
tidak bisa dilukis kan dengan kata kata, papa Vina bingung kenapa Vina bisa bersama keluarga mantan tunangan nya yang gagal ini.
Vina pun bingung bukan karena ketahuan bersama keluarga Arman , tapi bingung kenapa harus bertemu keluarga nya di saat ada orang lain bersama nya. Vina tidak mau kalau orang lain sampai tahu hubungan dia dan keluarganya tidak baik.
" eh Bu Vanya dan rombongan habis dari sini juga" tegur mama Arman.
" iya Bu" senyum canggung mama Vina ( Bu Vanya)
" kamu sama mereka?" tanya vino pada Vina
" iya Vin, kamu kenal juga sama mereka?" tanya Vina
" kenal lah" jawab vino
keluarga Vina pun segera pergi meninggalkan Vina dan keluarga Arman.
ketika di dalam mobil papa Vina tiba tiba emosi nya memuncak.
" tidak tahu malu kah anak itu!!! bisa bisa nya dia bersama keluarga Arman. padahal dulu dia pernah kabur ketika akan bertunangan. dimana muka keluarga kita di taruh ma" kesal papa Vina
" sabar pa, seperti nya Vina tidak tahu kalau Arman itu mantan tunangan nya yang gagal" ujar vino menenangkan ayah nya .
" iya pa, mama rasa keluarga mereka merahasiakan nya dari Vina pa, kalau dia tau tidak mungkin dia mau bersama keluarga Arman pa. coba lah sesekali berpikir positif pada anak sendiri tu " ujar mama Vina menenangkan
sementara itu mereka semua makan bersama, tetapi Vina hanya makan dalam porsi yang sangat sedikit dan sedari tadi melamun hingga hal itu terlihat oleh Arman.
" ma Arman antar Vina dulu ya" pinta Arman. Vina pun terkejut padahal ia tak minta untuk segera di antar tetapi Arman seperti tahu kalau ia bener bener ingin segera pulang.
" sudah selesai ya nak. ya sudah hati hati ya Arman" ujar mama Arman
" yuk" ajak Arman pada Vina sembari menarik lengan Vina.
sesampainya di mobil Vina bertanya pada Arman.
" kamu kenapa mengajak aku pulang?" tanya Vina
" aku tahu kamu sudah tidak nyaman disitu. kamu seperti orang yang terlalu banyak pikiran" ujar Arman
" ya sudah terimakasih ya" ujar Vina
" kamu kalau mau jalan jalan aku bisa antar" ujar Arman.
" tumben anak ini baik hati" gumam Vina dalam hati
__ADS_1
" gak usah man, aku mau pulang saja" ujar Vina
tiba tiba Arman memberhentikan mobil nya di pinggir jalan.
" turun yuk" ajak Arman
" mau ngapain?" tanya Vina
" jajan bentar, mau nostalgia" ujar Arman
mereka pun turun dari mobil dan mendatangi gerobak jual telur gulung.
" pak beli 10 ribu aja ya" ujar Arman pada pedagang telur gulung
" man aku beli gulali disana ya?" pinta Vina
" nanti ya Vin bareng aku aja" ujar Arman. selang berapa lama lama pesanan mereka selesai dan Arman menemani Vina untuk membeli gula lali kembang gula.
" kamu itu aja Vin? mumpung disini ramai orang yang jualan jajanan" ujar Arman
" mau beli yang lain sih, emang kamu mau menunggu?" tanya Vina
" kalau gitu ayok dong, biar aku temani kamu" ujar Arman.
tak terasa tangan Vina sampai penuh dengan jajanan pinggir jalan, dan semua itu Arman yang bayar tanpa di minta Vina.
