
Vijay terus melihat ke arah Nandini, hingga tak lama kemudian terdengar suara yang memanggil namanya..
"Vijay, kemarilah bergabung bersama Nandini, kau kan sudah hampir dua minggu lebih tidak menemui Nandini lagi, jadi pasti kau ingin menghabiskan waktu dengan dirinya bukan ? "
Sapa nenek Maria yang sedari tadi sudah memperhatikan cucunya tersebut..
Nenek Maria bisa menebak,jika Vijay telah menaruh hati kepada wanita bersuami itu, tapi Vijay mencoba untuk mencegah nya, karena sangat tidak pantas jika mencintai seorang wanita yang sudah menikah..
Mata Vijay tampak memancarkan api cinta saat sedang menatap Nandini, dan nenek Maria bisa mengetahui hal tersebut..
"Nenek mau pergi kemana? kenapa nenek malah bangkit dari duduk? "
Tanya Vijay memiringkan alisnya..
"Nenek mau pergi sebentar kerumah tetangga, kamu disini saja temani Nandini ya, dan kamu jangan kembali pulang, menginaplah satu malam disini Vijay"
"Baiklah nek...,, lagian aku juga sedang bosan berada di kota, papa selalu saja memberikan ku pekerjaan yang sangat banyak"
Jawab Vijay sambil duduk disamping Nandini..
"Loh... bagus kan jika papa mu sudah mempercayai mu dengan sepenuhnya, itu artinya kamu telah berhasil memegang tanggung jawab sebagai pengganti papa mu Vijay"
"Iya.. tapi aku bosan nenek, karena pekerjaan yang menumpuk aku jadi tidak bisa main ke bar lagi, aku kan rindu ingin tebar pesona disana, sambil melihat wanita wanita cantik dan juga seksi"
Jelas Vijay mengarahkan pandangannya ke wajah Nandini..
Nandini yang mendengar perkataan dari pria gila itu pun langsung berdecih kesal
Entah mengapa dia sangat tidak suka jika melihat sifat player Vijay yang hobby bermain wanita.. dan selalu membangga banggakannya didepan Nandini..
Menurutnya sifat playboy Vijay, sungguh tidak bisa ditoleransi, dia suka bergonta ganti pasangan dan membuat semua wanita yang pernah berhubungan dengan dirinya menjadi patah hati..
Nandini saja yang baru sekali ditipu oleh seorang pria langsung merasa down, bagaimana nasibnya jika dia menjadi korban dari kegilaan Vijay..
Tidak.... Nandini tidak akan sudi menyukai pria player itu, yang hampir sebelas dua belas dengan suami kejamnya Akas malhotra..
Vijay yang sedari tadi memperhatikan raut wajah Nandini pun sangat merasa gemas , dia tahu jika Nandini tidak menyukai perkataan nya barusan
"Kau kenapa Nandini? apakah kau sedang merasa cemburu saat ini? "
Goda Vijay dengan sengaja..
__ADS_1
"Vijay, jangan suka menuduh ku seperti itu, aku tidak pernah cemburu dan juga perduli dengan apa yang sedang kau lakukan"
"Benarkah...! tapi... aku suka lo jika kau memperdulikan aku,apalagi jika sampai kau melarang aku untuk tidak pergi ke bar dan main wanita lagi, itu benar-benar membuat ku merasa senang, dan jika kau mengatakan itu maka dengan senang hati aku akan menuruti permintaan mu itu Nandini"
"Diamlah.... kau selalu saja membuat ku menjadi kesal, sekarang lebih baik kau makan terlebih dahulu, aku tahu jika kau belum sempat sarapan pagi bukan? "
Tanya Nandini sambil menaruh makanan di atas piring,
"Aku tidak lapar Nandini...
Hahhapppp.....
Saat Vijay sedang membuka mulut nya dengan cepat Nandini malah menyuapi nasi didalam sendok dengan takaran yang sangat banyak
Bahkan mulut Vijay langsung menggelembung karena terlalu banyak menerima makanan yang diberikan oleh Nandini..
"Aaa.... a. a....... "
Vijay berteriak dengan mulut yang penuh, bahkan dia tidak bisa mengeluarkan
suara yang benar karena terlalu banyak memakan makanan didalam mulutnya...
Nandini langsung tertawa terbahak-bahak, akhirnya dia bisa mengerjai pria player yang selalu membuat dirinya merasa kesal...
