Cinta Ku Mr Pilot

Cinta Ku Mr Pilot
bab 17


__ADS_3

" ma, mama" panggil Arman pada mama nya, ia saat ini datang ke studio mama nya sebab di perintahkan oleh mama nya untuk menjemput nya disana.


ketika ia memasuki studio untuk mencari mama nya mata nya tertuju dengan dua orang yang sedang asyik mengobrol. ia terus memperhatikan hingga ia di kejut kan oleh tepukan di pundak nya.


" hei kenapa melamun seperti itu" tegur mama Arman


" eh ma. Mama dari mana saja? dari tadi Arman panggil panggil gak nongol juga" ujar Arman


" iya maaf ya mama tadi dari toilet sebentar. Oya Vina ada disini tuh" ujar mama Arman sembari menelisik ruangan mencari Vina.


" ah itu dia. Vin Vina sini dulu nak" panggil mama Arman. Vina pun menoleh ke arah mama Arman lalu datang ke hadapan mereka.


" ada apa Tan?" tanya Vina


" kamu nanti pulang nya sama Arman ya, soal nya Tante agak lama disini" ujar mama Arman


" eh gak usah Tante, Vina nanti pesan taksi online saja" ujar Vina


" Arman sudah jauh jauh loh datang kesini. kan Tante yang suruh kamu datang kesini, masak Tante biarin kamu pulang sendirian. jadi Tante manggil Arman untuk antar kamu pulang" ujar mama Arman.


" baiklah Tante " jawab Vina. ia tidak bisa menolak permintaan mama Arman, ia merasa segan jika harus terus membantah ucapan seorang designer terkenal itu.


Arman dan Vina pun pergi meninggalkan studio, dan pada saat itu Gilang terus memperhatikan Vina hingga ia tidak terlihat lagi.


" makin cantik saja Vina" ujar nya dalam hati. Gilang memiliki peran penting dalam team mama Arman, ia seorang fotografer, tetapi juga seorang model sebab ia memiliki paras yang cukup tampan.


pada saat di luar Arman segera masuk ke mobil nya terlebih dahulu lalu menurun kan kaca nya.


" cepat masuk" perintah Arman. ia masih bersikap dingin terhadap Vina. sebab ia tidak mau jika Vina tau kalau dia sudah mulai menyukai Vina.


Vina dengan ragu ragu memasuki mobil Arman.

__ADS_1


" sorry aku merepotkan mu" ujar Vina


" ya gak papa, lagian aku juga karena di suruh mama untuk jemput dia. eh tiba tiba malah kamu yang harus aku antar kan. jadi mau gak mau ya aku nurut saja. dari pada sia sia aku kesini" ketus Arman


" jika kamu keberatan aku akan pesan taksi online saja. kamu bisa turun kan aku di depan nanti agar mama kamu tidak curiga" ujar Vina. mendengar itu Arman jadi merasa bersalah telah bersikap seperti tadi. padahal Arman hanya ingin mengetahui bagaimana kepribadian Vina.


" tidak usah. aku ikhlas mengantar mu" ujar Arman melembut.


sepanjang jalan mobil terasa tampak hening. tidak ada dari mereka yang memulai pembicaraan. tiba tiba suara perut berbunyi memecah keheningan.


" kamu lapar? apa kamu belum makan?" tanya Arman


" maaf maaf aku tidak sengaja. tadi lupa makan. maaf ya jangan di hiraukan" ujar Vina malu.


Arman pun segera memberhentikan mobil nya dan memarkir nya di suatu restoran.


" yuk kita makan dulu" ajak Arman


" udah ayok keluar. nanti asam lambung kamu naik kalau makan tepat seperti itu" ujar Arman


" nanti aku dirumah makan kok, aku gak mau buang buang waktu kamu" ujar Vina


" kamu ini bawel sekali ya" ujar Arman lalu keluar dari mobil dan membuka kan pintu untuk Vina lalu menarik nya keluar dengan lembut. Vina pun dengan terpaksa mengikuti nya.


mereka pun memasuki restoran dan memilih meja makan di paling pojok. lalu memesan makanan.


sembari menunggu makanan Arman memberanikan diri untuk bertanya perihal kejadian tempo hari yang membuat Vina menangis tersedu sedu.


" kamu waktu itu kenapa? aku sampai gak menyangka kalau itu kamu. kamu yang aku kenal galak ternyata bisa menangis seperti itu" tanya Arman.


' kenapa dia ingat peristiwa itu sih' ujar Vina dalam hati

__ADS_1


" enggak hanya ada masalah internal saja" jawab Vina


" oh kamu habis di putusin pacar kamu ya" tanya Arman


" mulai ngaco kamu ini. kamu juga galak, dan kamu kan benci aku. kenapa kamu malam itu mau menolong ku?" tanya Vina balik pada Arman


" siapa bilang aku benci kamu? emang aku seburuk itu ya Dimata kamu" ujar Arman


" ya kan dari sifat kamu sudah kelihatan. bukan aku berprasangka buruk ke kamu. lagian aku juga galak karena kamu galak duluan" sungut Vina


Arman tidak mampu menjawab perkataan Vina. lalu makanan pesanan mereka datang.


kini mereka kembali hening dan tidak berbicara satu sama lain. hanya ada suara sendok dan garpu yang saling beradu. setelah selesai makan mereka bergegas kembali ke mobil lalu melanjutkan perjalanan.


hingga sampai lah mereka di depan rumah Vina. sebelum Vina keluar Arman menahan nya.


" maaf kan aku kalau terlalu kasar ke kamu dari awal kita bertemu" ujar Arman, Vina hanya mengangguk kan kepala nya lalu keluar dari mobil Arman tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


Arman terus melihat ke Vina hingga Vina masuk kedalam rumah nya, baru lah Arman pergi meninggalkan rumah Vina.


Zahra yang sedari tadi melihat Vina dari dalam rumah pun langsung kepo dengan pria yang mengantar Vina.


" ciee udah punya gebetan buk" ujar Zahra mengejut kan Vina yang baru saja memasuki rumah


" astaghfirullah Zahra. kamu buat kaget aku saja" keluh Vina


" di antar siapa tu Vin, jadi penasaran deh. ganteng gak?kaya gak?" tanya Zahra


" pertanyaan kamu itu jangan yang aneh aneh ya Ra, lagian bukan siapa siapa kok. yaudah deh aku mau ke kamar dulu. mau mandi. malas aku tuh dekat dekat sama kamu" ujar Vina lalu pergi meninggalkan Zahra


" yaelah gitu aja ngambek lu Vin" ujar Zahra.

__ADS_1


__ADS_2