
Tidak terasa pagi telah datang menyapa begitu cepat, dan kini Nandini sudah terbangun dari tidur nya dan mulai membuka kedua mata nya secara perlahan...
Sayup sayup cahaya matahari yang menebus dari tirai jendela mulai menerangi penglihatan Nandini, hingga tak lama kemudian Nandini langsung terlonjak kaget saat menyadari jika lagi lagi dirinya ketiduran semalam..
Bahkan dia tidak menunggu kedatangan suami nya Akas tadi malam yang sedang berada di dalam ruang kerja nya..
Nandini langsung mencebik karena kesal, bagaimana mungkin dia melupakan suami nya dan juga melupakan malam pertama yang seharusnya sudah Nandini berikan..
Dengan langkah gontai Nandini langsung masuk kedalam kamar mandi, untuk membersihkan diri..
Jangan sampai Akas suami nya sudah pergi ke kantor tanpa bertemu dengan diri nya terlebih dahulu...
"Dasar Nandini bodoh, kenapa kau selalu lupa jika kau adalah pengantin baru, aku yakin mas Akas pasti merasa sangat kecewa dengan ku"
Gumam Nandini merutuki dirinya sendiri..
Setelah selesai sikat gigi dan mencuci muka, Nandini langsung keluar dari kamar tersebut,
Kini tujuan nya adalah menuju ke ruang makan, Nandini berharap jika suami nya masih sedang melakukan sarapan pagi agar dia bisa meminta maaf kepada Akas...
"Mas.... "
Sapa Nandini yang melihat Akas sedang duduk di depan makanan yang sudah dihidangkan oleh para maid...
Akas yang akan memulai sarapan pagi nya itu pun langsung menatap ke asal suara wanita yang sangat dia benci...
Nandini tampak tersenyum manis ke arah Akas, dan dia mulai melangkah kan kaki nya untuk mendekati suami nya tersebut...
"Mas... maafkan aku ya, karena tadi malam aku sudah ketiduran tanpa menunggu kedatangan kamu mas"
Ucap Nandini dengan wajah bersalah...
Akas langsung merubah sikap nya menjadi ramah, dia menyunggingkan senyuman kepada istri nya itu...
__ADS_1
"Tidak apa apa Nandini, aku sangat mengerti jika kau pasti sangat kelelahan"
"Terimakasih mas, karena kamu sudah mau memaafkan aku, tapi.. aku berjanji jika nanti malam aku pasti akan menyiapkan malam pertama kita dengan sempurna"
Ucap Nandini sambil menunduk malu, untung saja para Maid yang ada disekitar suami nya tadi sudah pergi meninggalkan meja makan tersebut, sehingga Nandini tidak perlu ragu untuk membahas hal intim itu kepada suami nya..
Sedangkan Akas yang mendengar perkataan Nandini pun langsung memasang wajah memerah, karena sampai kapan pun dia tidak akan pernah menyentuh wanita yang ada di depan nya saat ini..
"Nandini, aku harus segera sarapan, karena aku memiliki rapat penting pagi ini"
Ucap Akas mencoba mengabaikan perkataan Nandini,
Dengan cepat Nandini langsung mengambil kam nasi dan juga lauk pauk yang sudah tersedia di atas meja makan, dan Akas mulai melahap makanan itu dengan semangat...
Ada rasa sedikit sesak saat menatap sikap suami nya saat ini, kenapa juga Akas tidak ada basa basi sedikit pun untuk mengajak Nandini sarapan bersama,
Bukan kah biasa nya setiap pasangan suami istri itu sangat suka jika bisa sarapan bersama sama agar terlihat lebih kompak dan juga romantis,...
Tapi.. Apa yang di lakukan Akas saat ini, benar benar sangat berbanding terbalik dari yang Nandini bayangkan, jangan kan untuk mengajak sarapan bersama, bahkan Akas membiarkan Nandini untuk tetap berdiri tegak di samping kursi nya saja
Hingga tak lama kemudian, kini Akas sudah selesai menghabis kan sarapan tersebut, dan dia mulai bangkit dari kursi nya setelah mengelap mulut nya menggunakan kain putih...
