
acara sedang berlangsung tanpa di ketahui Arman Ternyata di salah satu bangku tamu ada Tara disana, ia tau acara tersebut sebab melihat banyak sekali berita yang berseliweran. Tara juga mencari cari keberadaan Arman, sebab ia tahu jika Arman hari ini libur di karenakan harus menghadiri acara mama nya tersebut.
Tara bahkan tidak menikmati acara sama sekali. tujuan nya hanya lah untuk bertemu Arman. hingga tak terasa sudah berada di penghujung acara.
Mama Arman pun berjalan memberi salam kepada tamu dan di ikuti oleh semua model nya termasuk Vina. banyak orang yang kagum atas design yang telah di buat mama Arman. bahkan para artis yang datang pun sampai langsung memesan baju yang baru saja di launching.
setelah acara selesai Vina dan semua model termasuk mama Arman berada di belakang panggung dan ucap syukur atas kesuksesan acara yang sedang berlangsung tadi. begitu juga dengan Arman ia juga mengikuti mama nya ke belakang panggung untuk memberi kan selamat kepada mama nya itu.
" good job ma design yang luar biasa" ujar Arman sembari memeluk mama nya dan memberi kan buquet bunga yang lumayan besar. mata Arman pun selalu tertuju pada Vina. Vina yang mengetahui nya pun pura pura untuk tidak melihat nya.
Mama Arman dan Arman pun menghampiri Vina yang saat itu sedang berbincang bincang dengan model mama Arman.
" terima kasih ya Vin, penampilan kamu sangat bagus, bahkan aura baju nya sangat terpancar ketika kamu yang menjadi peraga nya sayang" puji mama Arman
" Alhamdulillah Tante, berkat doa Tante dan dres Tante sih seperti nya ini" ujar Vina
" ya sudah ini baju nya kamu bawa aja ya Sayang. untuk Vina saja baju nya " ujar mama Arman
" jangan Tante, ini baju nya sangat bagus. Vina gak bisa terima ini. lagian ini kan design dan produk terbaru Tante" ujar Vina
" gak papa Vina. anggap saja ini hadiah untuk kamu" ujar mama Arman
" Oya Vin kamu malam ini pulang nya di antar Arman saja ya. mobil kamu tinggal saja. Tante khawatir kalau membiarkan kamu nyetir malam malam begini" ujar mama Arman
" gak usah Tante Vina bisa sendiri kok" ujar Vina sembari melirik sebal kepada Arman
" iya memang kami bisa tapi Tante khawatir lagi pula Arman juga tidak keberatan kok" ujar mama Arman
" hehe iya ma" jawab Arman dengan canggung
__ADS_1
" ya sudah kamu ajak Vina pulang gih. rumah Vina kan lumayan jauh dari sini biar dia gak kemalaman kali" pinta mama Arman
" ya terserah Vina sih ma, Arman tinggal bawa mobil doang " jawab Arman
" ya kan kamu yang nyetir, jadi yang memutuskan ya kamu" ujar mama Arman sembari mencubit anak semata wayangnya itu
" ya udah deh. yuk kita pulang " ajak Arman
" terimakasih kalau begitu Tante atas baju dan kesempatan nya. terimakasih juga sudah mempercayai Vina untuk membawa kan design Tante ini" ujar Vina berpamitan pada mama Arman
" iya sayang. kamu hati hati ya. kalau ada apa apa kamu langsung hubungi Tante" ujar mama Arman sembari cipika cipiki kepada Vina.
Arman dan Vina pun berjalan keluar menuju mobil Arman. dan pada saat mereka akan keluar Tara melihat mereka berdua dan langsung menyusul dan menghampiri Arman dan vina.
" oh jadi ini alasan kamu gak mau hubungi aku lagi man? perempuan udik begini doang masih kalah jauh lah sama aku" teriak Tara pada Arman
" He cewek kamu apain Arman? kamu kasih dia pelet ya makanya dia bisa lengket sama kamu" teriak Tara pada Vina dan mendorong nya dengan jari telunjuk nya. sontak Arman langsung memegang tangan Tara lalu melepaskan nya dengan kasar
" sekali lagi kamu buat hal yang gak sopan begitu aku akan melakukan hal yang lebih kasar dari pada ini" ujar Arman marah kepada Tara.
