
" gue heran deh liat si bos, kok perhatian banget ya sama lu Vin. padahal kan bisa aja tu ob yang ngasih ke kamu" ujar Zahra
" mungkin kebetulan pak zio lewat kali Ra, jadi sekalian deh dia yang ngasih ke aku" ujar Vina
" tapi emang si bos gak pernah perhatian gitu loh Vin sama bawahan nya, udah bertahun tahun gue kerja di sini Vin, kayak nya sih si bos emang suka kamu deh Vin" ujar Zahra
" huss ngawur kamu ra, udah lah yuk kerja, malah gosip" ujar Vina
vina sangat serius mengerjakan tugas nya sampai sampai tak terasa sudah saat nya jam makan siang.
" Vin yuk makan dulu" ajak Zahra
" loh udah istirahat ya? bentar bentar Ra, tanggung banget ni kerjaan tinggal dikit" ujar Vina
" yaelah lu sok rajin banget Vin, yaudah yah gue duluan" ujar Zahra lalu meninggalkan Vina
sedangkan di ruangan tersebut tinggal Vina sendirian yang belum keluar.
" loh udah sepi ya, ya sudah deh tanggung, dikit lagi juga" gumam Vina
" Vin " pak zio tiba tiba mengagetkan Vina
" i-iya pak ada apa?" tanya Vina
" kamu gak istirahat?"tanya pak zio
" iya pak 5 menit lagi, ini bentar lagi kelar" ujar Vina
" dengan kamu telat istirahat bukan berarti jam istirahat bisa mundur juga, yuk makan bareng" ajak pak zio
" tunggu tunggu pak sedikit lagi ini" ujar Vina, tanpa basa basi pak zio langsung menarik tangan Vina yang membuat Vina seketika terdiam melihat tingkah bos nya.
Vina di ajak masuk ke dalam mobil pak zio
" pak makan di kantin kantor saja deh" ujar Vina
" Vin kamu lupa ya, kan ini sudah di luar kantor, panggil zio saja" ujar zio
" i-iya zio" jawab Vina
" saya bosan makan di kantor, saya ingin makan di luar" ujar zio
" tapi saya mau nya makan di kantor pak, lagian saya juga bawa bekal tadi" ujar Vina
zio pun langsung terdiam dan keluar lagi dari mobil
" ya sudah yuk kita makan bekal kamu, tapi jangan di kantin, saya tidak ingin mereka berfikir yang macam macam" ujar zio
__ADS_1
" dimana bekal kamu?" tanya zio
" di meja kerja, kan kamu tadi langsung tarik tangan saya" ujar Vina
" oke kita makan di meja kamu ya" ujar zio
mereka pun kembali ke dalam kantor dan duduk di meja kerja Vina. Vina pun dengan terpaksa mengeluarkan bekal nya.
" wah kelihatan nya enak banget, yang masak siapa?" tanya zio
" saya" jawab Vina.
tanpa rasa malu zio segera melahap bekal Vina dengan sangat cepat hingga lupa menyisah kan untuk vina.
" astaghfirullah maaf Vin habis, yaudah deh saya ganti makan kamu ya" ujar zio
" tidak usah, lagian tadi saya sudah makan sedikit kok" jawab Vina membuat alasan
" pokok nya saya ingin mengganti bekal kamu, karena jam kerja sudah mau masuk jadi nanti saya ganti nya ya" ujar zio, Vina pun terpaksa tersenyum pada zio.
jam masuk telah tiba, zio segera kembali ke ruangan nya, sebelum para staff lain nya masuk.
" Vin kamu makan di sini Vin?" tanya Zahra yang heran lihat Vina sedari tadi tidak kemana mana.
" i-iya Ra" jawab Vina dengan muka cemberut. sebenarnya ia kesal dengan pak zio, dia sudah sangat lapar tapi malah bekal nya di habis kan oleh pak zio. tak berapa lama tiba tiba tiba ada orang yang mengantar pesanan makanan online, dan ia titip untuk di berikan ke ruangan pak zio.
Vina yang melihat itu pun geleng geleng, ia heran melihat pak zio yang tidak kenyang kenyang.
" halo Bu Vina, disuruh ke ruangan pak zio ya" ujar sekertaris pak zio
" ada apa lagi sih" gumam Vina
Vina pun dengan berat hati bergegas menuju ke ruangan pak zio
tok ...tok...tok.
