Cinta Ku Mr Pilot

Cinta Ku Mr Pilot
bab 13


__ADS_3

hari ini Arman ada jadwal flight dari Jakarta ke Medan lalu balik lagi dari Medan ke jakarta. sebelum ia pergi ia berpamitan terlebih dahulu kepada mama nya.


" Arman pergi dulu ya ma" pamit Arman


" hati hati ya nak. besok kamu sudah dirumah kan?" tanya mama Arman


" iya ma, kenapa?" tanya Arman


" ia besok dirumah ada arisan. Mama ingin kenalkan kamu ke temen temen mama" ujar mama Arman


" terserah mama saja" jawab Arman lalu pergi memasuki mobil jemputan maskapai tempat Arman bekerja.


ketika sampai di bandara ternyata Tara sudah menunggu arman sedari tadi.


" kamu kemana aja kok aku hubungi semalam gak ada di balas" keluh Tara


" iya aku ketiduran " jawab Arman cuek. ntah kenapa hari ini Arman tidak memperdulikan Tara, tidak seperti biasanya. hal ini membuat Tara heran. ia pun pergi ke toilet sebelum memasuki pesawat.


Tara melihat cermin dengan rasa amarah ia mengomel di depan cermin tersebut.


" ada apa dengan Arman? apa pelet ku sudah tidak berfungsi bagi nya. lihat saja aku akan menambah pelet ku!! akan ku buat kamu balik mengejar ku Arman" ujar Tara dengan amarah. ia menggenggam tangan nya lalu ia kembali ke rekan rekan nya untuk menuju kabin pesawat.


setelah lepas landas dan mengudara beberapa saat Arman izin ke kapten senior pilot untuk keluar sebentar ke toilet. ketika ia membuka kabin pilot di lihat nya Tara sedang berada di area tersebut.


" hei sayang, nanti kalau sudah selesai bekerja kita jalan jalan yuk. Udah lama ni gak main bareng kamu" ujar Tara mencoba untuk akrab kembali.


" tidak bisa, aku ada janji dengan mama" ujar Arman lalu meninggal kan Tara. Tara mengentak kan kaki nya kesal.


setelah selesai dari toilet Arman kembali ke kabin pilot. ia merasa seperti tidak ada beban ketika bertemu Tara. ia juga merasa berbeda ketika melihat Tara, tidak ada rasa tertarik sedikit pun dengan gadis itu. sebab memang Tara bukan lah tipe Arman sama sekali. walaupun Tara cantik tetapi Tara tidak memiliki wibawa layak nya seorang wanita. itu adalah hal yang sangat tidak di sukai Arman.


" kenapa aku bisa menyukai Tara waktu itu ya?" gumam Arman di dalam hati


setelah selesai dengan tugas nya. Arman pun pulang ke rumah nya. terlihat mobil pak Broto papa Arman terparkir di depan rumah nya.


" tumben papa dirumah jam segini" gumam Arman. ia pun tidak terlalu memikirkan nya dan segera memasuki rumah nya. dilihat nya papa dan mama nya sedang berbincang di ruang keluarga.


Arman pun hanya melewati mereka. dan mama Arman memanggil Arman.

__ADS_1


" Arman... setelah mandi kamu bisa gabung bersama kami sebentar nak?" pinta mama Arman


" iya ma" jawab Arman lalu pergi ke kamar nya.


rasa nya ingin sekali Arman segera merebah kan badan nya itu setelah mandi. sebab ia rasa seperti remuk badan nya sebab ke lelahan. tetapi ia urungkan sebab ia harus bergabung bersama orangtua nya di bawah.


ia pun langsung mengguyur kan sower ke kepala nya untuk menghilangkan penat yang ia rasa.


setelah selesai membersihkan badan nya, ia pun turun kebawah memenuhi perintah mama nya.


" kesini sayang" ujar mama Arman melihat Arman baru turun dari lift. rumah mereka cukup mewah dan memiliki fasilitas lift di dalam rumah nya.


" ada apa ma. tumben tumbenan jam segini ngumpul bareng. biasa juga kalau makan doang baru bisa sama sama gini" ujar Arman


" papa ingin bicara sesuatu kepada kamu man" ujar pak Broto mengambil alih pembicaraan


" ada apa pa? seperti nya sangat penting" gurau Arman


" Arman papa kamu ingin serius itu" tegur mama Arman. Arman pun hanya tersenyum tipis


" nak kamu betah kerja sebagai pilot?" tanya pak Broto


" papa ingin kamu menerus kan perusahaan kita nak. toh gaji kamu di pilot tidak seberapa di banding kan dengan kamu menjadi CEO di perusahaan kita" ujar pak Broto


"pa Arman bukan tidak mau. tapi Arman rasa belum saat nya pa. nanti kalau Arman sudah memiliki istri baru Arman ikut mau papa" ujar Arman


" mau sampai kapan nak? kamu anak kami satu satu nya? kapan kamu mulai terjun ke perusahaan kita? kalau nanti papa gak ada? siapa yang kelola? apa mungkin sehari kamu langsung mahir? kan tidak mungkin" jelas pak Broto


" pa Arman janji hal itu tidak akan terjadi. sudah ya ma pa, Arman sangat lelah. Arman ingin istirahat terlebih dahulu.


