Cinta Ku Mr Pilot

Cinta Ku Mr Pilot
bab 9


__ADS_3

Arman dan tim nya sudah selesai mendarat. seperti biasa Tara akan menunggu nya di depan pintu ruang pilot.


" hai sayang, landing yang sangat mulus" puji Tara dengan wajah yang berseri seri


" iya soal nya ada kamu di disini, aku tidak ingin membuat guncangan terlalu kuat. nanti kamu bisa terluka" gurau Arman. mereka pun seperti biasa turun bersama. para kru sudah terbiasa melihat pemandangan itu. mereka ada beberapa yang iri. ada juga yang sedikit geli dengan tingkah mereka.


fiko yang mendengar gosip tentang Arman membuat nya prihatin. selama ini fiko melihat Arman semakin parah. fiko yakin ada yang aneh dengan Arman. fiko pun akhirnya memutuskan untuk menemui Arman, yang kebetulan mereka berdua besok akan libur.


fiko pun mencari Arman yang kala itu fiko tau kalau Arman baru saja landing. dari kejauhan dilihat nya Arman sedang jalan berdua dengan Tara. ia pun segera menghampiri nya.


" man!!! Arman!!" panggil fiko. Arman pun melihat kebelakang dan mengehentikan langkah nya.


" ada apa Fik?" tanya Arman


" bisa kita bicara berdua?" ujar fiko sambil melihat Tara. Arman pun menyuruh Tara untuk pulang duluan. dengan rasa dongkol Tara pun pergi terlebih dahulu dengan muka jutek nya.


" man gua mau aja lu keluar besok bisa gak? sesekali nongkrong lah bro" ujar fiko


" oke. di tempat biasa kan" Arman menerima tawaran fiko


" iya. tapi lu jangan bawa Tara ya. lu kemana mana gua lihat pasti bawa tu anak" ujar fiko


" tenang dia besok masih ada flight jadi gak mungkin ngintilin gua" ujar Arman.


Arman pun kembali kerumah nya di antar supir pribadi maskapai nya. sesampai nya di rumah seperti biasa Arman yang anak kesayangan selalu di sambut dengan bahagia oleh ibu nya.


" hei sayang mama sudah pulang" sambut ibu Arman


" hari ini buat apa ma?" tanya Arman.


" hari ini mana gak buat apa apa. jadi kamu makan cake nya di luar ya" ujar ibu Arman


Arman pun ke kamar nya untuk merapikan barang barang nya dan membersih kan badan nya. setelah itu ia ke bawah menemui ibu nya. melihat anak nya turun ia mengisyaratkan untuk arman ke dapur. ternyata disana sudah tersedia cake kesukaan Arman.


" wah mama bohong nih, kata nya tidak masak cake" ujar Arman


" iya ini mama beli" ujar ibu Arman berbohong. seperti biasa Arman memakan cake buatan ibu nya dengan lahap.

__ADS_1


" nak, kamu mau mama kenal kak dengan seorang wanita gak? kali ini kenalan aja dulu " tawar ibu Arman


" aduh mah Arman trauma ma, nanti Arman di tolak lagi" ujar Arman


" ya kan itu karena mereka belum tau kamu gimana dan siapa" ujar ibu Arman.


" terserah mama deh. tapi Arman sudah dengan Tara. jadi jangan berharap lebih ya ma" ujar Arman.


ibu Arman berencana untuk mengenalkan Vina dengan Arman. ia yakin Vina membatalkan pertunangan mereka pada saat itu sebab tidak mengetahui siapa Arman. dan ibu Arman yakin Vina bisa lebih baik dari pada Tara.


sementara disisi lain Vina yang saat ini sangat merindu kan ibu nya pun menghubungi kemabaran nya untuk bertanya apakah ayah mereka ada dirumah atau tidak. untung nya atau Vina sedang tidak ada dirumah. Dan Vina dengan tekad kuat akhirnya nya datang menemui ibu nya dirumah mereka.


sesampainya dirumah ibu Vina. Vina segera memencet bel rumah nya. tampak yang membuka kan pintu adalah art mereka.


