
hari ini Vina masuk kerja seperti biasa nya. ketika ia sampai di meja kerja nya, ada seseorang yang menghampiri diri nya.
" gimana Vin sudah baikan?" tanya pak zio yang tiba tiba mengagetkan Vina.
" sudah pak Alhamdulillah" jawab Vina dengan suara sedikit gugup.
" Oya kerjaan kamu yang kemarin itu sudah selesai? besok klien akan datang. jadi kalau bisa kamu selesai kan hari ini. tetapi kalau kamu masih sakit ya sudah saya nanti cari cara bagaimana cara mengundur waktu pertemuan" jelas pak zio dengan tegas. ia pun melangkah pergi dari meja kerja Vina ke ruangan nya.
" buset dah. pagi pagi muka nya udah ketat begitu, semalam kata nya dia bos baik hati. apa apaan masih pagi sudah buat mood orang hilang" gumam Vina kesal. Zahra yang baru datang dari pantry pun heran melihat Vina pagi pagi muka nya sudah di tekuk.
" hei anak perawan!! masih pagi muka nya udah ketat banget. jauh jodoh nya baru tau" gurau Zahra.
" eh Ra, kamu buat kopi kok sendiri sendiri sih. buat aku mana?" tanya Vina mengalihkan pembicaraan
" Yee tinggal buat aja repot amat sih lu" ujar zahra
Vina pun segera ke pantry berniat untuk membuat kopi untuk nya. tiba tiba pak zio sudah ada di belakang nya yang membuat nya terkejut.
" astaghfirullah!!!" Vina tersentak
" kamu ini memang hobby kaget ya" tanya pak zio
" maaf pak saya seperti nya kaget kalau ketemu bapak aja" ujar Vina ketus. ia pun segera kembali ke meja kerja nya dan tidak jadi membuat kopi.
" loh kamu ke pantry ngapain Vin? cuma absen doang sama pantry" ujar Zahra bingung melihat sifat Vina
__ADS_1
" tu bos kamu, kerjaan nya buat orang bete terus" keluh Vina
" ya kan emang bos kita seperti itu. sabar sabar aja lah" ujar Zahra.
suara kantor begitu sunyi hanya terdengar suara ketikan keyboard atau suara mesin foto copy.
Vina juga tengah sibuk mengerjakan proyek yang di tagih pak zio tadi.
seperti biasa pak zio lagi lagi mengagget kan Vina dengan berdiam diri di samping Vina tanpa bertanya apa pun. hanya memperhatikan kerja Vina. ketika Vina menoleh ke kanan betapa ia terkejut ternyata sedari tadi ia di perhatikan.
" astaghfirullah!!!" ucap Vina terkejut
" tuh kan terkejut lagi. memang seperti nya dugaan saya gak salah sih" gurau pak zio
" keruangan saya yah" ujar pak zio lalu pergi meninggalkan Vina. Zahra yang berada di sebelah Vina juga ikut bingung melihat sikap pak zio.
" kan bisa ya nelpon atau gak bilang ke sekertaris nya untuk sampaikan maksud nya" ujar Zahra kepada Vina
" entah lah Ra, mungkin telepon di kantor kita cuma pajangan" ujar Vina lalu meninggalkan meja kerja nya dan pergi ke ruangan pak zio
tok..tok .tok
" permisi pak" ujar Vina
" ya masuk aja" pak zio mempersilakan
__ADS_1
" duduk sini Vin" ujar pak zio
" maaf pak ada apa ya pak?" tanya Vina yang ketakutan jika dia akan di pecat.
" besok client minta ketemu nya di puncak sekalian nya berlibur kata nya. apa kamu bersedia?" tanya pak zio
" saya tergantung bapak sebagai atasan saya" ujar Vina
" oke berarti kita deal kan ni ya bertemu klien di puncak?" tanya pak zio
" terserah bapak. tapi pak saya ingin bertanya. yang akan bertemu klien hanya saya sendiri ya pak?" tanya Vina
" enggak kamu nanti akan di temani dengan salah satu staf dan juga saya" ujar pak zio
" baik pak " ujar Vina. lalu melangkah keluar.
ketika sampai di meja kerja Vina tampan sangat sumringah
" kenapa kamu Vin? keluar dari kantor bos kayak habis dapat jackpot aja" ujar Zahra
" emang ia. akhir nya aku bakal kerja sekalian nyalurkan hobby. walau sekali gak papa deh aku seneng banget " ujar Vina yang sangat antusias
" emang apa Vin? cerita dong " pinta Zahra
" nanti aja ah dirumah. aku lagi sibuk ni. proyek ku harus selesai hari ini juga" ujar Vina
__ADS_1