
pagi itu Vina berangkat bersama Zahra kekantor menggunakan mobil Zahra. seperti biasa mereka mengerjakan kerjaan kantor hingga jam pulang kerja tiba. tetapi tiba tiba Vina di suruh lembur oleh bos nya sebab ada proyek penting yang harus di selesai kan Vina hari itu juga.
" Vin kamu gimana? naik taksi online aja gak papa kan?" tanya Zahra memastikan
" iya santai, kamu pulang saja duluan, kayak nya juga aku gak sampai larut malam sih jadi gak terlalu takut " ujar Vina
di luar dugaan Vina ia ternyata pulang hingga larut malam sendirian. ia pun keluar kantor dan segera ingin memesan taksi online. ia meraba raba tas nya, setelah ketemu ia segera ingin mencari taksi online. tetapi tidak sengaja ponsel nya mati. ia lupa mengecarge ponsel nya tadi.
" aduh kenapa sih di saat saat seperti ini aku malah ceroboh" pikir Vina
" ya sudah deh aku cari taksi pinggir jalan saja siapa tau ada" gumam Nya
pun berdiri di tepi jalan berharap akan ada lewat taksi di depan nya, setelah 15 menit ia berdiri di tepi jalan tidak satu pun taksi lewat di depan diri nya. tiba tiba ada mobil mewah berwarna hitam berhenti tepat di depan nya.
begitu kaca mobil diturun kan ternyata Arman.
" kamu ngapain tengah malam berdiri sendirian disini?" tanya Arman
" aku nunggu taksi" jawab jutek Vina
" kamu mau sampai kapan nunggu, gak akan ada, setau aku jarang ada taksi lewat sini" ujar Arman. Vina hanya diam dan seperti mencari cari taksi dengan melihat mobil yang sedang lalu lalang.
" sudah ayok aku anterin saja, sudah malam. bahaya anak gadis jam segini menaiki kendaraan umum" ujar Arman. Vina yang mendengar itu pun seketika takut dan langsung masuk ke dalam mobil Arman.
Arman pun segera melajukan kendaraan nya.
" jalan saja nanti aku arah kan" ujar Vina masih dengan muka jutek nya
" kamu masih marah dengan ku? apa karena kejadian kemarin malam?" tanya Arman. Vina hanya diam tidak menggubris celotehan Arman
" oke oke aku minta maaf atas kejadian kemarin malam, aku tidak ada bermaksud membela Tara" jelas Arman
" gak ada bahas kesitu juga kok" ujar Vina
" kalau begitu aku ingin bertanya lain boleh?," izin Arman
"hmm" jawab Vina singkat
" kamu memang asli nya berhijab ya?" tanya Arman
__ADS_1
" pertanyaan macam apa itu? harus kah aku jawab" ujar Vina marah
" bukan begitu, aku salut sama kamu, dimana anak seusia kita biasa nya pada pamer dengan bentuk tubuh nya kamu malah kamu sembunyikan " ujar Arman
" hufft..." Hela nafas panjang Vina
" begini ya, aku berhijab sebab itu kewajiban muslimah, aku juga tidak ingin membanding banding kan diri ku dengan orang lain. biarlah orang lain memegang prinsip apa, sedangkan aku harus sesuai agama ku" jelas Vina. mendengar jawaban itu Arman seketika takjub dengan pemikiran Vina
" lantas sampai kapan kamu akan menutup aurat kamu itu?" tanya Arman lagi
" sampai selama nya hingga akhir hayat ku" jawab Vina.
" loh jadi kamu di depan suami kamu besok juga pakai hijab juga? kasihan sekali suami mu tidak bisa melihat kecantikan istri nya haha" gurau Aan.
" gak lucu " jawab Vina jutek
akhirnya setelah mengarah kan Arman mereka pun sampai dirumah Vina.