" aku tadi habis berapa man? biar aku bayar ya" ujar Vina
" habis 100 juta, ha mau kamu bayar nya" ledek Arman
" jangan becanda dong aku serius" ujar Vina
" ngapain sih harus di hitung hitung segala, emang nya aku lelaki apaan. lagian itu cuma jajanan pinggiran paling habis berapa sih. dan kan aku yang mengajak kamu kesini jadi aku dong yang harus bayar" ujar Arman
" tapi gak bisa man ak..." belum sempet Vina melanjutkan pembicaraan sudah di potong oleh Arman
" sssttttt" ucap Arman sembari menaruh jari nya kebibir Vina agar Vina terdiam
" eh maaf maaf, kamu sih bawel sekali" ujar Arman, Vina hanya terpaku melihat Arman berani menyentuh nya.
" jangan begitu dong muka nya, aku beneran enggak sengaja Vin, suer. jangan marah ya" pinta Arman memelas pada Vina
" iya ya sudah lain jangan di ulang ya, gak baik seperti itu" ujar Vina
__ADS_1
mereka pun menikmati makanan yang mereka beli itu di dalam mobil.
" tau gak Vin dulu mama aku anti banget liat anak anak makan beginian, jadi kalau aku mau beli tunggu di jemput sama supir doang kalau dari sekolah" ujar Arman memulai cerita nya
" haha iya aku juga sama. tapi aku emang gak terlalu bandel. malah makan beginian tuh ketika sudah besar begini, soalnya gak ada yang mantau" gurau Vina
ketika Vina sedang asik makan jajanan Arman memperhatikan Vina yang apa ada nya itu, ia tidak malu untuk makan makanan pinggir jalan dan ia juga tidak malu untuk makan lahap di depan seorang pria, padahal ia gadis yang sangat cantik dan anggun membuat jantung Arman berdegup kencang
" man Arman" panggil Vina pada Arman yang sedang bengong
" eh i-iya Vin. sudah selesai ya?"tanya Arman
" sudah, yuk kita pulang. sebagian ini mau aku bawain untuk teman aku di rumah" ujar Vina
mereka pun berjalan pulang kerumah Vina. dan tidak terasa mereka sudah sampai di rumah Vina.
" terimakasih sudah menghibur aku malam ini. sudah membuat ku lupa akan masalah ku" ujar Vina. Arman hanya tersenyum. Vina pun keluar dari mobil Arman dan memasuki rumah nya.
" loh loh mobil kamu mana Vin kok di Antar orang?" tanya Zahra
" iya aku lupa letak dimana, dari tadi aku cari cari gak ketemu. jadi mobil nya aku tinggal di kantor deh" ujar Vina
" jadi kamu di kantor sampai malam? kenapa gak hubungin aku biar aku jemput kamu " ujar Zahra
" enggak lah, aku habis dari studio nya mama Arman. nih aku bawain kamu banyak makanan" ujar Vina sembari memberikan makanan kepada Zahra
" nah gini dong sesekali sayang sama gue" ujar Zahra dengan semangat mengambil plastik makanan dari Vina.
" yaudah Vin besok kamu satu mobil aja sama aku, jangan naik taksi online" ujar Zahra dengan mulut penuh makanan
" enggak ah, kamu kalau datang telat banget. takut aku nanti di tegur pak zio" ujar Vina
" cuma telat sedikit kan gak ngaruh Vin" ujar Zahra
" gak deh, aku belum selama kamu di kantor itu, jadi aku belum mau buat masalah" ujar Vina lalu pergi ke kamar meninggalkan Zahra
esok pagi nya Vina dan Zahra bergegaslah pergi ke kantor, kali ini Zahra mengalah dan akhirnya mereka bisa berangkat kerja tidak telat.
ketika akan menuju meja kerja Vina, mereka terkejut pak zio sedang duduk di kursi Vina.
" pagi pak" sapa Vina dan Zahra pada pak zio. pak zio pun langsung bangkit dari tempat duduk lalu menyerahkan kunci mobil Vina
" ini kunci kamu, semalam di temukan ob di bawah meja kamu" ujar pak zio
__ADS_1
" terimakasih ya pak" ujar Vina
" lain kali hati-hati ya" ujar pak zio lalu pergi kembali menuju ruangan nya