
Nandini tampak tersenyum malu saat melihat Laura yang sedang memperhatikan dirinya dengan sangat intens..
Nandini tidak tahu apa yang sedang wanita itu pikirkan saat ini, tapi Nandini benar-benar merasa risih dan juga tidak tenang..
Dia hanya memakai bathrop yang tersedia di dalam kamar mandi, karena Nandini lupa mengambil pakaian yang ada di dalam koper milik nya..
Laura yang mengetahui hal itu pun langsung berjalan mendekat ke arah Nandini berdiri, wanita itu menyunggingkan senyuman yang sangat manis...
"Nandini... apakah kau lupa membawa pakaian ganti mu? "
Tanya Laura dengan ramah
"Iya..., saya lupa nona Laura, dan ini saya akan mengambil pakaian saya yang ada didalam koper"
Jawab Nandini merasa sedikit malu, hingga tak lama kemudian, terlihat jika Laura telah mengeluarkan sebuah baju yang ada di dalam tas milik nya..
"Nandini... aku tadi sempat membelikan mu beberapa pakaian, maaf ya jika aku telah lancang melakukan nya,dan aku sengaja membeli nya karena mengira jika kau tidak memiliki pakaian ganti"
"Eh.... kenapa nona sangat repot repot seperti itu, seharusnya nona tidak perlu melakukan nya, karena saya masih memiliki banyak pakaian ganti"
"Iya.. aku tidak tahu jika kau memiliki banyak pakaian ganti, karena awal nya aku mengira jika kau pasti tidak akan sempat pergi sambil membawa pakaian milik mu, sekarang pakai lah apa yang sudah aku belikan ini Nandini, aku mohon jangan menolak nya"
Ucap Laura dengan mata memelas, membuat Nandini merasa tidak enak.
Dengan perlahan Nandini mengulurkan sebelah tangan nya untuk menerima pakaian yang Laura berikan...
"Terimakasih nona Laura, aku akan memakai nya sekarang juga"
"Baiklah Nandini, segera kenakan pakaian ini, dan aku akan menunggu mu di luar kamar saja"
"Iya, sekali lagi terimakasih Nona"
"Sama sama Nandini, oya setelah selesai memakai baju, kau segera lah memakan makan siang mu yang ada di atas nakas, jangan sampai kau terlambat makan Nandini"
Ucap Laura memperingatkan, membuat Nandini langsung mengangguk kan kepala nya dengan menurut, setelah itu Laura mulai melangkah kan kaki untuk meninggalkan kamar tersebut..
Setelah kepergian Laura, Nandini mulai membuka bungkusan pakaian tersebut..
Ada sebuah gaun yang sangat cantik dan lengkap dengan pakaian dalam nya, Nandini yang awal nya merasa malu pun kini langsung mengambil dan mengenakan pakaian itu..
__ADS_1
Hingga detik kemudian, Nandini di kejutkan dengan ukuran dari gaun tersebut, gaun nya terlihat sangat pas dan serasi di tubuh Nandini..
"Wah... ini benar-benar sangat pas di tubuh ku, ternyata selera Nona Laura tak berbeda jauh dengan selera yang aku miliki"
Ucap Nandini sambil menatap ke arah cermin rias yang ada di dalam kamar
Setelah memakai gaun tersebut, Nandini pun mulai sedikit merias wajah nya agar tidak tampak terlalu pucat, tak lupa juga Nandini memakai liptin di bibir nya supaya terlihat lebih fresh saat akan pulang menuju ke bandara nanti malam
Hingga beberapa menit kemudian, Nandini sudah selesai dengan kegiatan nya tersebut, kini penampilan Nandini tampak lebih sempurna, dan dia yang merasa sedikit tenang pun mulai melangkah kan kaki nya untuk mendekati pintu kamar hotel yang telah tertutup dengan rapat,
Nandini berencana akan mengucapkan terimakasih kepada Laura , karena telah menolong dirinya dan membawa Nandini pergi dari mansion neraka milik suami nya Akas.
.
