Cinta Ku Mr Pilot

Cinta Ku Mr Pilot
bab 12


__ADS_3

Vina hari ini tidak lembur sebab pekerjaan nya sudah selesai. setelah pulang kerja Vina berencana membeli beberapa perlengkapan untuk ia menginap di puncak besok. ia juga menyiapkan beberapa lensa kamera untuk ia bawa besok ke puncak.


sesampai nya dirumah Vina telah di tunggu Zahra.


" lama banget sih kamu Vin. padahal tadi pulang duluan kamu" sungut Zahra


" iya tadi aku belanja sedikit" ujar Vina


" tumben tumbenan stok makanan di rumah masih banyak kamu udah belanja aja" ujar Zahra


" ia dong" jawab Vina lalu pergi ke kamar nya


" Vin Vin.. tunggu dong. kan kamu janji mau cerita masalah di kantor tadi" rengek Zahra


" iya sabar aku kan harus mandi dulu"ujar Vina.


ia lalu masuk ke kamar dan mengunci kamar nya.


" ya elah ni anak sok banget harus mandi segala" ujar Zahra kesal yang tak sabar mendengar cerita vina.


setelah setengah jam menunggu akhir nya Vina keluar kamar nya.


" kata nya mandi doang tapi setengah jam gak keluar keluar. berkerak gua nunggui lu" kesal Zahra


" baru setengah jam udah protes" ujar Vina


" ya sudah sini buruan cerita. aku penasaran ni" pinta Zahra. Vina pun menghampiri Zahra di ruang tv.


" aku besok bakal kepuncak" ujar Vina dengan semangat


" idih kayak ada libur aja. segelas kepuncak " ujar zahra sewot


" aku kesana kerja Zahra. kamu tau kan aku lagi ngerjain suatu proyek. nah ini itu punya salah satu klien. dan klien ini minta ketemu nya di puncak . ma. lumayan yah sekali loncat dua pulau terlampaui " jelas Vina dengan muka yang sangat bahagia

__ADS_1


" kamu serius Vin?" tanya Zahra dengan serius


" aku mau ikut.. aaa enak banget jadi kamu. belum 1 bulan pindah ke kantor sini udah kerja sambil healing aja" rengek Zahra.


" emang nasib aku aja yang bagus Ra" ujar Vina bergurau.


sementara itu Arman yang sedang di mobil teringat kertas bacaan ruqyah yang ia simpan di mobil nya. ia pun mengambil nya dan membawa nya ke dalam rumah nya.


setelah ia memasukan mobil ia segera masuk kerumah. dilihat nya mama nya sudah menunggu nya di sofa ruang tamu.


" sudah jam berapa ini man?" tanya mama Arman


" hihi iya sorry ma tadi ada halangan sedikit" ujar Arman


" ya sudah deh. Mama mau ke kamar ngantuk nungguin kamu" ujar mama Arman laku pergi ke kamar. Arman hanya menjawab dengan tersenyum.


Arman pun pergi kekamar nya. ia membuka pintu dengan perlahan lalu bergegas akan membersihkan tubuh nya.


ia membasuh wajah nya yang terlihat sangat lelah. deru air sower mengingat kan nya dengan kertas yang ia bawa tadi. ia berfikir akan mulai membuka nya nanti. perlahan ia membersihkan badan nya yang six pack itu. setelah itu ia keluar menggunakan celana pendek dengan handuk yang ia kenakan untuk mengeringkan rambut nya.


sejuk rasa hati setelah sekian lama ia tak sholat akhir nya ia lakukan juga. ada perasaan yang berbeda ketika ia selesai menunaikan sholat. lalu ia mulai membuka kerta itu. perlahan ia lafadz kan hingga selesai lalu ia tiupan ke telapak tangan nya lalu mengusapkan ke seluruh tubuh nya.


tadi nya Arman rasa beban nya begitu berat. tetapi saat ini ia merasa plong dan ringan.


setelah selesai tiba tiba ponsel Arman berbunyi ternyata dari Tara. ia rasa enggan untuk mengangkat nya. berbeda dari biasa nya yang ia takut jika Tara marah. ini dia lebih ke tidak terlalu peduli.


dilihat nya pesan dari Tara masuk


" kemana aja sih, dari tadi aku telpon gak di angkat angkat" tulis Tara. Arman sudah menduga ia pasti akan marah marah tidak jelas seperti itu.


Arman tidak membalas nya lalu mata Arman terasa berat. rasa nya ia ingin segera memejam kan mata nya agar rasa penat yang ia rasa kan hilang. sayu sayu mata Arman hingga akhir nya ia tertidur.


matahari pagi menyeruak masuk ke dalam kamar Arman. membuat ia terbangun. dilihat nya hari sudah cerah. ia pub segera ke dapur untuk membuat sarapan. Arman hanya sarapan menggunakan sereal gandum sebab ia tidak ingin makan makanan terlalu berat di pagi hari.

__ADS_1


setelah itu ia kembali ke atas untuk berganti pakaian sebab saat ini ia akan melakukan jogging di daerah komplek nya saja.


Mama Arman yang melihat Arman akan pergi pun memanggil nya


" man .. tunggu mama nak . Mama ikut" teriak mama Arman. terpaksa ia harus menunggu mama nya. setelah menunggu beberapa saat mama Arman muncur dengan gaya fashionebel nya.


" cantik banget mama ku. padahal pakai pakaian olahraga doang" puji Arman


" iya dong, ya sudah yuk. keburu matahari di atas kepala nanti kalau terlalu lama malah gak jadi jogging nya" ajak mama Arman


" kan mama yang lama" ujar Arman dalam hati


sementara itu Vina telah berangkat terlebih dahulu kepuncak tanpa menunggu pak zio. ia ingin menikmati suasana puncak terlebih dahulu sebelum pak zio menyuruh nya ini itu.


angin berhembus sepoi Sepoi mengenai wajah cantik Vina, Vina pun menghirup udara yang masih asri itu secara perlahan membuat Vina sangat menyukai suasana yang sejuk itu.


ketika ia sedang menikmati ke indahan suasana hamparan hamparan teh. ia di kejut kan dengan pak zio yang tiba tiba memegang pundak nya.


" sudah selesai Vin" ujar pak zio. membuat Vina lagi lagi terkejut dengan aksi nya itu


" ya Allah pak, sekali saja jangan buat saya terkejut" ujar Vina


" kamu saja yang terlalu serius menikmati udara disini. sudah gitu melamun lagi. masak tidak tau saya dari tadi ada di belakang kamu" jelas pak zio. Vina yang tidak ingin berdebat dengan pak zio hanya terdiam.


" Oya klien kita akan sampai 2 jam lagi di resort yang sudah saya beri tahu ke kamu ya Vin, nanti kamu akan persentase disana" ujar pak zio. Vina hanya mengangguk setuju.


ia kali ini mengikuti Vina yang memperhatikan hamparan teh yang begitu luas.


" ternyata enak banget ya menikmati suasana yang asri begini, pantes kamu dari tadi sampai melamun" ujar pak zio.


" iya deh pak terserah aja. saya izin pamit dulu ya pak" ujar Vina


" kamu mau kemana? tidak jadi menikmati pemandangan ini kah? " tanya pak zio

__ADS_1


" enggak pak, saya tidak ingin terlalu dekat dengan bapak. bapak kan kesini bukan cuma membawa saya tetapi ada karyawan lain. nanti mereka berpikiran yang tidak tidak tentang saya pak " ujar Vina. pak zio hanya tersenyum tipis lalu membiarkan Vina meninggal nya sendirian disana.


__ADS_2