"Aku sudah selesai, tolong kau bereskan semua nya ya Nandini, karena para maid kita sedang sibuk mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing, "
Ucap Akas dengan santai tanpa memikirkan perasaan Nandini yang mulai merasa sesak..
Nandini yang merasa seperti tidak di anggap oleh suami nya itu pun langsung mengejar langkah Akas dan merentangkan kedua tangan nya tepat di depan Akas berdiri..
"Tunggu mas"
Ucap Nandini menahan kesal..
Sedangkan Akas dia langsung menghentikan langkah nya, sambil menatap ke arah istri nya tersebut...
__ADS_1
"Ada apa Nandini? kenapa kau menahan langkah ku? "
Tanya Akas menatap heran
"Mas... maaf jika aku sudah lancang ingin menanyakan hal ini kepada mu, tapi.... bisakah kau mengatakan jika aku adalah istri yang kau cintai mas, istri yang kau inginkan dan istri yang kau anggap saat ini"
"Apa maksud pertanyaan mu itu Nandini? aku sungguh tidak mengerti? "
"Mas.... jangan berpura-pura tidak mengetahui nya,karena selama kita menikah aku... merasa jika kau tidak pernah menganggap aku ada mas, sejak kau membawa ku tinggal di mansion ini, kau tidak pernah mengajak ku untuk bicara ataupun mendekati ku layak nya pasangan suami istri, bahkan saat kau sarapan tadi pun, kau tidak mempersilahkan aku untuk duduk disamping mu, kau seperti sedang mengabaikan keberadaan ku mas"
Ucap Nandini mengeluarkan segala unek unem yang dia miliki...
Akas mencoba untuk tetap bersikap tenang, dia tidak akan terprovokasi dengan kemarahan Nandini kepada nya..
Agar wanita itu menjadi merasa bingung sendiri, dan dengan cepat kini Akas langsung menaruh kedua tangan nya ke atas bahu Nandini
Dan dia mulai menatap mata Nandini yang sudah tampak berkaca kaca..
"Nandini...mungkin selama ini kau belum mengenal seperti apa diri ku, dan apa saja kegiatan ku di setiap hari nya, aku adalah seorang pengusaha sukses di negara ini, bahkan aku memiliki banyak klien yang ingin bertemu dengan ku, jadi aku sangat sedikit mempunyai waktu luang untuk bisa berdua dengan mu, jadi... jika kau merasa kalau aku kurang perhatian dengan mu, aku harap kau jangan marah dan terkejut Nandini, mulai lah terbiasa menjadi istri ku, karena ini lah aku yang sebenarnya Nandini, aku tidak bisa seperti suami orang di luar sana yang meluangkan waktu banyak bersama istri nya, karena aku tidak akan bisa melakukan itu semua Nandini "
Jelas Akas dengan wajah yang berubah sangat menyeramkan, pria itu berbicara dengan suara yang sangat lembut dan kecil, tapi tidak sama dengan wajah nya yang menampilkan aura yang membuat Nandini langsung merasa takut...
"Mas.....kenapa kau terlihat sangat menyeramkan mas"
Ucap Nandini membuat Akas langsung mengubah kembali raut wajah nya...
"Apa yang kau katakan Nandini, wajah ku tetap sama seperti biasa nya" jawab nya tersenyum menyeringai, " . Nandini,aku rasa kau masih ngantuk saat ini, sekarang kau tidur lah kembali, karena aku akan segera berangkat ke kantor, sampai jumpa istri ku tercinta"
Ucap Akas sambil mencium kening Nandini dengan sekilas...
Nandini hanya terdiam sambil menatap langkah kaki Akas yang mulai menjauh dari penglihatan nya,
Sungguh Nandini benar-benar bingung dan juga merasa seperti orang bodoh, apakah benar apa yang di katakan Akas jika dia hanya berkhayal saja saat melihat wajah Akas yang berubah menjadi menyeramkan...
__ADS_1
"Tidak......aku tidak mungkin salah melihat, kenapa mas Akas selalu membuat ku menjadi bingung, aku benar-benar tidak mengerti dengan semua ini"
Teriak Nandini sambil meremas rambut nya dengan kasar,