Dan setiba nya di luar pintu yang sudah sedikit terbuka, tiba tiba saja Nandini di kejutkan dengan sebuah percakapan di dalam telfon yang membuat Nandini langsung terdiam membisu..
Nandini mencoba untuk mendengarkan pembicaraan itu, dengan menutup sedikit pintu kamar agar tidak di ketahui oleh Laura...
"Hallo mas Akas, iya ini aku lagi keluar sebentar ke mall mas,"
"Maaf ya, karena tidak memberitahu kamu terlebih dahulu"
"Kenapa tidak pulang dulu ke mansion nya Nandini? bagaimana jika dia merasa senang karena kau tidak kembali ke tempat itu mas"
"Iya... baiklah, terserah mas Akas saja, tapi... aku ingin mengajak mas untuk bertemu nanti sore, mas bisa kan menemui ku di hotel Seroja, ? "
"Rahasia dong, aku ingin mengajak mas makan malam dan Memberikan sebuah kejutan tak terduga untuk mu mas"
"Iya , ingat jangan terlambat ya sayang, aku akan marah jika kau tidak melakukan nya tepat waktu"
"Baiklah.. aku juga mencintai mu suami ku"
"Bay...... "
Ucap Laura dengan perkataan terakhir nya sebelum dia menutup telfon tersebut...
Nandini yang bisa mendengar pembicaraan yang Laura ucapkan pun langsung merasa sangat terkejut setengah mati...
Apakah ini nyata, apakah dia sedang di permainkan untuk yang sekian kali nya..
__ADS_1
Ya Tuhan... bagaimana mungkin, orang yang dia kira sebagai dewi penolong untuk nya, ternyata sangat mengenal dekat suami nya Akas...
Dan tunggu..., tadi wanita itu sempat mengucapkan kata "Aku juga mencintai mu suami ku"
Apakah itu maksudnya....!
Tidak... apakah itu artinya Laura adalah istri Akas juga, jadi... sebelum menikah dengan nya apakah Akas telah memiliki istri yang lainnya..
Sungguh semua teka teki itu benar-benar telah memporak porandakan perasaan dan hati Nandini...
Haruskah dia hancur dan merasa dikhianati oleh suami nya sendiri,
Tapi.. bukan kah sedari awal suami nya Akas tidak pernah menganggap kehadiran dirinya..
Lalu.. apa maksud dari wanita tersebut, sehingga dia membantu Nandini untuk keluar dari mansion neraka milik Akas...
Apakah masih ada lagi rencana jahat yang akan mereka main kan untuk dirinya, tidak... Nandini tidak bisa membiarkan hal itu terjadi..
Kini Nandini harus bisa lepas kembali dari wanita tersebut, jangan sampai dia terjatuh di dalam lubang yang sama...
"Aku tidak boleh menyerah, aku harus bisa pergi dari wanita itu, jika benar wanita itu adalah istri dari mas Akas, sudah pasti dia juga memiliki niat jahat kepada ku, ya Tuhan aku mohon, bantu lah aku Tuhan"
Ucap Nandini di dalam hati nya sambil meneteskan air mata yang sudah tidak tertahan kan lagi..
Kenapa bisa kehidupan nya berubah dengan sangat cepat, jika memang kedua orang tua nya pernah melakukan kejahatan di masa lalu..
Bukan kah mereka para pendendam itu sudah menghukum kedua orang tua nya dengan sangat keji, lalu kenapa juga dia harus terkena dampak dari perbuatan orang tua nya di masa lalu
Bahkan Nandini tidak mengetahui apa pun soal pembunuhan tersebut, sungguh ini semua sangat tidak adil untuk Nandini..
Dan dia akan berusaha keras agar bisa terlepas dari kejahatan mereka berdua..
"Kau sedang apa Nandini? "
Deghh.......
Jantung Nandini langsung terlonjak kaget saat mendengar suara tersebut..
Membuat Nandini tersadar dari lamunan nya yang sedang duduk di atas ranjang .
__ADS_1
Laura telah berdiri tepat di depan pintu kamar, sambil menatap ke arah Nandini, dengan tatapan yang tajam...