Vina hanya terdiam, ia bingung harus bagaimana saat itu.
" eh tunggu tunggu aku kayak kenal kamu deh" ujar Tara
" ayok Vin, jangan ladeni wanita gila ini" ujar Arman lalu menggandeng tangan Vina dan mengajak nya masuk kedalam mobil sebelum sempat tara mengingat siapa Vina.
ketika sedang berada dalam mobil Vina masih terpaku dan mencerna apa yang telah terjadi tadi.
" Vin aku minta maaf atas kelakukan tara tadi pada kamu ya. aku gak tau kalau dia ada disini" ujar Arman meminta maaf pada Vina
__ADS_1
" man kayak nya lu mesti selesai kan dulu deh masalah percintaan lu sama dia. aku gak mau ikut campur dalam masalah kalian. aku juga bukan siapa siapa tapi malah aku yang di permalukan seperti tadi" ujar Vina marah pada Arman
" iya aku tau Vin aku salah. aku juga gak menyangka kalau dia akan datang kesini dan bisa bertemu dengan ku" ujar Arman meyakin kan Vina
Vina hanya terdiam di sepanjang jalan, dan sesekali Arman melirik pada Vina yang saat itu muka nya masih terlihat sangat kesal. tiba tiba Vina memecahkan keheningan dengan bertanya pada Arman.
" kamu sebenarnya tau aku siapa kan man?" tanya Vina
" maksud kamu apa?" tanya Arman kebingungan
" aku tidak ingin bertele tele lagi. kamu sudah tau kan kalau aku ini sebenarnya orang yang sempat kalian pinang tetapi batal" ujar Vina dengan nada tinggi. Arman pun hanya mengangguk
" lantas kalau kalian sudah tau kenapa tidak bilang sama aku dari awal? apa tujuan kalian sembunyikan semua itu dari aku. dan kenapa mama kamu baik sekali dengan ku" tanya Vina
" seharusnya aku yang harus marah atas kejadian lampau itu. kamu bukan hanya mempermalukan keluarga kamu..kamu juga sudah mempermalukan keluarga kami. tapi ntah kenapa tidak ada rasa benci kami terhadap mu. apalagi mama ku, dia sangat yakin pada kamu. aku juga tidak tau apa yang membuat nya sangat yakin pada mu. padahal kamu sudah mempermalukan diri nya. kami sengaja menutupi semua ini agar kamu juga tau sebenarnya bagaimana diri mu itu. dan aku rasa mama ku tidak salah kenapa dia yakin dengan mu" ujar Arman sembari menepi kan mobil nya di pinggir jalan lalu menatap Vina. begitu juga Vina yang menatap balik pada Arman.
" kenapa?" tanya Vina dengan halus dan lembut
" sebab aku yakin kamu memang benar jodoh ku. aku ingin berusaha mengenal mu lebih dalam lagi. agar aku mengetahui seperti apa diri mu itu" jawab Arman dengan pasti
" kenapa harus aku man? bukan kah aku telah mempermalukan keluarga kalian? kenapa kalian sangat yakin pada ku?" tanya Vina sambil berlinang air mata
" aku sudah jawab itu tadi Vin. semoga saja kamu mengerti dengan jawaban ku" ujar Arman
" gak papa kalau tidak mau menjawab itu sekarang. aku akan tunggu jawaban kamu sampai kamu siap untuk menjawab nya" ujar Arman lalu melaju kan mobil nya kembali.
suasana kembali hening. hanya ada suara mobil yang terdengar. hingga tak terasa mereka sudah sampai dirumah Vina.
" kamu istirahat ya. terimakasih ya sudah mau mendengar ocehan ku tadi" ujar Arman lalu melaju kan mobil nya kembali. Vina hanya berdiri diam dan melihat kepergian Arman.
__ADS_1