
setelah lama menunggu akhirnya Arman kembali ke mobil menemui Vina
" Vin kayak nya mobil kamu bakal nginep di bengkel deh, ada kerusakan yang memang tidak bisa di selesaikan hari ini" ujar Arman
" ya sudah terima kasih ya sudah bantu aku" ujar Vina lalu keluar meninggalkan Arman. sontak Arman pun mengejar Vina.
" kamu mau kemana?" tanya Arman
" ya pulang lah" ujar Vina
" pulang gimana? kan mobil kamu masih di perbaiki ' ujar Arman
" ya kan bisa naik taksi online, masa jaman udah secanggih ini hal sepele gitu di tanya sih" ujar Vina
" oh oke deh" Arman pun berbalik ke mobil nya, tadi nya ia berniat mengantar Vina, tetapi dia urungkan sebab Vina seperti tidak ingin di antar oleh nya.
Vina sebenarnya juga segan jika harus di antar oleh Arman terus, di tambah lagi ia memang sedang kesal oleh Arman, sebab teringat kejadian mereka pertama kali bertemu pada saat itu.
Vina pun memesan taksi online lalu pulang kerumah nya. setelah beberapa hari peristiwa Vina yang bertemu dengan keluarga nya ketika bersama keluarga Arman, Vino kembaran Vina akhir nya menghubungi nya.
" Vin kamu dimana?" tanya vino
" dirumah, kenapa no?" tanya Vina
" bisa ketemuan malam ini gak? ada yang mau aku bicarakan sama kamu" ujar vino
" bisa tapi kamu jemput aku ya" ujar Vina
" oke" jawab vino lalu mematikan telepon.
tak lama kemudian vino pun datang kerumah Vina
tin ..tin..tin
vino memanggil Vina dengan cara menelakson mobil nya.
" kembaran kamu tu gak bisa apa Vin turun dulu gitu kalau mau manggil. gak harus klakson klakson gitu. kalau nanti tetangga ada yang marah bagaimana," ujar Zahra kesal
" maaf maaf ya Ra, nanti aku kasih tau dia ya" ujar Vina lalu pergi meninggalkan Zahra.
__ADS_1
Vina pun segera memasuki mobil vino
" mau kemana no?" tanya Vina
" ikut saja, aku mau ajak kamu makan dulu" ujar vino
" tumben kamu ngajak aku makan di luar" ujar Vina heran
" iya karena ada yang penting, kalau tidak juga aku males" ujar vino, sontak langsung mencubit pinggang vino
" dasar kembaran kurang ajar" gurau Vina
mereka pun sampai di suatu restoran.
" ini kamu kan yang bayar?" tanya Vina
" ya kamu bayar sendiri lah, kan uang kamu banyak" ujar vino, Vina pun menepuk punggung tangan vino
" kamu ini ya selalu ngajak aku berantem" ujar Vina
" iya iya aku yang bayar udah tenang aja kamu" ujar vino
" Vin kamu sehat kan selama tinggal sendiri ini?" tanya vino
" ya yang kamu lihat gimana" jawab Vina
" ya sudah deh aku malas basa basi sama kamu. langsung ke inti nya saja. kamu masih ingat sama pertunangan kamu yang batal gak?" tanya vino
" hmmm, kenapa? jangan di ungkit ungkit terus, aku jadi merasa bersalah sama mama papa" ujar Vina
" kamu sudah kenal belum sama yang akan jadi calon suami kamu waktu itu?" tanya vino kembali
" ya gak lah, orang tiba tiba tu papa langsung buat acara, ya aku mana tau siapa tu lakik" ujar Vina
" kamu bener bener gak tau Vin sampai sekarang?" tanya vino
" kenapa sih? tadi kata nya mau ngomong langsung ke inti. kok jadi berbelit Belit sih" ujar Vina
" kamu sadar gak yang selama ini bersama mu itu siapa?" tanya vino lagi
__ADS_1
" Zahra, dia sahabat ku sejak lama. kan kamu tau" ujar Vina
" hih kami ni emang Lola ya Vin. bukan itu yang aku maksud. tadi si Arman itu kamu tau gak dia siapa?" tanya vino
" tunggu kamu bertanya tentang Arman? apa jangan jangan dia?...." Vina mulai mencerna pertanyaan pertanyaan vino
" Yap Arman seperti yang kamu pikir kan itu, dia mantan tunangan kamu yang gagal" ujar vino
" enggak gak mungkin. Mama nya Arman saja masih sangat baik kok sama aku, mana mungkin dia bisa sebaik sekarang kalau ingat dulu pernah kakak buat nama orang itu tercoreng " ujar Vina tidak yakin
" ya sudah kalau tidak percaya, aku cuma menyampaikan apa yang aku tau. biar kamu tidak terlalu dekat sama dia. sebab papa sudah sangat malu dengan kejadian waktu itu. dia tidak ingin martabat nya jatuh kalau kamu dekat kembali dengan keluarga Arman" ujar vino
Vina pun terdiam, ia tidak menyangka kalau selama ini keluarga Arman menutupi kebenaran itu.
tak lama kemudian makanan yang mereka pesan pun datang.
" aku gak jadi makan deh no, jadi gak mood deh" ujar Vina
" enak aja, udah datang juga makanan nya. makan gak? kalau gk nanti aku aduin ke mama kalau kamu males makan biar mama kepikiran kamu, emang mau kamu kayak gitu?" ancam vino
" ah kamu lama lama ngeselin no, kayak anak kecil " sungut Vina.
dengan terpaksa Vina memakan makanan yang sudah di pesan.
setelah itu mereka kembali, vino mengantar kan Vina pulang ke rumah nya.
sesampai di rumah vino mencari mama nya.
" ma mama" panggil vino, kebetulan disitu ada mbok Iyem
" mbok mama kemana ya?" tanya vino
" ibu lagi di gajebo samping kolam mas" ujar mbok Iyem. vino pun bergegas menghampiri mama nya.
" ngapain sih ma malam malam disini" ujar vino
" Mama cuma ingin menghirup udara malam nak" ujar mama nya
" Oya ma perintah mama sudah vino sampai kan ya ma" ujar vino. ternyata mama nya yang telah memerintah vino untuk mengatakan semua itu pada Vina. Mama Vina takut kalau Vina terlalu dekat dengan Arman akan terjadi hal yang tidak di inginkan papa Vina.
__ADS_1
Mama Vina ingin suami dan anak nya itu akur kembali seperti sedia kala.