Cinta Palsu Suamiku

Cinta Palsu Suamiku
Kekesalan Nandini


__ADS_3

Setelah berhasil membuat Nandini kembali meratapi nasib nya, kini Akas langsung menuju ke ruang kerja yang ada di dalam mansion tersebut...


Dan sesampainya di dalam Akas kembali menghubungi salah satu anak buah yang sudah dia masukkan kedalam perusahaan milik mertua nya sendiri...


"Bagaimana...? apakah kau sudah melakukan tugas yang aku berikan kepada mu? ".


Tanya Akas memasang wajah yang sangat sangar


" Sudah tuan muda, semua telah berjalan sesuai rencana kita, aku telah berhasil membobol data keuangan milik perusahaan Bagas Sanjaya, dan tinggal menunggu beberapa jam lagi, aku yakin bom itu akan segera meledak dengan sangat dahsyat "


Jawab seorang pria yang ada di dalam telfon..


Akas langsung tersenyum menyeringai, kini tinggal menunggu kabar selanjutnya atas kehancuran perusahaan milik Bagas Sanjaya yang segera menjadi debu..


"Bagus, segera hubungi aku jika bom yang kau pasang sudah meledak dengan dahsyat, aku akan menantikan kabar tersebut dengan hati bahagia"


"Tentu bos, jika begitu, aku akan kembali memantau nya lagi"


Ucap pria tersebut mematikan telfon nya,


Akas langsung duduk di kursi kebesaran nya, akhirnya apa yang dia khayalkan sejak lama bisa berjalan dengan lancar...


Bahkan Bagas Sanjaya sendiri tidak dapat menyadari pergerakan Akas, karena pria itu telah datang dengan menyamar sebagai seorang malaikat penyelamat..


Setelah memberikan suntikan dana untuk kedua kali nya, Akas langsung meminta mertua nya agar mengizinkan Akas untuk menaruh satu orang milik nya yang bekerja di bagian keuangan..


Tentu saja permintaan sederhana itu langsung di setuju oleh Bagas Sanjaya tanpa curiga sedikit pun...


Dan kini tanpa Bagas tahu, jika orang suruhan Bara sudah mengobrak abrik data keuangan perusahaan nya, bahkan Bagas juga dibuat terlibat dengan penipuan investasi dan juga pembayaran hutang yang menunggak sangat banyak...


Dengan begini perusahaan tersebut langsung bangkrut dengan cara yang singkat ketika bom waktu mulai meledak dengan sangat hebat...

__ADS_1


Jika Akas sedang menantikan kabar bahagia tersebut, lain hal nya dengan Nandini..


Kini wanita malang itu mulai bangkit dari duduk nya, dia sudah bertekad jika pernikahan palsu yang dia lakukan bersama Akas memang sudah tidak dapat di pertahan kan lagi..


Jadi tidak ada guna nya juga untuk dia mempertahankan pernikahan yang tidak mempunyai pondasi di bawah nya...


Karena fakta nya, Akas memang tidak pernah mencintai ataupun menyukai diri nya, ada niat terselubung yang Akas rencana kan untuk menikahi dirinya dan Nandini belum bisa mengetahui apa rahasia dari semua itu...


"Baiklah.... karena kau sudah mengakui semua kecurigaan ku selama ini, maka aku tidak akan berharap apa pun lagi dengan pernikahan palsu ini, aku tidak akan mempertahankan mu mas Akas"


Ucap Nandini sambil menghapus air mata nya yang masih tersisa di pipi...


Setelah itu, Nandini mulai bangkit dan berdiri dengan tegak, tujuan nya saat ini adalah menghubungi kedua orang tua nya..


Karena Nandini akan segera pergi dari mansion neraka tersebut...


Sesampainya di dalam kamar, Nandini langsung mengambil handphone milik nya yang ada di dalam tas.


Tut..... tut.... tut...


Terdengar suara sambungan telfon yang belum juga di angkat , membuat Nandini merasa sedikit kesal..


"Mama... kau harus mengangkat telfon ku mama"


Ucap Nandini dengan perasaan panik....


