Cinta Palsu Suamiku

Cinta Palsu Suamiku
kebusukan Bagas Sanjaya


__ADS_3

Setelah telfon itu terputus karena di matikan oleh mama nya, Nandini langsung Menelungkupkan wajah nya di atas ranjang yang sedang dia duduki..


Sungguh hati Nandini benar-benar merasa sangat kecewa, bukan hanya suami nya saja yang tidak menganggap dirinya, tapi kedua orang tua nya juga sudah sama saja..


Mereka berdua melupakan Nandini setelah mendapat kan harta yang banyak dari Akas, hingga mereka selalu menyanjung Akas dan mempercayai semua perkataan dari pria jahat tersebut..


"Hiks... hiks... sekarang apa yang harus aku lakukan, bahkan kedua orang tua ku sendiri,, sudah tidak mempercayai aku lagi, mereka benar-benar sudah di butakan oleh harta, aku tidak mau jika harus terkurung di dalam mansion neraka ini"


Ucap Nandini sambil terisak sedih...


Masih teringat dengan jelas, atas perkataan Akas, yang mengatakan jika dia menjadi jahat seperti seorang monster karena ulah dari orang terdekat Nandini,


Lalu... siapa orang yang Akas maksud, kenapa juga Akas menyangkut pautkan dirinya dengan orang tersebut,


Nandini mulai merasakan sakit di kepala nya karena terlalu lelah berfikir, dia benar-benar tidak mengetahui apa pun soal kehidupan dan masa lalu dari suami nya itu..


"Sebenernya siapa yang mas Akas maksud , yang menyebabkan dirinya menjadi jahat dan ingin membalas nya melalui diri ku, bukan kah kami baru saling mengenal, lalu.. kenapa mas Akas mempunyai niat jahat kepada ku, sebenarnya apa yang mas Akas sembunyikan"


Gumam Nandini dengan perasaan bingung dan juga penasaran...


Setelah itu Nandini mulai bangkit dari duduknya sambil mondar mandir kesana kemari, untuk mencari cara agar dia bisa melarikan diri dari mansion neraka yang di tempati saat ini...


*****


Tepat pukul tiga siang, telah terjadi kericuhan di dalam perusahaan milik Bagas Sanjaya, pria paruh baya itu tiba-tiba di demo oleh para klien nya karena telah melakukan penipuan secara besar-besaran...


Bagas yang mengetahui hal itu pun, langsung bersembunyi di dalam ruang kerja milik nya, dia benar-benar tidak tahu, kenapa kejahatan nya yang dia lakukan dengan beberapa klien bisnis nya, malah menjadi merambat kemana mana...


Bukan hanya lima klien saja yang menuntut ganti rugi atas penipuan yang Bagas Sanjaya lakukan, tapi ada dua puluh orang lebih yang telah membuat pengaduan kekantor polisi dengan kasus yang sama...


Bagas benar-benar, syok atas kabar tersebut, dan saat ini, dia sudah di kepung oleh para klien yang mencari nya, begitu juga dengan para karyawan yang menuntut keadilan dari seorang Bagas Sanjaya...


Pasal nya sudah satu bulan ini, Bagas tidak membayar kan gajih para karyawan dengan lancar, pria paruh baya itu, lebih sibuk memenuhi ambisi nya untuk membuka perusahaan yang lain

__ADS_1


Dan saat ini, Bagas sudah terjebak dengan kejahatan nya sendiri, segala kebusukannya yang telah dia tutupi puluhan tahun lama nya telah terbongkar dengan sangat transparan...


Bagas yang mulai panik pun langsung menghubungi nomor handphone istri nya ..


"Hallo ma.. kamu dimana sekarang ma? "


Tanya Bagas dengan suara bergetar..


Mama Anjani langsung menjawab pertanyaan dari suami nya tersebut, dia sedikit menjauh dari tempat perkumpulan ibu ibu sosialita yang sedang dia singgahi..


"Memang nya ada pa, mama lagi sibuk ini gabung sama teman teman arisan mama"


Jawab Mama Anjani dengan kesal, karena sedari tadi terus di ganggu oleh putri nya dan juga suami nya sendiri...


