
Kini tatapan mata kedua wanita tersebut sudah saling bertemu ,
Laura yang merasa aneh dengan sikap Nandini pun mulai memperhatikan dia dengan seksama...
Begitu juga dengan Nandini, wanita itu tiba-tiba saja merasa takut saat mengingat kembali pembicaraan yang baru saja dia dengar beberapa menit yang lalu...
Pemikiran Nandini tentang kejahatan Akas kepada nya, langsung menghantui diri nya kembali, bagaimana jika wanita yang ada di depan nya saat ini ternyata sama saja dengan Akas, yang ingin menyiksa dan membuat dirinya menderita...
Sungguh.... dada Nandini langsung berdebar dengan kencang, jangan sampai dia jatuh di dalam lubang yang sama lagi..
Karena jika benar Laura adalah istri sah dari Akas suami nya, itu artinya Laura mengetahui tentang pembalasan dendam yang sedang suami nya itu lakukan...
Jika tidak , mana mungkin Laura mengetahui keberadaan Nandini dan mencoba bersandiwara menjadi seorang dewi penolong untuk dirinya....
"Nandini.... apa yang sedang kau pikirkan saat ini? wajah mu terlihat seperti orang yang sedang panik?"
Tanya Laura sambil melangkah mendekati wanita tersebut..
Nandini yang mulai tersadar dari rasa takut nya pun mulai berusaha untuk bersikap biasa kembali...
"Eh... ee.... aku... tidak ada apa apa nona Laura, mungkin aku hanya sedikit merasa kelelahan saja"
Jawab Nandini sedikit gugup
"Oh.... jika kau kelelahan maka kau harus beristirahat di dalam kamar ini saja Nandini, sebelum malam tiba,oya untuk gaun yang aku belikan untuk mu tenyata sangat cocok di tubuh mu ya Nandini, kau terlihat tampak cantik sekarang"
"Benarkah nona....! terimakasih karena sudah membelikan saya gaun sebagus ini nona"
"Ya... tidak masalah Nandini, aku senang melakukan nya untuk mu"
__ADS_1
Jawab Laura memasang senyuman yang sangat manis, membuat Nandini langsung berkata di dalam hati nya..
"Lihat lah... bahkan nona Laura terlihat sangat manis, persis seperti mas Akas dahulu yang ingin mendekati ku, kali ini aku tidak boleh termakan oleh kebaikan mereka berdua, karena mereka melakukan nya dengan niat yang tidak baik"
Hingga tak lama kemudian, kini Nandini telah di tarik tangan nya oleh Laura untuk menikmati hidangan makan siang yang sudah tersedia di meja nakas..
Dan Laura mendudukan Nandini di atas sofa yang ada di dalam kamar tersebut,
Setelah itu dia mengambil makanan itu dan menghidangkan nya di depan Nandini duduk...
"Ayo nikmatilah makan siang mu Nandini, pokoknya malam ini kau harus fit dan juga kuat"
Ucap Laura membuat Nandini langsung memicing kan sebelah mata nya..
"Memang nya kenapa saya harus kuat nanti malam nona..! bukan kah saya hanya akan pergi kebandara dan naik pesawat menuju ke kota A saja? "
"Eh... iya kau memang benar Nandini..., dan aku rasa perjalanan pada malam hari sangat lah melelahkan, jadi kau harus menambah stamina mu dengan makan yang banyak"
Setelah memastikan Nandini makan sampai habis, Laura pun langsung berpamitan sebentar untuk keluar dari kamar hotel tersebut...
Nandini langsung mengizinkan kepergian wanita itu, dengan niat ingin mencari Jalan keluar agar bisa keluar dari kamar yang dia tempati saat ini...
"Aku harus bisa keluar dari kamar ini sebelum nona Laura kembali lagi datang, aku yakin dia memiliki rencana jahat dengan menggundang mas Akas agar hadir ke hotel ini juga"
Ucap Nandini yang mulai bergerak membawa koper milik nya kembali...