Kini Nandini dan Vijay sudah berada didalam kebun, mereka duduk di sebuah gazebo sederhana yang ada dikebun tersebut...
Vijay bisa melihat wajah Nandini yang selalu menyembunyikan lukanya dibalik senyuman yang dia pancarkan..
Vijay bisa mengerti, jika status Nandini saat ini benar-benar sudah membuatnya merasa tidak nyaman...
"Nandini...! apakah aku boleh bertanya sesuatu kepada mu? "
Tanya Vijay menatap ke arah Samping, membuat Nandini tersenyum dan kembali menatap kedepan..
"Kau mau bertanya apa mas Vijay..., katakan saja"
"Emm... maaf jika lagi lagi aku sudah ikut campur dengan urusan pribadi mu, tapi aku hanya ingin tahu, apakah kau mau mengajukan gugatan perceraian kembali kepada suamimu Akas? "
"Tentu saja aku mau mas Vijay, memangnya kamu sudah menemukan caranya mas? "
Tanya Nandini kembali, dengan nada tidak sabaran..
__ADS_1
"Iya.. aku sudah menemukan caranya Nandini, dan aku yakin, caraku kali ini akan berhasil"
"Benarkah...! memangnya bagaimana caranya mas, cepat beritahu aku? "
"Iya.. baiklah.. aku akan memberitahu kamu, tapi kita harus saling berbisik, agar tidak ada orang yang bisa mendengar perkataan kita berdua "
"Apa berbisik....? mas Vijay, disini mana ada orang selain kita berdua, kenapa bicaranya harus saling berisik mas? "
Tanya Nandini menatap heran, hingga akhirnya Vijay sudah menggeser duduknya sampai menyentuh bahu Nandini,
Dan hal itu membuat Nandini merasa sedikit terkejut...
"Mas... kenapa kamu malah mendekati ku? "
"Iya, biar semakin enak bicaranya, lagian ini adalah rahasia, jadi hanya kita saja yang boleh tahu, nanti kalau di dengar oleh nenek bagaimana? aku tidak mau jika wanita tua itu menjadi kepo"
"Baiklah jika begitu, ya sudah sekarang ayo beritahu aku bagaimana caranya"
Ucap Nandini merasa tidak sabaran,.
Vijay langsung menyunggingkan senyuman tipis, akhirnya dia bisa mendekati wanita yang telah mengobrak-abrik hatinya tersebut....
"Aku akan menjebaknya, dengan cara mengajak Akas untuk bekerja sama dengan ku"
"Apa....! apakah kau tidak salah ingin melakukan kerja sama dengan nya mas Vijay? bagaimana jika mas Akas mengetahui rencana mu ini? "
"Tenang lah Nandini, aku kan belum mencoba nya, lagian dia tidak akan mengetahui rencana ku, karena dia tidak mengenali ku, aku kan masih baru didunia bisnis"
"Ya.... karena kau masih baru lah makan nya aku takut jika terjadi apa apa dengan mas Vijay dan juga perusahaan paman, bagaimana jika Akas marah dan akan membuat bangkrut perusahaan kalian? aku benar-benar merasa bersalah jika itu benar terjadi mas"
"Tidak... aku jamin semua itu tidak akan terjadi Nandini, lagian kau kenapa sih tidak bisa mendukung ku dan mempercayai kemampuan ku, walaupun aku masih baru didunia bisnis, tapi otak ku sangat pintar untuk berbuat licik, lagian aku hanya akan memaafkan tandan tangan nya saja, agar kau bisa menggugat cerai pria brengsek itu, dan setelah putusan dari pengadilan keluar barulah Akas akan tahu tentang perceraian kalian berdua, bagaimana? bukan kah ide ku sangat berlian? "
Tanya Vijay sambil Menggerlingkan kedua matanya..
Nandini yang melihat kelakuan dari Vijay pun langsung tertawa dengan lucu..
Sungguh dia sangat bahagia karena mereka mempunyai rencana yang sangat halus tanpa bisa disadari oleh musuh...
"Terimakasih mas Vijay yang tampan, kau benar-benar dewa penolong untukku"
Ucap Nandini yang tanpa sadar sudah memeluk lengan pria tampan tersebut, membuat Vijay langsung bersorak bahagia didalam hatinya....
__ADS_1
"Yes... akhirnya....!!!