju keruang pak zio.


tok...tok...tok..


" permisi pak" ucap Vina

__ADS_1


" ya silahkan masuk" jawab pak zio. Vina pun masuk keruangan pak zio.


" duduk Vin" perintah pak zio


"kamu sudah tau kan saya nyuruh kamu ke sini buat apa?" tanya pak zio. Vina hanya mengangguk


" klien ingin kita memegang proyek mereka selanjutnya dan saya ingin kamu yang menghendle nya lagi, sebab mereka sangat puas dengan kinerja kamu" ujar pak zio


" maaf pak di mulai nya kapan ya pak?" tanya Vina


" ke mungkinkan bulan depan atau bahkan lebih cepat" ujar pak zio


" em baik lah pak" jawab Vina lalu berdiri dan akan pergi meninggalkan ruangan tersebut.


" tunggu Vin" henti pak zio


" iya pak, apa masih ada lagi pak?" tanya Vina


" terimakasih ya" ujar pak zio dengan senyum mereka. Vina pun membalas senyuman itu dengan senyuman tipis lalu pergi meninggalkan ruangan .


" hah!! kenapa wajah nya itu selalu menari nari dalam pikiran ku" ujar pak zio menghela nafas kasar.


" kapan aku berani mengungkapkan rasa ini kepada Vina, kenapa aku pecundang sekali" gumam pak zio


" ada apa Vin? seperti nya asik kamu terus sih yang di panggil pak bos" ujar Zahra penasaran


" aku dapat kepercayaan megang proyek lagi" ujar Vina kegirangan


" tuh kan selalu kamu yang dapat proyek besar. kami yang sudah lama disini saja jarang jarang. mentang mentang kamu dari luar negeri gitu, apa karena kamu cantik ya " ujar Zahra kesal


" tidak dong. aku kan punya skil" ujar Vina sombong


hari sudah mulai sore, para staf di kantor tempat Vina bekerja sudah mulai pulang.


" Vin yuk pulang" ajak Zahra


" duluan aja Ra, ini aku masih cari kunci mobil ku" ujar Vina.


Zahra pun pergi meninggalkan Vina sendiri, sedang kan Vina masih sibuk mencari kunci mobil nya yang ntah kemana lupa ia letak. tinggal beberapa karyawan yang ada di kantor termasuk Vina.


" duh mana sih ni kunci, padahal kan aku ada janji" keluh Vina. pak zio yang baru keluar dari ruangan nya heran melihat Vina belum pulang.

__ADS_1


" ada kerjaan yang belum selesai Vin?" tanya pak zio


" enggak pak, ini cari kunci mobil dari tadi gak ketemu" jawab Vina sembari masih mencari kunci mobil nya.


" ya sudah pulang sama saya saja, mobil kamu tinggal di kantor. kan ada satpam di kantor ini yang akan jaga mobil kamu juga" ajak pak zio


" terimakasih pak gak usah, soalnya saya sudah ada janji dengan orang lain. jadi ini saya gak langsung pulang kerumah" tolak vina


" gak papa saya anterin kalau kamu emang ada janjian. dari pada kamu telat, kan jadi nya malah gak enak kan" ujar pak zio. Vina pun hanya menurut saja.


zio dan Vina pun pergi meninggalkan kantor. mereka tak banyak berbicara ketika sedang dalam perjalanan. hingga tak terasa Vina sudah sampai di tujuan nya.


" terimakasih ya pak sudah menolong saya" ujar Vina lalu keluar dari mobil zio. zio hanya memandangi Vina hingga masuk ke dalam studio tersebut.


Vina segera menghampiri mama Arman dengan wajah yang tergesa gesa


" maaf banget ya Tante Vina telat" ujar Vina meminta maaf kepada mama Arman


" ya sudah langsung bertemu dengan Gilang saja ya sayang, dia sudah standby dari tadi tuh" perintah mama Arman.


ketika akan menemui Gilang Vina berpapasan dengan Arman yang sedang bermain ponsel nya duduk di sofa. Vina pun pura pura tidak melihat Arman dan terus berjalan.


" ehmm" Arman pura pura batuk, Vina hanya melirik dan tidak memperdulikan nya.


setelah di ruangan Gilang Vina langsung di latih oleh Gilang, setelah itu ia fitting baju lagi bersama mama Arman. dan hingga malam hari.


" Vin jangan pulang dulu ya. kita makan malam bareng bareng yuk" ajak mama Arman


" maaf Tante Vina takut kemalaman, soalnya sekarang sedang beredar rumor Driver taksi online kalau malam tuh sudah jahat jahat" ujar Vina


" jangan naik taksi online dong sayang, Tante juga gak izinin. nanti di antar Arman saja lagi. yakan man* ujar mama Arman


" mobil kamu dimana?" tanya Arman kepada Vina


" dia gak bawa mobil tadi man" jawab mama Arman.


vina pun pergi ke suatu restoran bersama Arman dan mama Arman.


ketika mereka sudah sampai tanpa sengaja mereka bertemu dengan orangtua Vina dan vino kembaran Vina.


raut wajah Vina langsung memerah, ada rasa bahagia dan takut campur aduk.

__ADS_1


dan orangtua Vina yang terkejut melihat kehadiran anak nya bersama keluarga Arman.


__ADS_2