Dan saat akan membuka pintu kamar, Tiba-tiba saja pintu itu tidak bisa di buka dari arah dalam, seperti nya Laura telah mengunci nya sebelum dia pergi tadi..
"Akhh... sial..... bagaimana mungkin pintu nya tidak bisa di buka, sekarang apa yang harus aku lakukan.... aku tidak mau kembali di jebak oleh mereka berdua, ya Tuhan.... aku mohon tolong lah aku"
__ADS_1
Gumam Nandini meneteskan air mata..
Rasa nya dia benar-benar trauma dengan keadaan seperti saat ini, di kurung dan di jebak sungguh membuat batin Nandini merasa sedikit terguncang,
Apa lagi yang melakukan hal keji itu adalah suami nya sendiri, sungguh.... Nandini tidak bisa menerima nya kembali, jika benar Laura adalah madu nya sendiri dan ingin menjebak dirinya persis seperti yang Akas lakukan untuk nya...
Setelah menendang dan berusaha keras membuka pintu kamar yang masih tertutup dengan rapat gagal Nandini lakukan, kini wanita itu mulai berlari ke arah telfon kamar hotel yang ada di atas meja nakas..
Nandini berencana akan menghubungi nomor telfon milik resepsionis di hotel tersebut..
Agar mereka bisa membantu dirinya untuk keluar dari tempat itu, tapi.. tidak Nandini sangka..
Ternyata kabel telfon yang menyambung di telfon tersebut ternyata sudah putus dan juga tidak bisa berfungsi lagi, seperti nya Laura benar-benar telah memikirkan dengan matang rencana yang akan dia lakukan untuk menjebak Nandini...
Nandini yang mengetahui kenyataan tersebut pun langsung berteriak dengan histeris, jangan sampai dia kalah kembali dan terikat selama nya oleh kedua orang jahat tersebut...
"Akhhh....... kenapa mereka sangat jahat kepada ku, apakah mereka berdua tidak mempunyai hati sedikit pun,... apa yang harus aku lakukan sekarang, lagi lagi aku berada di dalam kurungan seperti seorang tahanan, aku sungguh ingin pergi dari mereka berdua Tuhan"
Ucap Nandini dengan frustasi sambil terisak meneteskan air mata...
Hingga tak lama kemudian, kini mata Nandini mulai tertuju ke arah sebuah tas kecil yang menyimpan handphone milik nya..
Seperti nya Nandini harus segera meminta pertolongan kepada orang lain agar dia bisa keluar dari kamar hotel tersebut..
Dan saat membuka nomor kontak di handphone milik nya, lagi lagi Nandini menelan rasa kecewa yang teramat sangat,
Nandini baru ingat jika sehari sebelum menikah dengan suami nya Akas, pria itu sempat memberikan Nandini handphone baru dan menyuruh menggunakan nya, sedangkan handphone lama milik nya sudah dia tinggalkan di rumah kedua orang tua nya..
Nandini benar-benar sadar saat ini, ternyata Akas memang sudah menyusun rencana yang sangat matang agar Nandini tidak bisa menghubungi siapa pun selain kedua orang tua nya yang saat ini sudah tidak dapat lagi dia hubungi..
__ADS_1
"Hiks.... hiks.... apa yang harus aku lakukan sekarang, apakah aku harus pasrah menerima takdir ini,... tapi.... ini sungguh tidak adil, ini semua tidak benar dan salah, mereka telah berbuat jahat kepada ku, mana mungkin aku harus mengalah dan diam saja, ya Tuhan... aku mohon bantu lah aku, sebelum petang datang menyapa... aku sungguh takut bertemu dengan mereka berdua lagi"
Ucap Nandini dengan sangat sedih, dia bahkan sudah berjongkok di sudut pintu karena merasa sangat stress dan juga takut....