
" halo Bu Vina, disuruh bapak ke ruangan ya" ujar sekertaris pak zio pada Vina.
tanpa menunggu Vina bergegas pergi ke ruangan pak zio.
tok...tok ...tok
" masuk" jawab pak zio
" permisi pak, bapak panggil saya?" tanya Vina
" iya, silahkan duduk Vin" ujar pak zio mempersilakan Vina duduk
" Vin selesai kan projek yang waktu itu saya bilang ya Vin" perintah pak zio
" kapan ya pak kalau boleh tau waktu terakhir nya?" tanya Vina
" paling lambat saya terima 3 hari ke depan" ujar pak zio
" kalau bisa lembur, lembur saja Vin. nanti saya akan hitung kerja 2 kali lipat sebagai bonus untuk kamu " ujar pak zio
" baik pak" ujar Vina, lalu pergi meninggalkan ruangan pak zio. ia pun kembali ke meja kerja nya.
" siap siap kamu sendirian 3 hari ke depan ya. soal nya aku 3 hari ini bakal pulang telat terus" ujar Vina pada Zahra
" biasa aja kali, lagian kamu juga udah sering pulang malam jadi gak kerasa deh kayak nya" ujar Zahra
" kamu gak sedih gitu gak ada aku dirumah?" tanya Vina
" hih najis" gelak tawa Zahra bergurau
" Oya emang kali ini kenapa kok kamu pulang telat?" tanya Zahra
" biasa si bos ngasih kerjaan tambahan. sengaja kayak nya dia tu buat gua capek biar gak betah disini" ujar Vina
" ya kan capek juga ada bayaran nya Vina, gak gratis. lagian lu masih lajang juga kumpulin deh uang banyak banyak biar nanti kalau udah nikah gak pusing mikirin biaya hidup" ujar zahra
" aduh aduh aku lupa kalau orangtua lu konglomerat " timpal Zahra sembari menepuk jidat nya
" lagian selama ini aku kan hidup dengan uang sendiri Ra, ngapain juga mengharapkan harta orang tua, insya Allah aku masih mampu untuk diri ku saja Ra" ujar Vina
__ADS_1
" maaf kan diri ini yang lupa ya Vin. lupa gua kalau yang punya rumah itu juga elu haha" tawa Zahra
" apa sih kamu Zahra, gak perlu bahas bahas itu juga kali " ujar Vina kesal.
tiba tiba ada notif pesan masuk di ponsel Vina. Vina pun segera mengambil ponsel nya lalu melihat siapa yang mengirim kan nya pesan.
" assalamualaikum Vina, jangan lupa nanti seperti biasa ke studio Tante ya. soalnya bentar lagi sudah akan di laksanakan fashion show nya" ujar mama Arman dalam pesan nya.
Vina tidak membalas pesan tersebut sebab ia teringat tentang yang di katakan kembaran nya semalam, lagi pula Vina beberapa hari ini lembur jadi ia tak dapat pergi ke studio mama Arman.
jam sudah menunjukkan pukul 3, rata rata staf yang ada di kantor tersebut pulang termasuk Zahra.
" gua pulang duluan ya Vin. kamu nanti pulang hati hati ya" ujar Zahra lalu meninggalkan Vina
" jenuh banget gua tiap hari yang di hadepin komputer terus, rindu melakukan hobby yang dulu. rindu traveling kesana kemari lagi" rengek Vina dalam kesendirian nya.
tanpa di sengaja pak zio mendengar keluhan Vina. ia baru tahu kalau itu hobby Vina yang sebenarnya ia jadi merasa bersalah telah membeban kan banyak tugas kepada orang yang saat ini telah ia sukai itu.
ia pun kembali keruangan nya, dan berpikir bagaimana cara nya agar ia bisa memberi kesempatan pada Vina untuk melanjutkan hobby nya itu.
sayup sayup mata pun terpejam di kursi kerja nya. hingga tiba tiba ketukan membangun kan tidur nya.
" em masuk" ujar zio. Vina pun masuk keruangan pak zio, ia tahu kalau pak zio selalu pulang larut malam dari kantor jadi ia memutuskan untuk keruangan pak zio untuk meninjau pekerjaan nya
" ini pak coba tolong di lihat. saya sudah kerjakan beberapa yang bapak suruh. apakah ada yang harus saya revisi?" tanya Vina. pak zio pun mengecek apa yang di kerjakan oleh Vina
" kerja nya sangat bagus, atau aku buat alasan ini ya agar bisa memberi dia liburan" pikir pak zio
" bagaimana pak?" tanya Vina
" bagus Vin, bahkan lebih bagus dari perkiraan saya. seperti nya ini sedikit lagi selesai, jadi kamu besok gak perlu lembur lagi. saya kasian lihat kamu ke capek'an" ujar pak zio
" santai saja pak, lagian ini juga sudah tugas saya" ujar Vina
" Oya kamu sudah makan malam belum?" tanya pak zio
" rencana nya pulang ini saya baru akan makan pak" ujar Vina
" makan malam bareng yuk?" ajak pak zio
__ADS_1
" ajak staff yang lain nya juga dong pak, kan yang lembut gak hanya saya" ujar Vina
" i-ya itu maksud saya" ujar pak zio dengan terbata-bata
" ya sudah kamu info kan ke mereka ya. jika sudah selesai saya akan mentraktir mereka untuk makan malam di luar" ujar pak zio
" baik pak" ujar Vina lalu keluar meninggalkan ruangan pak zio
Vina pun berdiri di tengah tengah ruangan untuk memberi tahu pengumuman itu.
" guys kita semua malam ini di traktir bos makan malam ya" teriak Vina. sontak staf yang saat itu ada 5 orang yang lembut pun bersorak.
tiba tiba masuk seorang OB, ia seperti nya masuk shift malam.
" bapak sini" panggil Vina
" bapak mau ikut kami makan malam bersama gak? nanti setelah makan bapak bisa kembali lagi" ajak Vina
" maaf bu, baju saya kotor, gak pantes makan bareng sama bapak ibu semua" ujar ob tersebut.
" gak papa pak, santai aja kali" ujar Vina
" saya takut nanti pak zio marah Bu" ujar ob tersebut
" tenang saya nanti yang bilang sama pak zio" ujar Vina.
sedari tadi zio yang mengintip Vina dari balik Ruangan kaca nya pun salut dengan sikap Vina.
Vina pun kembali keruangan pak zio untuk meminta izin agar ob tersebut di boleh kan untuk ikut. dan pak zio pun setuju.
tak lama kemudian mereka semua pun pergi ke restoran yang telah di janjikan.
zio pergi sendiri dengan sopir nya, sedangkan Vina membawa seluruh staff yang lembur termasuk ob itu di dalam mobil nya.
mereka pun di dalam mobil berbincang bincang, hingga ada salah satu dari mereka yang menyeletuk
" tumben ya pak zio baik banget begini. biasa nya juga dia males banget kalau harus dekat sama bawahan nya" ujar nya
" ah masak sih? kalian aja kali yang gak mau dekat sama pak zio, karena beliau tampak galak, padahal dia mau loh di ajak dekat dengan bawahan nya" ujar Vina membela zio
__ADS_1
" ibu saja yang tidak tahu Bu, kami sudah bertahun tahun di sini dia memang terkenal galak dan cuek sama bawahan nya Bu" ujar staf yang tadi
" sudah sudah. mungkin sekarang pak zio sudah mulai berubah dan tidak ingin seperti dulu lagi" ujar Vina. mereka semua pun terdiam.