"Ma... apakah kau tidak tahu, jika di perusahaan milik ku sekarang sedang terjadi keributan, mereka para klien yang telah aku tipu, sekarang mereka datang untuk menuntut ku ma, dan yang lebih parah nya lagi, mereka sudah melaporkan aku kepada polisi, jadi sekarang juga kau harus menolong ku ma"


Ucap papa Bagas memohon,


Bagaimana mungkin perusahaan suami nya yang sudah berjalan dengan sukses kini malah tersandung dengan masalah penipuan..


Memang benar jika keberhasilan yang Bagas dapat kan tidak murni dari usaha nya sendiri, terselip kelicikan dan tipu muslihat yang telah dia lakukan kepada Para klien yang bekerja sama dengan suami nya...


"Tidak... bagaimana mungkin ini bisa terjadi pa, bukan kah kau sudah menutupi nya dengan sangat rapi, bahkan selama puluhan tahun telah berjalan, kita tetap aman aman saja kan pa? "


Tanya mama Anjani dengan berteriak histeris...


"Aku juga tidak tahu ma, sekarang cepat kau jemput aku, bawa aku keluar dari kantor ini, jangan sampai para polisi menangkap ku Anjani"


Ucap papa Bagas merasa tidak sabaran,


Dengan cepat mama Anjani langsung mematikan handphone milik nya, dia harus bisa menyelamatkan suami nya sebelum para polisi menangkap suami nya terlebih dahulu..


Saat akan pergi dari cafe tersebut, Tiba-tiba saja mama Anjani di tahan oleh salah satu teman nya,

__ADS_1


"Jeng Anjani, kamu mau pergi kemana? bukan kah acara kita belum selesai? ".


Tanya salah satu ibu sosialita tersebut,


" Maaf jeng, tapi aku harus pergi sekarang juga, karena ada masalah yang urgent "


"Benarkah begitu...? apakah ini masalah tentang penangkapan suami mu jeng Anjani? "


Tanya mereka membuat mama Anjani langsung terdiam membisu, bagaimana mungkin apa yang terjadi oleh suami nya malah sudah terdengar di kuping para teman teman sosialita nya..


"Apa maksud mu jeng Devi, kau jangan asal bicara ya"


"Cih.. jangan sok tidak mengakui nya jeng Anjani, kami sudah melihat berita nya yang telah di bagikan oleh banyak orang, suami mu telah melakukan penipuan kepada para klien bisnis nya dan juga tidak membayar uang karyawan yang bekerja di perusahaan milik nya, bagaimana mungkin kau dan suami mu melakukan kejahatan itu jeng Anjani"


Ucap Ibu tersebut dengan wajah mengejek..


begitu juga dengan para ibu sosialita yang lain nya..


Mereka mulai bangkit dari berdiri nya untuk menahan kepergian mama Anjani...


"Sekarang kau sudah bangkrut jeng Anjani, tapi kami tidak akan mau tahu, kau harus tetap membayar uang arisan kepada kami, karena kau sudah menikmati uang nya"


"Baiklah... itu tidak masalah untuk ku, apakah setelah suami ku di tangkap kalian mengira kau telah jatuh miskin? jangan lupa jika aku memiliki menantu yang sangat kaya raya di negara B, jadi aku akan tetap kaya dan bisa melunasi uang Arisan kepada kalian semua"


"Bagus jika begitu jeng Arimbi, sekarang cepat kau berikan uang arisan nya"


Ucap Ibu itu sambil menengadah kann tangan nya..


Dengan cepat mama Anjani mengeluarkan segepok uang yang harus dia bayar, dan setelah itu dia langsung pergi meninggalkan cafe tersebut untuk melihat keadaan suami nya..


"Sial... sebenarnya apa yang terjadi, kenapa sangat tiba tiba seperti ini, jika memang mas Bagas di tangkap oleh polisi, itu arti nya aku harus secepatnya menelfon menantu ku Akas"


Ucap mama Anjani sambil masuk kedalam mobil milik nya...

__ADS_1


__ADS_2