
POV Vina
hari ini adalah hari yang sangat melelah kan dimana aku harus mengejar target agar proyek ku segera selesai. aku memutus kan untuk lembur untuk mengerjakan semua. karena mata ini terasa sangat berat aku akan membuat kopi terlebih dahulu dibawah. lorong tiap lorong aku lewati ternyata di kantor ini hanya tinggal aku dan bapak direktur yang sedang ada di ruang nya.
ah masa bodo lah pikir ku ini juga salah ku sebab kemarin kemarin terlalu santai dalam bekerja. ku tuang kan air panas ke dalam cangkir yang berisi bubuk kopi. tiba tiba ada yang menyentuh pundak ku.
" astaghfirullah!!" kaget ku yang membuat air panas itu sedikit mengenai tangan ku.
" sorry sorry, melamun sih" ternyata bos ku yang tadi mengejut kan ku. kalau bukan bos sudah ku pukul itu kepala nya.
" kamu buat kopi kok sendiri saja. kamu gak liat saya belum pulang. buat kan juga dong" ujar nya
" maaf pak, lagian bapak tidak minta. kan gak lucu kalau tiba tiba saya langsung bawa kan bapak kopi" ujar ku menjelas kan
" tanya dong Vina kan bisa" ujar nya sambil menyenggol bahu ku. apa apa an ini sok akrab sekali dia.
" baik pak, kalau gitu saya kembali ya. itu saya lihat bapak sudah buat kopi sendiri" aku pun bergegas akan pergi.
" vinnn!!!" aduh kenapa lagi dia memanggil ku. aku rasa aku tadi tidak buat masalah
" jam 9 harus sudah pulang ya jangan terlalu lama di kantor. saya juga jam 9 akan pulang " ujar nya
" baik pak " aku pun kembali ke tempat kerja kerja ku.
tiba tiba pak direktur nongol kembali. aku pun berusaha menegur dengan sopan
" maaf pak kalau bapak datang tiba tiba terus diam seperti itu membuat saya terkejut pak dari tadi" jelas ku.
__ADS_1
" oh iya iya maaf. Oya kalau kamu mau nanti kamu pulang nya bisa sama saya kok, saya kasihan lihat kamu pulang sendirian malam malam "
" tidak usah pak saya bawa mobil sendiri " tolak ku halus
" gak papa tinggal di kantor saja. saya sekalian mau mengajak kamu makan malam. walaupun sudah kemalaman. atau kita pulang nya jam 8 saja gimana menurut kamu?" tanya nya. aku bingung harus jawab apa. jika di tolak aku takut dia bakal marah marah pada ku. sebab rumor yang beredar dia bos yang sangat galak. walau sebenarnya aku tidak pernah melihat, tapi tetap saja aku takut.
" pekerjaan saya masih banyak pak, kalau pulang jam 8 besok kerjaan saya tidak akan selesai" tolak ku lagi. semoga dengan alasan yang ini dia dapat mengerti
" hehe maaf ya saya lupa membela tahu kamu, klien kita itu tidak jadi besok datang nya. dia akan datang lusa" ujar nya membuat ku kesal. kenapa dia tidak memberi tahu ku dari awal. padahal kan dia punya sekertaris atau bawahan yang bisa sampai kan kepada ku. jadi sia sia rasa nya lembur ku kali ini.
" baik lah pak, tetapi saya tidak ingin satu mobil dengan bapak, saya akan bawa mobil saya sendiri saja pak. saya tidak ingin ada gosip yang tidak tidak tentang saya" ujar ku
kami pun selesai bekerja dan pergi ke salah satu restoran dekat rumah ku. padahal ada restoran yang dekat dengan kantor ntah kenapa bos satu ini memilih untuk makan disini.
ketika aku turun dari mobil ku pak bos sudah berdiri didepan pintu mobil ku. kebiasaan nya ini membuat ku benar benar jengkel. mungkin kalau aku bersama nya 1 tahun saja aku bakal cepat meninggal karena serangan jantung.
" yuk Vin" ajak nya
aku hanya terdiam memainkan ponsel ku sambil menunggu pesanan ku datang.
" Vin..." panggil nya
" iya pak" jawab ku
" kalau di luar kantor jangan panggil bapak. toh umur kita juga gak terlalu jauh" ujar nya membuat ku merinding. aku sudah terbiasa memanggil nya bapak. kalau tidak boleh jadi aku harus panggil apa.
" maaf pak saya tidak tau harus memanggil apa sama bapak" ujar ku
__ADS_1
" panggil zio saja" wah bisa gila aku kalau manggil dia nama seperti itu. mana terbiasa aku, terlalu canggung rasa nya jika memanggil bos satu ini dengan sebutan nama.
aku pun hanya mengangguk tanda setuju perkataan dia. aku tidak tau dalam rangka apa dia mengajak ku makan malam bersama. risih rasa nya jika makan bersama atasan apalagi berdua seperti ini. jika ada orang kantor yang lihat pasti mereka akan berpikiran jelek tentang ku.
" pasti kamu sudah banyak mengetahui ku dari gosip gosip pegawai di kantor kan? aku tidak segalak itu Vin. tapi aku tegas jika memang salah aku akan marah dan jelaskan tidak mungkin aku marah marah tanpa sebab" jelas nya. padahal aku tidak mengatakan apapun. aku pun mendengar kan nya bercerita tentang diri nya.
" kenapa kamu minta di pindah kan kembali ke indo Vin? padahal kan kamu di luar negeri sana sudah bagus. dari mulai gaji lebih besar disana?" tanya nya pada ku
" i-iya zio karena pengen aja balik ke indo" jawab ku
" aku harap kamu betah ya di kantor kita, ingat ya aku gak akan marah ke siapa pun selagi orang itu tak buat masalah"
" maaf ya Vin kalau kamu gak nyaman makan bareng aku dan maaf kalau aku sudah lancang mengajak mu makan malam, aku hanya ingin mengetahui diri mu saja" timpal nya.
" enggak kok, santai saja, aku hanya tidak ingin orang kantor melihat kita berdua saja" ujar ku
" Vin boleh kan aku antar kamu sampai kerumah? aku akan mengikuti mobil mu dari belakang"
" tidak perlu zio. rumah ku sudah dekat dari sini. aku tidak ingin merepotkan mu"
" aku tidak merasa di repot kan kok Vin" ujar nya dengan tersenyum tipis.
setelah selesai makan kami segera pulang menggunakan mobil masing masing. seperti yang di bilang zio tadi. dia mengikuti ku sampai ke depan rumah. jika Zahra tau pasti dia akan sangat berisik.
tin..tin..
ntah kenapa pak zio menekan klakson nya, aku sudah yakin Zahra pasti melihat ini.
__ADS_1
aku pun segera masuk dalam rumah. ternyata sepi. syukur lah ternyata Zahra sedang keluar. jadi tidak ada yang perlu aku khawatir kan.
,