
Sedangkan di tempat lain, saat ini Laura sedang menerima obat perangsang yang di berikan dari orang kepercayaan nya..
Mereka duduk di cafe yang ada di hotel tersebut dengan tersenyum dengan ramah
Laura memegang obat itu sambil membayangkan betapa hebat nya dosis yang akan dia berikan kepada suami nya nanti malam
"Apakah kau sudah menjamin keamanan dari obat ini? jangan sampai obat nya meninggal kan efek samping untuk suami ku ya"
Ucap Laura menatap orang suruhan nya tersebut..
"Sudah saya pastikan nyonya, jika obat yang saya berikan adalah obat paling bagus di negeri ini, sedikit saja maka sudah bisa membuat suami anda langsung terangsang, sedangkan efek samping nya, tidak akan menimbulkan apapun nyonya, yang terpenting harus mendapatkan pelampiasan yang cepat"
"Baiklah.... aku akan memakai nya nanti malam, aku yakin mas Akas tidak akan menyadari nya, "
"Iya... tapi nyonya juga harus memastikan jika wanita itu tidak akan kabur dari dalam kamar nya nyonya"
"Pasti, Nandini tidak akan bisa kabur dari kamar karena aku sudah mengunci kamar tersebut, jadi jika mas Akas memaksa nya untuk memuaskan dirinya, aku yakin Nandini tidak akan bisa menolak"
Jawab Laura menatap orang tersebut sambil tersenyum bahagia...
Dia sudah bisa membayangkan, apa yang akan terjadi dengan suami dan madu nya nanti malam..
Akas tanpa sadar akan memperkosa Nandini, jika wanita itu tidak mau melayani dirinya secara suka rela, lagian bukan kah sudah tugas Nandini sebagai istri sah dari Akas untuk menyerah kan tubuh nya itu,
Jadi tidak ada salahnya jika Laura hanya membantu mempercepat kewajiban Nandini kepada suami nya tersebut...
"Aku yakin..sekali saja mas Akas melakukan nya dengan Nandini, maka benih itu akan langsung tumbuh di rahim Nandini, apa lagi setelah aku memberikan obat penyubur kandungan di dalam minuman Nandini tadi, pasti benih itu akan tumbuh hanya sekali semburan"
Ucap Laura di dalam hati nya..
Sedangkan di dalam kamar hotel, saat ini Nandini kembali bersemangat kembali , dia harus bisa keluar dari tempat tersebut agar bisa terbebas dari dua orang yang telah menjebak dirinya...
Nandini terus mencari sesuatu yang bisa dia temukan di dalam kamar hotel itu, lemari dan juga laci nakas juga Nandini bongkar sampai berserak tidak karuan..
Waktu kini sudah menunjukkan pukul enam sore, dan itu artinya sebentar lagi Laura dan Akas akan segera bertemu di hotel tersebut
"Ya Tuhan... kenapa aku tidak menemukan apapun di dalam lemari ini, sekarang aku harus bagaimana, "
Ucap Nandini kembali frustasi...
Hingga tak lama kemudian tiba-tiba saja Nandini melihat sebuah kertas putih yang berada tepat di bawah telfon kamar tersebut..
__ADS_1
Kertas itu tidak terlalu besar, tapi masih tampak menyembul dimata Nandini..
Karena rasa penasaran, Nandini pun langsung berlari ke arah telfon kamar tersebut, dia mengangkat telfon itu dan mengambil kertas putih kecil yang ada di bawah nya..
Dan siapa sangka... jika kertas itu terdapat nomor handphone seseorang yang tidak Nandini ketahui siapa orang nya..
"Ini.... nomor handphone milik siapa, bagaimana mungkin ada nomor handphone di bawah telfon kamar ini, apakah ini petunjuk dari Tuhan untuk ku"
Ucap Nandini di dalam hati nya..
Dengan cepat Nandini langsung mencatat nomor tersebut dan segera menghubungi nya..
Sangat bersyukur karena nomor itu masih aktif dan bisa tersambung...
Tapi... ketika Nandini menghubungi nya hingga berkali kali, tetap saja nomor tersebut tidak di angkat oleh sang pemilik nya..
