
Vina dan Zahra saat ini sedang asyik memilih milih baju di salah satu toko di mall tersebut. ketika Vina akan mengambil baju yang menurut nya bagus tiba tiba ada orang lain yang mengambil nya dahulu.
Vina melihat orang yang mengambil baju tersebut ternyata ia zio, atasan nya. Vina terkejut ketika mengetahui yang ada di depan nya zio.
" kamu mau ambil ini juga Vin?" tanya zio
" iya pak, kalau. bapak suka ambil saja" ujar Vina
" loh kok bapak lagi sih, kamu lupa ya kalau di luar kerjaan panggil saya apa" ujar zio
" eh i- iya zio, ya sudah saya pamit ya" pamit Vina
" tunggu Vin, aku mau minta tolong ke kamu boleh?" pinta zio
" minta tolong apa ya zio?" tanya Vina
" aku cari baju untuk adik aku, aku bingung harus pilih yang mana ni" ujar zio
" ya saya juga tidak tau adik kamu selera nya gimana" ujar Vina
" dia sama seperti kamu Vin berhijab dan pakaian nya suka yang longgar, tidak yang ketat" ujar zio
" ya sudah ayo ikut saya" ajak Vina. zio pun mengikuti Vina mencari baju untuk adik nya.
Zahra melihat Vina bersama seseorang tetapi ia tidak tau Vina dengan siapa karena zio membelakangi Zahra, Karana penasaran Zahra pun menghampiri Vina.
" Weh baru di tinggal udah dapat gebetan aja nih" celetuk Zahra
" Zahra" Vina mengarahkan mata nya ke zio. sontak Zahra terkejut ternyata ia adalah bos nya.
" ma-maaf pak saya tidak tau" ujar Zahra
" iya gak papa kok, semoga saja jadi doa ya yang kamu bilang tadi" ujar zio
" ada ada aja kamu ini" Vina langsung menoel pundak zio. Zahra seketika melirik ke Vina.
" nah ini zio. baju nya sudah ketemu, sekarang kami permisi mau ke tempat lain dulu ya" ujar Vina lalu menarik Zahra. Zahra seperti terpaku , mendengar Vina memanggil atasan nya itu hanya dengan sebutan nama.
ketika sudah jauh dari zio baru lah Zahra mulai mengintrogasi Vina.
__ADS_1
" coba jelasin ke gua apa yang baru aja gua denger" ujar Zahra meminta penjelasan
" sudah lah Ra, gak penting juga" tolak Vina menjawab
" gak, ini penting buat aku. ceritain gak? atau aku tanya langsung nih ke pak zio " ancam Zahra
" panjang ra cerita nya " ujar Vina
" ya di perpendek dong" pinta Zahra
" huh. iya iya bawel banget sih" ujar Vina
" inti nya dia gak mau di panggil bapak kalau di luar jam kerja dan tadi dia minta bantuan aku buat cari kan baju untuk adik nya. udah puas kamu" jelas Vina
" oh begitu toh.. eh eh tapi pak zio aku panggil pak santai aja tuh. gak ada protes dia. apa jangan jangan dia suka sama kamu kali Vin" ujar Zahra
" nah kan anak ini sudah mulai aneh aneh. jangan ngaco lah kamu ra. udah deh yuk pulang aja " ajak Vina
" makan dulu dong, laper gua nih" ujar Vina
" tenang nanti yang masakin" ujar Vina
" yaelah laper nya sekarang Vina. kalau nunggu lu masak keburu naik asam lambung gua" ujar Zahra
kali ini Vina melaju kan mobil nya lebih kencang dari yang sebelumnya membuat Zahra ketakutan
" Vin , kamu mau kita mati ya ngebut ngebut gini" bentak Zahra
" pengen cepat sampai rumah aku Ra, lelah banget rasa nya. ngantuk lagi" ujar Vina
" stop Vina stop" pinta Zahra, Vina pun menepi kan mobil nya
" apa sih Ra gak jelas banget" ujar Vina.
" geser lu, mau bahayain gua lu ya. sini biar gua yang nyetir" ujar Zahra kesal
" nah gitu dong dari tadi kan jadi seneng" ujar Vina kegirangan.
setelah tukaran menyetir di lihat nya Vina sudah tertidur dengan lelap. hingga tak terasa mereka sudah sampai di rumah. tapi kali ini Zahra ingin mengerjai Vina. ia meninggal kan Vina sendirian di mobil lalu ia membuka kaca mobil agar ada udara yang masuk. begitu Vina bangun ia terkejut melihat tidak ada siapa pun di dalam mobil nya kecuali diri nya. setelah ia melihat sekeliling baru lah ia sadar bahwa diri nya sudah sampai di rumah. Vina segera masuk dengan wajah kesal.
__ADS_1
tanpa basa basi Vina langsung membuka pintu kamar Zahra dengan kasar.
" tega banget ninggalin gua sendiri di mobil awas aja ya lu" sungut Vina lalu meninggalkan kamar Zahra.
melihat tingkah Vina Zahra seketika terbahak bahak karena telah berhasil mengerjai Vina
" maka nya lu jangan molor aja" teriak Zahra
Vina segera merebah kan badan nya ke atas tempat tidur, rasa nya ia ingin segera menyambung tidur nya yang tadi. ketika ia akan tidur, ponsel Vina bergegas. terlihat notif pesan dari ibu Arman.
" assalamualaikum Vin. besok kamu harus datang ke butik Tante ya" tulis pesan ibu Arman. Vina pun menyetujui nya untuk menghargai permintaan ibu Arman itu.
esok hari nya setelah selesai bekerja Vina menunaikan janji nya untuk bertemu ibu Arman di butik nya.
ibu Arman melihat Vina yang baru datang segera di sambut dengan hangat
" terima kasih sayang sudah mau datang" ujar ibu Arman sembari cipika cipiki kepada Vina
"yuk kita langsung ukur ukur buat baju kamu ya" ajak ibu Arman.
" untuk apa ya Tante?" tanya Vina
" ya untuk kamu pakai bulan depan buat fashion show dong vin" ujar ibu Arman
" maaf Tante Vina bukan model, Vina tidak mengerti gimana cara nya catwalk" ujar Vina
" tenang aja sayang, selesai ini kita ke studio Tante ya, nanti Tante kenalin kamu ke rekan model model Tante" ujar ibu Arman.
setelah selesai mengukur ukuran baju mereka segera pergi ke studio yang telah di janjikan ibu Arman.
dilihat nya semua model model ibu Arman berkumpul mereka sangat seksi seksi dan tinggi dengan postur tubuh yang sempurna. Vina Melihat itu seketika minder, ia rasa tidak pantas sebab ia tidak terlalu tinggi dan tidak memiliki badan seramping model model itu.
" hai guys, kenalin ini Vina yang akan jadi model utama kita, tolong ajarin dia gimana cara nya jalan untuk pertunjukan besok ya" sapa ibu Arman kepada model model disana dan juga memperkenalkan vina.
mata Vina mulai menelusuri semua yang ada di ruangan tersebut tiba tiba mata nya terhenti ke salah satu lelaki yang sedang berada di depan meja rias sedang menatap nya.
Vina pun menghampiri nya untuk memastikan apa yang ia lihat.
" kamu Gilang kan?" tanya Vina memastikan
__ADS_1
" iya Vin, aku Gilang. kita kan pernah bertemu di florest waktu itu. ternyata kamu masih ingat aku ya" ujar Gilang.
" wah kamu sudah kenal salah satu model Tante. bagus lah nanti kamu belajar sama dia aja biar gak canggung " ujar ibu Arman. Vina hanya mengangguk setuju.