
hari weekend Vina dan Zahra libur kerja. untuk mengisi waktu luang Vina mengajak Zahra untuk ikut pengajian di masjid dekat daerah mereka.
" Ra, yuk ngecas iman dulu pengajian di masjid komplek sebelah, udah lama juga kan kita gak pernah ikut beginian" ajak Vina kepada Zahra
" aku ragu Vin, ntar gak ada anak muda nya" ujar Zahra
" tenang Ra, zaman sekarang itu yang pengajian gak cuma ibu ibu. kaula muda juga banyak sekarang yang buat atau ikut pengajian Ra" ujar Vina meyakinkan Zahra
setelah di bujuk oleh Vina dengan susah payah akhir nya Zahra mau ikut dengan Vina. mereka pun pergi ke tempat pengajian tersebut. setelah sampai di mesjid Vina segera memarkirkan mobil nya. tanpa di sengaja ia juga melihat ibu Arman keluar dari dalam mobil. pada saat itu ibu Arman juga melihat Vina yang juga baru saja sampai di tempat itu.
Vina pun menghampiri ibu Arman, untuk menghargai teman mama nya itu.
" assalamualaikum Tante, Tante mau pengajian disini juga?" tanya Vina
" iya Vin, yuk bareng" ajak ibu Arman ke Vina
" iya Tante aku juga bersama temen ni, kenalin ini Zahra Tante" ujar Vina memperkenalkan Zahra.
akhirnya mereka masuk ke dalam mesjid. tanpa di sadari ada sepasang mata yang sedari tadi memperhatikan mereka.
" kenapa dia makin cantik sih" gumam Arman sembari memperhatikan Vina bersama mama dan teman nya menuju ke mesjid. Arman pun menunggu ibu nya sampai selesai. saat ini Arman mulai melihat sosial media milik Vina lagi. ia menatap foto Vina yang terlihat begitu cantik. ia pun teringat pertama kali bertemu dengan Vina, ia merasa dunia ini sangat sempit dengan apa yang telah ia alami.
dia bingung harus mulai dari mana untuk mendekati Vina sesuai kemauan ibu nya. tanpa di perintahkan oleh ibu nya sebenarnya ia juga telah menyukai Vina terlebih dahulu. tetapi ia enggan untuk langsung mengungkap kan nya. Arman takut Vina lari lagi seperti dahulu ketika ia tau calon tunangan yang ia tolak dulu adalah diri nya. ia malu kalau harus mengakui ke Vina bahwa diri nya lah yang telah di tolak oleh Vina.
tak terasa sudah 3 jam Arman menunggu ibu nya sampai sampai ia tertidur di dalam mobil sangkin lelah nya menunggu dan akhirnya pengajian mereka telah usai. terlihat ibu Arman bersama Vina berjalan ke mobil Arman.
" Vin kamu jangan pulang dulu ya, bentar ya Tante mau kenalin anak Tante dulu" ujar ibu Arman
" man Arman bangun sayang" ibu Arman menggoncang badan Arman untuk membangun kan nya. sontak Arman terkejut dan langsung terbangun.
" sudah selesai ma?" tanya Arman
" sudah , ayok sini mama mau kenalin kamu ke Vina secara resmi" ujar ibu Arman
__ADS_1
" malu ah ma, lain kali aja" tolak Arman
" sudah coba dulu" ujar ibu Arman, akhir nya setelah di bujuk Arman pun mau menghampiri Vina.
Arman pun keluar dari dalam mobil nya sontak membuat Vina dan Zahra kaget
" Vin itu kan cowok yang waktu itu cewek nya ada masalah sama kamu kan" bisik Zahra
" iya Ra, apa dia anak nya Tante itu?" tanya Vina kebingungan
" kenalin Vin ini Arman anak Tante" ujar ibu Arman memperkenalkan anak nya
" hihi iya Tante, Vina sudah kenal Arman" jawab Vina dengan tersenyum kecut
" oh jadi kalian sudah dekat ya?" tanya ibu Arman
" o-oh tidak Tante . kami hanya pernah bertemu beberapa kali saja kok Tante" ujar vina
" iya ma, kami cuma pernah bertemu beberapa kali" ujar Arman memvalidasi
" iya Tan, insya Allah lain kali ya Tante. Oya kami izin pulang duluan ya Tante " ujar Vina
" tunggu Vin, bulan depan Tante akan mengada kan pertunjukan design baju Tante yang terbaru. kamu jadi kan ikut jadi model nya" ujar ibu Arman
" ma dia bukan model, ada ada saja deh mama ini. nanti pertujukan mama rusak bagaimana " celetuk Arman
" benar yang dikatakan Arman Tante sebaik nya cari model yang lebih profesional saja Tante. saya permisi assalamualaikum " ujar Vina dan zahra langsung meninggalkan Arman dan ibu nya.
Arman dan ibu nya juga masuk ke dalam mobil. di perjalanan ibu Arman marah atas sikap Arman barusan.
" nak bisa gak kamu jaga sikap kamu itu? bagaimana kamu mau dekat dengan Vina kalau sikap kamu seperti yang tadi itu. itu sama saja kayak kamu merendahkan Vina loh" ujar ibu Arman menasehati Arman
" ma Arman bicara apa ada nya. Arman gak mau acara mama rusak cuma karena mama ingin dia dekat dengan Arman" jelas arman
__ADS_1
" Mama tau kamu mau yang terbaik juga buat mama tapi tidak perlu seperti berkata yang tadi Arman. kan acara nya 1 bulan lagi. dia masih bisa di latih nak" ujar ibu Arman
" terserah mama aja deh. Arman sudah peringatkan " ujar Arman
sementara itu Vina yang sedang menyetir mobil pun tampak kesal dengan omongan Arman yang tadi.
" tau kok aku bukan model, tapi kan gak perlu sampai berbicara seperti itu" ujar Vina kesal
" iya tuh minta di cabe mulut nya" timpal Zahra
" lagian kan yang nyuruh mama nya, kok dia sih yang sewot" lanjut Zahra
" kayak nya Arman tu emang punya dendam pribadi den sama kamu Vin" ujar Zahra
" ya mungkin lah. sebab kami pun dari awal bertemu juga selalu bertemu dengan hal yang tidak mengenal kan" ujar Vina
" ya sudah deh biar bisa lupain kejadian yang tadi yuk ke mall" ajak Vina
" stres Lo Vin, masak kamu mau ajak aku jalan jalan pakai gamis kayak gini. yang bener aja Vin, nanti di kira Tante Tante aku tu sama orang orang" keluh zahra
" enggak kok kamu cantik pakai pakaian seperti ini" ujar Vina meyakinkan
" hei Vin, gua ni bukan elu. kamu mah udah terbiasa pakai pakaian begini. udah gitu kamu memang dari sono nya udah kayak bidadari. lah gua!!!" tolak Zahra
" cantik kok udah Ayuk" ujar Vina. tanpa memperdulikan rengekan Zahra, Vina tetap melajukan mobil nya sampai ke parkiran mall.
" yakin kamu gak mau turun ra? ya sudah aku tinggal ya?" ujar Vina menakuti Zahra
" ya jangan di tinggal dong. iya iya aku ikut" ujar Zahra lalu ikut keluar dari dalam mobil.
" bener aku gak kayak Tante Tante kan Vin? " tanya Zahra
" bener Ra, pokok nya kamu cantik pakai itu titik." ujar Vina.
__ADS_1
mereka pun memasuki mall dan belanja beberapa barang untuk menaikan mood Vina.