" Bu...Bu!!" teriak bi Iyem


" Bu Vina Bu" timpal nya.


ibu Vina yang mendengar itu bergegas melihat siapa yang datang. betapa bahagia nya ia saat yang dilihat itu adalah putri kesayangan nya. hingga membuat mata ibu Vina berkaca kaca.


" maafin Vina ma maafin Vina" ujar Vina dalam Isak tangis nya


" iya sayang mama tidak marah dengan kamu" ujar ibu Vina


mereka pun duduk di sofa santai dekat kolam renang, dengan Vina yang masih memeluk ibu nya.


" kamu makin kurus sekali nak, kamu gak makan?" tanya ibu Vina


" Mama nih anak nya baru pulang udah body shaming" ujar Vina


ketika mereka sedang berbincang bincang tampak ayah Vina telah pulang.


" kenapa ada anak durhaka masuk kerumah ini!!" bentak ayah Vina. sontak membuat mereka semua kaget


" papa" ucap Vina


" pergi kamu dari sini!! kamu bukan bagian dari keluarga ini lagi!!" bentak ayah nya kepada Vina.

__ADS_1


mendengar perkataan itu Vina langsung menangis dan bergegas keluar dari rumah orang tua nya.


" papa!!! tega sekali papa berucap seperti itu kepada anak kita pa!! dia anak kita pa" ujar mama Vina yang sedang berurai air mata.


" dia sudah mempermalukan kita ma, dimana harga diri kita!! gara gara anak mama itu harga diri kita hancur di buat nya" tegas ayah Vina


Vina pulang dengan keadaan yang sangat sedih. ia menepi kan mobil nya untuk meluapkan emosi nya. Vina menangis sejadi jadi nya. Vina tidak membenci ayah nya atas apa yang telah terjadi. tetapi ia hanya tidak menyangka kalau ayah nya akan semarah itu.


kebetulan saat itu Arman melintasi jalan tersebut dan tidak sengaja melihat Vina di dalam mobil dalam keadaan yang kacau. ia pun menepi kan mobil nya. dan menghampiri Vina.


Vin.. tok..tok...tok...tok


Arman mengetuk kaca pintu mobil Vina agar ia membuka nya.


Vina pun membuka kaca mobil nya dan segera menghapus air mata nya. dengan suara yang masih parau Vina mencoba menjawab pertanyaan Arman dengan lantang. agar Arman tidak tahu kalau dia baru saja menangis .


" Vin kamu tidak apa apa?" tanya Arman


" enggak aku hanya sedang lelah berkendara jadi menepi sebentar" ujar Vina. walaupun Arman tahu kalau Vina sedang berbohong tetapi ia tak mempermasalahkan nya.


" yuk ikut ke mobil aku, kita jalan jalan sebentar" anak Arman. Arman tidak mau Vina melanjutkan menyetir nya sebab ia dalam keadaan tidak baik. Arman tidak ingin terjadi apa apa kepada Vina. Vina pun menyetujui nya.


sepanjang jalan Vina hanya terdiam. sesekali Arman melihat Vina menghapus air mata nya. Arman pun mencoba bertanya perlahan. tetapi Arman mengajak nya ketempat tenang terlebih dahulu.


Arman pun mengajak Vina ketaman yang agak sepi agar ia bisa menenangkan diri nya.


setelah beberapa menit membiarkan Vina terdiam sedari tadi Arman pun mencoba bertanya.


" kamu lagi ada masalah ya?" tanya Arman


Vina hanya mengangguk.


" ya sudah tenangkan saja diri kamu, kalau kamu mau cerita aku dengan senang hati akan mendengar nya. jika tidak itu hak kamu" ujar arman


Vina hanya menangis tersedu sedu kembali tanpa bercerita apapun kepada Arman. Arman yang saat itu sangat kasihan kepada Vina pun hanya bisa mengusap usap pundak Vina.


" kamu aku antar pulang ya, biar nanti mobil kamu di bawa orang suruhan aku" ujar Arman. Vina hanya mengangguk. dan mereka pun pergi meninggalkan taman tersebut.

__ADS_1


__ADS_2