Sudah berkali kali Nandini menghubungi nomor handphone mama nya, tapi belum juga di Jawab oleh wanita paruh baya tersebut..


Hingga hampir sepuluh kali panggilan, akhirnya mama Anjani mulai mengangkat panggilan dari putri nya itu...


"Hallo sayang, maaf ya jika mama terlambat mengangkat panggil dari mu"

__ADS_1


Ucap Mama Anjani disebrang sana...


Sedangkan Nandini dia langsung menyampaikan apa yang dia alami saat ini, agar mama nya bisa mengirim orang dengan waktu yang cepat...


"Mama.... Nandini ingin meminta pertolongan mama, Sekarang juga tolong mama suruh orang orang kepercayaan mama untuk menjemput ku di negara B, aku mohon ma"


Kata Nandini dengan suara penuh kesedihan..


"Apa maksud mu Nandini? untuk apa kau meminta mama menyuruh orang menjemput mu? apakah kau ingin bermain main saat ini? "


"Ma... apa maksud perkataan mama, saat ini aku benar-benar serius mengatakan nya, aku ingin mama menolong ku keluar dari mansion milik mas Aska, karena aku tidak mau mati konyol di tangan pria gila itu ma"


"Nandini.... kenapa kau mengatai suami mu sendiri pria gila! apakah ini yang kau lakukan selama ini kepada nya Nandini, sehingga Akas merasa tidak puas dengan mu selama ini, kau benar-benar tidak bisa belajar menjadi istri yang baik Nandini"


Kata mama Anjani menceramahi putri nya, Nandini langsung terdiam membisu saat mendengar perkataan dari mama nya tersebut..


Apakah Akas sudah menghubungi Ibu nya terlebih dahulu dan mengatakan hal yang bukan bukan kepada keluarga nya, sehingga mereka mengetahui jika Dia lah yang tidak becus menjadi seorang istri..


"Ma... aku benar-benar berkata yang sebenarnya, mas Akas dia tidak pernah mencintai ku ma, dan dia menikahi ku hanya sebagai mainan saja, bahkan dia tidak pernah menganggap aku sebagai istri nya, dan yang lebih parah nya lagi, mas Akas melakukan semua ini karena dia memiliki niat jahat untuk ku ma, dia ingin membuat aku menderita dan tersiksa, mama... aku mohon, bantu aku agar aku bisa keluar dari tempat ini, saat ini mas Akas sudah menutup semua pintu dan jendela rumah dengan sangat rapat, sehingga aku tidak bisa keluar dari tempat neraka ini ma"


Jelas Nandini sambil menangis terisak, membuat wanita di sebrang sana langsung terdiam dengan pemikiran nya sendiri...


"Tidak... mana mungkin suami mu Akas melakukan hal seperti itu kepada mu Nandini, sedangkan dia sering mengatakan jika kau sangat bahagia hidup bersama dirinya, apakah kau tahu Nandini, suami mu Akas sudah kembali menyuntikkan dana yang sangat besar di perusahaan ayah mu, dan dia juga selalu mengirim kan mama uang untuk jajan dan juga ke salon, jadi sangat mustahil jika Akas bisa sejahat itu dengan mu Nandini, mama yakin pasti kau sedang mengeprank mama sekarang kan? "


Tanya Mama Anjani membuat Nandini berdecak dengan kesal...


"Mama... apakah mama kira aku telah berbohong, jika memang mama menganggap aku sebagai putri mama, maka lakukan apa yang aku katakan ma,, atau kau akan kehilangan ku untuk selamanya "


Ucap Nandini dengan nada mengancam, wanita itu sungguh kesal dengan mama nya sendiri, karena Mama nya lebih mempercayai Akas yang selalu memberikan mereka uang yang banyak dari pada mempercayai perkataan putri mereka sendiri....


"Tidak... mama tidak akan percaya, sekarang kau jadi lah istri yang baik untuk suami mu Nandini, jangan sampai kau bercerai dari Akas"

__ADS_1


Kata mama Anjani langsung mematikan panggilan nya,


__ADS_2