
tiga hari telah berlalu, Vina pun berencana kembali kerumah nya dan mengambil penerbangan yang akan berangkat di siang hari.
hingga akhirnya ia sampai di bandara, ia pun menatap sekeliling bandara dan bergumam
" ah saat nya memulai aktivitas seperti biasa kembali, bahagia sekali rasa nya sudah memuaskan pikiran dalam 3 hari ini. kini aku akan kembali dan tidak tau kapan akan menuntaskan hobby ku ini" gumam Vina lalu ia pun berjalan ke arah dalam bandara lalu tiba tiba ada seseorang yang menepuk pundak Vina, sontak Vina langsung menoleh ke belakang
" Arman" ujar Vina
" sejak kapan kamu disini?" tanya Arman
" terserah aku " jawab Vina ketus
" ketus banget sih" ujar Arman
Vina hanya diam dan pergi meninggalkan Vina
" Vin...Vin" panggil Arman. Vina terus berjalan tanpa menghirau kan Arman sampai sekeliling orang yang ada disana menatap aneh Arman.
" ngapain sih anak itu ada disini bikin bete aja, jadi ke inget gua sama omongan vino" gumam Vina
" sialan" ujar Arman lalu pergi menyusul rombongan nya, kali ini Tara tidak ikut flight bersama Arman, sebab ia ada flight lain.
ketika Vina akan memasuki pesawat di lihat nya Arman dan rombongan nya menaiki pesawat lain.
" syukur lah bukan dia pilot nya" gumam Vina
setelah terbang beberapa jam akhirnya Vina sampai di bandara tujuan. Vina pun memesan taksi online untuk menuju rumah nya
kala itu sudah sore hari dan seharusnya Zahra sudah pulang kerja pikir Vina. benar saja mobil Zahra sudah terparkir di dalam rumah segera Vina memasuki halaman rumah nya . dan ketika akan membuka pintu ternyata pintu nya dikunci, karena malas untuk mencari kunci yang ia pegang ia pun memanggil Zahra.
tok..tok ...tok
" Ra.. buka pintu nya ra" teriak Vina
tak lama kemudian Zahra langsung membuka kan pintu untuk Zahra
__ADS_1
" Weh Buk bos sudah pulang jalan jalan nih" ujar Zahra
" apaan sih, ngapain sih pintu di kunci segala, kan kamu ada dirumah" omel Vina
" gua takut orang lain masuk, jadi gua kunci " ujar Zahra
" tumben" ujar Vina
" tumben... elu kali yang biasa gak kunci pintu, kalau gua mah selalu kunci " ujar zahra membela diri
Vina pun bergegas masuk dan meninggalkan Zahra
" Vin.. Vin tunggu. mana oleh-oleh buat gua" pinta Zahra
" nanti.. baru juga pulang udah di todong oleh-oleh, gua mau mandi dulu" ujar Vina lalu menutup pintu kamar nya.
Zahra pun menunggu Vina sembari menonton televisi. setelah beberapa saat akhir nya Vina keluar dari kamar nya dan menghampiri Zahra.
" nih buat lu" ujar Vina sembari melemparkan baju yang telah ia beli ketika sedang berlibur.
" Halah bilang aja kamu lapar" ujar Vina
" hehe" tawa Zahra
" tu gua bawa bika Ambon ,gua letak di atas meja makan" ujar Vina sontak Zahra segera bangkit dan menghampiri meja makan. lalu datang dengan sepotong besar bika Ambon
" gilee lu, beneran laper lu Ra?" tanya Vina yang heran dengan kelakuan sahabat nya itu
" hehe gak laper sih, tapi kayak nya enak jadi gua ambil banyak" ujar Zahra sambil cengengesan.
esok hari nya Vina dan Zahra pergi ke kantor seperti biasa nya.
" Vin gua nebeng lu ya" ujar Zahra
" oke, tapi kamu yang nyetir ya" ujar Vina
__ADS_1
" yah gue mau nebeng lu karena males nyetir" ujar Zahra
" ya sudah kalau gak mau" ujar Vina lalu meninggalkan Zahra
" eh eh iya deh Vin gua yang nyetir, jangan pergi dulu, gua belum siap nih" ujar Zahra
" ah kamu mah kebiasaan lama Ra, makanya males aku sama kamu" keluh Vina
" iya iya ini bentar lagi siap kok" ujar Zahra lalu masuk kembali ke kamar nya
setelah setengah jam baru lah Zahra keluar dari kamar nya.
" nyesel gua nunggu lu Ra, udah setengah jam baru keluar, lu gak liat ini udah jam berapa" ujar Vina kesal
" santai Vin, kan bisa balap, keburu kok ini..lagian jangan teladan banget lah" ujar Zahra
" dasar lu ya!! yaudah deh ayok cepet " ujar Vina
" yaudah ayok, lu sih dari tadi ngomel Mulu" ujar Zahra
mereka pun pergi menuju kantor, sesampainya di kantor mereka buru buru absen dan untung saja waktu nya sangat pas hingga mereka tidak di katakan telat.
" gila kamu ya Ra, lain kali aku gak mau kamu yang bawa mobil, kebut kebutan kayak setan gitu" ujar Vina
" santai dong Bu, yang penting kita gak telat" ujar Zahra
" lagian kita buru buru gini kan karena kamu" ujar Vina kesal
" ada apa ini masih pagi sudah marah marah" celetuk zio yang ada di belakang mereka
" ini pak Bu Vina nih" ujar Zahra, sontak Vina langsung melotot ke Zahra
" sudah sudah kerjakan pekerjaan kalian jangan buat hawa ruangan ini jadi jelek" ujar zio lalu pergi meninggalkan mereka
." tuh Vin makanya pagi pagi tu harus nya banyak banyak senyum" ujar Zahra mengejek Vina
__ADS_1
" tau ah" ketus Vina lalu duduk di meja kerja nya.