" masuk" jawab pak zio
" eh kamu Vin, yuk sini, aku sudah pesan banyak makanan buat kamu, maaf kalau makanan nya tidak se enak bekal kamu" ujar pak zio
" tidak usah repot repot pak, saya nanti bisa makan kok" ujar Vina. tiba tiba
kruk... kruk...kruk
perut Vina berbunyi
" aduh dasar lambung gak bisa di ajak kerja sama" gumam Vina dalam hati
__ADS_1
" ha tuh kan perut kami saja memberontak. yuk sini makan dulu, ntar kamu sakit. maaf ya saya tadi merepotkan kamu" ujar pak zio. sebenarnya ia melakukan semua ini hanya untuk menarik perhatian Vina , ia berharap dengan cara ini ia bisa lebih dekat dengan Vina.
setelah beberapa hari ini Vina sangat sibuk dari mulai dia harus ngantor dari pagi hingga hampir sore, setelah itu ia juga seminggu 3 kali harus bertemu mama Arman, membuat nya sangat melelah kan ia rindu traveling lagi seperti dulu.
tapi mau bagaimana lagi, ia harus terus berjuang sebab ia sekarang sudah sendiri, ia sebenarnya ingin sekali kembali ke rumah, tetapi ia sangat takut dengan papa nya sehingga ia selalu mengurung kan niat itu.
hari ini Vina ingin sekali bertemu dengan mama nya, tapi ia tidak tau bagaimana harus bertemu dengan mama nya itu, sebab sekarang papa Vina sudah benar benar menjaga mama nya itu agar tidak dapat bertemu Vina ketika ia sedang tidak ada.
dengan terpaksa Vina hanya mengetahui keadaan orangtua nya dari kembaran nya saja, dan hampir tidak pernah lagi mendengar suara mama yang sangat ia sayangi itu.
ketika pulang kerja tiba tiba mobil Vina mogok di tengah jalan, untung saja hari masih terang tetapi jarang ada orang lewat. Vina pun memberanikan untuk mengecek kondisi mobil nya.
" duh kenapa sih ini mobil tiba tiba begini" gumam Vina dalam hati lalu turun untuk melihat apa yang terjadi, Vina pun membuka kap mobil nya, ketika di buka asap sudah mengebul.
" ya ampun gimana ini? mana aku gak ada nomor montir lagi" ujar Vina. ketika ia sedang ingin menelpon Zahra, tidak sengaja Arman melihat Vina yang ada di pinggir jalan lalu menepi kan mobil nya, yang kebetulan Arman juga baru pulang dari flight nya sehingga ia masih berpakaian pilot lengkap.
Vina melihat Arman yang berjalan mendekati nya dan mengenakan baju pilot itu pun membuat nya ingat kejadian awal mereka bertemu, membuat Vina tiba tiba jadi jengkel.
" mobil kamu kenapa Vin?" tanya Arman membuat Vina berhenti dari lamunan nya
" gak tau nih, tadi aku buka kap nya banyak banget asap nya" jawab Vina
" kamu sudah telpon montir?" tanya Arman
" aku gak punya" jawab Vina
" ckk dasar wanita" gumam Arman
" aku coba lihat dulu ya" ujar Arman lalu mengecek mobil Vina
" gimana man bisa?" tanya Vina
" ini harus di bawa ke bengkel Vin" ujar arman
" ya sudah nanti aku telepon kan derek, biar mobil kamu di derek ke bengkel saja"timpal arman
" oh oke terimakasih ya man" ujar Vina lalu duduk di depan mobil nya
" loh kamu ngapain? ayok tunggu di mobil ku saja, ini jalan sepi loh" ujar Arman menakuti Vina. Vina pun bergegas masuk ke dalam mobil Arman
" ternyata kamu penakut juga ya, padahal suka kemana mana sendiri bahkan ke tempat tempat jauh, masak di katain kayak tadi aja sudah takut" ujar Arman sembari tertawa
" kalau aku traveling ke tempat tempat aman, sedangkan disini kan kata nya banyak orang jahat. atau jangan jangan kamu orang jahat juga ya" ujar Vina.
" enak aja, gak di lihat apa tampang lelaki baik hati dan tampan ini, mana mungkin bisa jadi orang jahat" ujar Arman
" ihh pede banget sih" ujar Vina
__ADS_1
tak lama kemudian mobil Vina pun di derek dan mereka mengikuti mobil Vina hingga ke bengkel.
" sudah kamu di mobil saja, biar aku yang bicara sama montirnya" ujar Arman, Vina pun menurut.