Arman pun bergegas kembali ke kamar nya. ia pusing jika harus memikirkan perkataan papa nya tadi. ia juga masih sangat senang bekerja sebagai pilot. berat rasa nya jika harus meninggalkan pekerjaan yang ia sukai itu.


sedangkan di sisi lain Vina saat ini sedang mendiskusikan proyek yang mereka kerja kan bersama klien dan bos nya yaitu zio. mereka makan di salah satu restoran kampung yang ada di puncak.


setelah itu rencana mereka akan langsung pulang sebab besok sudah harus kembali ke kantor. sebelum pulang Vina menyempatkan untuk berkeliling mengelilingi daerah tersebut. diam diam zio juga mengikuti Vina dari belakang. dilihat nya Vina sangat menikmati alam tersebut sambil sesekali mengambil foto dari kamera nya.


melihat senyum nya yang ayu, paras nya yang cantik dan pembawaan yang lemah lambut kepada siapa pun membuat hati zio berbunga bunga dan berdegup kencang. hati lelaki lajang mana yang tidak tertarik dengan kecantikan paras Vina dan ke anggunan Vina. sampai tak terasa ia senyum senyum sendiri melihat Vina. ia sedari awal melihat Vina yang baru saja pindah ke kantor nya sudah membuat nya jatuh cinta dengan paras nya. dan setelah ia tau sifat Vina menambah rasa cinta yang menggebu gebu kepada Vina. hanya saja ia bisa mengontrol perasaan itu dan mencoba menutupi nya dari siapa pun. tanpa ia sadari, ia yang sedari tadi melamun di hampiri oleh Vina.

__ADS_1


" pak ?" sapa Vina. zio pun sontak terkejut melihat Vina tiba tiba sudah ada di depan nya.


" bapak lagi lihat lihat daerah sini juga ya?" tanya Vina


" i-iya" jawab zio dengan gugup


" oh ya sudah pak di lanjut saja. kalau gitu saya permisi ya pak mau pulang" ujar Vina


" tunggu Vin" cegah zio


" kamu pulang sama saya saja. biar mobil kamu di bawa supir saya. saya kasihan liat kamu nyetir sendiri jauh seperti ini" ujar zio


" maaf pak. saya sudah terbiasa pak nyetir jauh sendiri. bapak tidak perlu khawatir" ujar Vina menolak tawaran zio. zio yang tidak ingin terlihat terlalu memaksa pun membiarkan Vina pergi duluan. di susul oleh nya yang kemudian mereka pulang kerumah masing masing.


keesokan hari nya Arman yang saat itu belum bangun, di bangun kan oleh mama nya.


tok..tok..tok


" Arman bangun sayang" teriak mama arman


" man yuk keluar. sudah jam berapa ini? Mama mau belanja sekalian langsung arisan"


Arman yang terbangun mendengar ia di panggil pun segera membuka pintu kamar nya.


" kenapa sih ma" ujar Arman yang baru saja bangun tidur


" cepetan mandi. kamu lupa kamu sudah janji mau temenin mama arisan" ujar mama Arman


" ma ini masih jam berapa? kan mama bilang siang. ini masih jam 10 ma" keluh Arman


" iya mama sekalian belanja. takut nya ntar lama makanya mama mau pergi duluan" ujar mama Arman


" yaudah deh ma, tunggu 15 menit Arman mau mandi dulu" ujar Arman.


setelah selesai mereka pun langsung pergi ke supermarket terlebih dulu hingga tak terasa sudah pukul 12.


" man buruan nyetir nya. jangan lelet banget. Mama udah telat ni" pinta mama Arman.

__ADS_1


setelah beberapa saat akhir nya Arman sampai dirumah teman mama Arman. mereka pun memasuki rumah tersebut. di lihat nya sekumpulan ibu ibu sedang asik mengobrol di ruang tamu.


" maaf Bu ibu saya telat" ujar mama Arman. mata mereka semua tertuju kepada Arman yang saat itu datang bersama mama nya. ia pun hanya tatapan mereka dengan tersenyum dan di lihat nya ada seseorang yang tidak asing bagi nya.


__ADS_2