Tut...... tut..... tut.....
Suara panggilan lagi lagi membuat Nandini merasa kecewa, dan dia benar benar sangat putus asa...
"Hiks.... hiks... apakah memang sudah takdir ku, harus masuk kedalam kehidupan mereka berdua, sekarang siapa yang akan menolong ku, kedua orang tua ku sudah tidak bisa di hubungi lagi, sedangkan suami ku sendiri adalah penjahat di balik semua ini, aku yakin semua orang tidak akan percaya dengan apa yang aku alami, karena bagi mereka sangat mustahil seorang suami tega menyiksa istri nya sendiri, sekarang aku benar-benar bingung.. "
Nandini yang merasa telah frustasi berat pun, tanpa sadar sudah menulis pesan kepada pemilik nomor handphone yang dia temui tadi..
Nandini menumpahkan segala ketakutan nya di dalam pesan tersebut, dia menulis permintaan tolong dan kemalangan yang dia alami saat ini, semoga saja pemilik nomor itu mau membuka pesan yang dia kirim kan...
"Hanya ini lah jalan ku satu satu nya agar mendapatkan pertolongan, siapa pun orang nya, aku mohon bantu lah aku"
Ucap Nandini langsung menelungkup kan wajah nya di kedua lutut yang telah dia tekuk, sungguh....menumpahkan rasa sedih nya yang benar-benar terasa sesak dan menyiksa...
"Hiks... hiks... aku mohon tolong aku Tuhan"
Gumam Nandini di dalam tangisan nya..
Tidak terasa matahari sudah tenggelam dengan sempurna, di gantikan oleh petang yang yang telah datang menyapa..
Tepat pukul tujuh malam, Laura bersama suami nya Akas sudah duduk di dalam cafe yang ada di hotel tersebut...
Laura berdandan dengan sangat cantik membuat Akas merasa sangat terpesona dengan istri sirih nya itu..
"Kau kenapa mas? kenapa menatap ku setajam itu? "
__ADS_1
Tanya Laura menyunggingkan senyuman menggoda nya..
"Aku merasa sangat terpesona dengan kau istri ku, malam ini kau terlihat sangat berbeda, "
"Benar kah...! apakah kau suka melihat penampilan ku malam ini mas? "
"Iya, aku suka Laura, sangat suka, apakah ini kejutan yang ingin kau berikan kepada ku? "
Tanya Akas penasaran
"Hahaha..... tentu saja bukan mas... aku. memiliki kejutan yang lain nya untuk mu, kejutan istimewa yang memang sangat pantas engkau dapat kan mas Akas... "
Jawab Laura membuat Akas mengernyitkan keningnya...
"Wah... seperti nya sangat istimewa kejutan nya sayang"
"Tentu saja, dan aku yakin kau pasti akan suka dengan kejutan ku ini, ... tapi sebelum masuk kedalam sesi menegangkan itu, lebih baik kita makan terlebih dahulu mas, karena aku sudah merasa sangat lapar"
"Baiklah sayang... ayo kita bersulang"
Ajak Akas mengambil minuman milik nya dan menyentuh gelas milik Laura dengan tersenyum bahagia...
Ting......
Suara gelas terdengar beradu dengan merdu, Dan Akas yang merasa sedang kehausan langsung menghabiskan minuman tersebut hingga kandas....
Setelah itu, mereka mulai menyantap hidangan makan malam.... hingga sampai sepuluh menit kemudian....
Tiba-tiba saja Akas merasakan hal berbeda di dalam tubuh nya,
Keringat dingin mulai keluar dengan sendirinya, di iringi dengan rasa panas dan juga gerah...
"Ada apa mas? "
Tanya Laura berpura-pura tidak tahu..
"Sayang.... tubuh ku tiba-tiba saja terasa sangat panas.. aku ingin membuka baju ku Laura"
"Baiklah... ayo kita ke kamar saja, aku sudah menyewa satu kamar hotel untuk kita berdua mas"
Ajak Laura mulai memapah tubuh suami nya tersebut....
__ADS_1