" oh ini rumah kamu, bagus juga ya sekelas design grafis seperti mu" ujar Arman
" tidak usah mengejek ku" ujar Vina lalu meninggalkan Arman. Arman pun berteriak memanggil nama Vina
" VINA!!!" panggil Arman. Vina pun segera menghampiri Arman
" lagian kamu main kabur aja gak ada terima kasih nya gitu sudah aku anterin " ujar Arman
" oke makasih" ujar Vina dengan jutek lalu segera meninggalkan Arman. Arman hanya senyum senyum melihat tingkah Vina lalu bergegas meninggalkan rumah Vina.
ketika Vina akan membuka pintu ia di kaget kan dengan Zahra
" hayoo!!!"
" astaghfirullah Zahra" tegur Vina sambil memberikan pukulan kecil kepada Zahra
" aku kayak gak asing sama yang nganterin kamu barusan" ujar Zahra
" kamu dari tadi ngintip ya??," tanya Vina
" ya habis nya kalian berisik banget" ujar Zahra
__ADS_1
" oh iya aku ingat siapa dia, itu kan pacar nya yang kamu tabrak kemarin Vin" ujar Zahra. Vina pun terkejut melihat Zahra spontan berkata seperti itu
" iya gak sengaja tadi ketemu" ujar Vina dengan muka datar
" jangan jangan kalian ada main belakang ya? " tanya Zahra
" gila kamu ya, ini cuma kebetulan aja kok " Vina segera menutup pintu lalu meninggal kan Zahra. Zahra pun mengekori Vina berjalan
" Vin jujur kamu sama aku" desak Zahra
" pantes semalam dia kayak bela kamu banget" timpal Zahra
" Zahra stop ya jangan berbicara yang tidak tidak, aku sama Arman cuma tidak sengaja bertemu" tegas Vina
" oh Arman nama nya" ujar Zahra sambil cekikikan
" ah tau ah , aku mau mandi dulu" ujar Vina meninggal kan Zahra
sementara itu kini Viko telah menemukan dimana Vina sekarang, hanya saja vino tidak berani mengajak nya pulang. hanya memberi kan pesan.
" Vin besok bertemu yuk, ada yang mau aku bicarakan" tulis pesan vino. Vina yang baru selesai mandi segera melihat ponsel nya dan ternyata ada pesan nomor tak di kenal.
begitu ia membuka pesan nya baru lah ia tau yang menghubungi nya adalah saudara kembar nya. ia pun setuju untuk menemui Viko.
setelah beberapa hari Vina dan Viko akhir nya bertemu dan saling melepas rindu.
" kamu kapan pulang kerumah? Mama sakit" ujar Viko. Vina pun langsung cemas mendengar keadaan ibu nya
" ya Allah jadi bagaimana? sudah dibawa kerumah sakit" ujar Vina
" Mama tidak butuh rumah sakit. ia hanya butuh kamu, ia sangat merindu kan mu" ujar Viko
" maaf vik untuk saat ini aku bener bener tidak bisa pulang vik. papa masih membenci ku kan?" tanya Vina. viko hanya menunduk diam
" baiklah vik aku sudah tau jawaban nya tanpa harus kamu beri tahu"
" tugas kamu jagain mama ya, kata kan pada mama kalau aku baik baik saja. bahkan aku sudah bekerja di perusahaan tanpa bantuan orang tua kita" ujar Vina
" ya sudah Vin jikalau itu memang keputusan mu. aku hanya memberi kan kabar yang aku ketahui. jika semua nya sudah membaik pulang lah" ujar Vina
__ADS_1
" aku akan pulang dengan sendiri nya vik. sabar saja ya. ya sudah aku pamit dulu ya" ujar Vina lalu meninggal kan Viko.
Vina hanya menangis sambil berjalan atas apa yang telah terjadi. ia juga sangat sedih mendengar keadaan ibu nya. ia sangat bingung. tetapi ia tidak bisa berbuat apa apa. sebab jika ia pulang malah akan membuat masalah baru kepada ayah nya.