
Kini mama Anjani sudah berdiri di depan perusahaan suami nya sendiri,
Terlihat jika perusahaan itu sangat lah ramai dengan banyak nya awak media dan juga para klien dan karyawan yang berkumpul di dalam dan di luar kantor tersebut
Mama Anjani langsung mundur ke belakang, hingga menabrak cup mobil milik nya yang terparkir tepat di belakang tubuh nya..
Rasa nya keberanian mama Anjani langsung hilang saat melihat apa yang sedang terjadi saat ini, sudah bisa di pastikan jika para polisi pasti telah berhasil membekuk suami nya yang sedang bersembunyi sambil menunggu kedatangan diri nya...
Dan mama Anjani tidak mau mengambil resiko yang bisa membahayakan dirinya sendiri
"Tidak.... bagaimana mungkin aku bisa masuk kedalam perusahaan mas Bagas, sedangkan para wartawan dan juga polisi sudah berjaga didalam sana, itu sama saja nama nya dengan bunuh diri, "
Ucap mama Anjani sambil menutup wajah nya menggunakan sebuah sapu tangan yang dia keluarkan dari dalam tas..
Hingga setelah itu, mama Anjani kembali masuk kedalam mobil milik nya, dan saat dia melakukan hal tersebut..
Ternyata tanpa dia duga seorang wartawan telah melihat kedatangan dirinya,
Hingga dari kejauhan tampak para gerombolan wartawan mulai berlari mendekati mobil mama Anjani yang masih terparkir di depan perusahaan...
Mama Anjani yang menyadari hal itu pun, langsung menutup pintu mobil dengan cepat dan berusaha menghidupkan mobil itu kembali..
Tapi karena rasa panik yang mendera perasaan nya, membuat mama Anjani merasa sangat susah untuk memasukkan kunci mobil itu ke dalam lubang nya...
"Aduh... bagaimana mungkin aku bisa panik seperti ini, bahkan kunci nya tidak bisa masuk dengan tepat karena tangan ku yang terus bergetar, cepat lah masuk kunci bodoh, lihat mereka para wartawan sudah hampir mendekati mobil ku"
Ucap Mama Anjani berbicara sendiri dengan kesal
Mama Anjani benar-benar merasa panik, hingga tak lama kemudian , terdengar gedoran di balik kaca mobil milik nya..
Tok... tok...
"Nyonya Anjani, kenapa anda tidak mau keluar menemui kami nyonya, mohon beri penjelasan tentang kasus yang telah menjerat suami nyonya, kami mohon keluar lah nyonya Anjani"
__ADS_1
Teriak para wartawan membuat mama Anjani berusaha dengan keras untuk memasukkan kunci mobil tersebut
Dan setelah berhasil, mama Anjani langsung melajukan mobil milik nya dengan kecepatan kencang...
Dia benar-benar merasa malu jika harus di liput oleh para wartawan atas kejahatan suami nya yang sudah terbongkar di depan umum...
"Akhirnya aku bisa lolos dari mereka semua, seperti nya aku akan bersembunyi untuk beberapa hari, sampai masalah ini bisa redup dengan cepat, dan aku harus secepatnya juga meminta pertolongan kepada Menantu ku, pasti nak Akas mau membantu"
Gumam mama Anjani sambil menyetir menuju ke rumah mewah milik nya..
Hampir setengah jam kemudian, kini mama Anjani sudah tiba di pekarangan rumah nya, dia langsung turun dan memerintah para satpam agar menutup rapat pintu rumah tersebut..
Jangan sampai orang lain termasuk wartawan yang sedang mengorek informasi dari keluarga nya bisa masuk kedalam rumah tersebut...
"Pak.. kau harus pastikan jika tidak satu pun orang yang bisa masuk kedalam rumah ku, dan jika ada yang mencari tahu tentang suami ku, maka kau harus tutup mulut dengan rapat"
"Baik nyonya, kami pasti akan melakukan semua perintah yang nyonya berikan"
Jawab kedua pak satpam tersebut, setelah itu mama Anjani mulai melangkah kan kaki nya untuk masuk kedalam rumah..
Karena anak itu masih duduk di kelas 3 menengah atas, sudah bisa di pastikan jika Gio akan mengalami pembulian dari para teman teman nya jika mereka mendengar berita tentang keluarga mereka..
"Gio.. kau dimana nak? "
Panggil mama Anjani yang sudah berada di dalam kamar milik putra nya,.
Kamar itu tampak kosong tidak berpenghuni, membuat mama Anjani merasa sangat panik dan juga khawatir..
"Gio... kau dimana sayang, kata pak satpam kau sudah pulang sedari satu jam yang lalu, tapi kenapa kau tidak ada di dalam rumah nak? "
Tanya mama Anjani terus menjerit, hingga tak lama kemudian terdengar langkah kaki dari arah balkon kamar menuju masuk kedalam ruangan tersebut...
"Mama.... "
__ADS_1
Sapa Gio dengan memasang wajah kecewa, mama Anjani yang melihat putra nya tersebut pun langsung berlari untuk mendekap tubuh putra nya tersebut...
"Gio... akhirnya kau sudah kembali dengan selamat sayang, maaf ya jika sudah membuat hidup mu menjadi tidak nyaman seperti saat ini, tapi... bisakah untuk beberapa hari kedepan kau tetap berada di rumah saja"
"Kenapa memang nya ma? apakah mama mau melindungi ku dari bulian para teman teman ku di luar sana? "
Tanya Gio dengan mata yang tajam
"Iya sayang.. mama tahu ini sangat berat untuk mu, begitu juga dengan mama, tapi... kita tidak bisa melakukan apa pun saat ini, karena papa mu tidak akan bisa diselamatkan"
"Apa maksud dari perkataan mama itu, apa itu artinya jika tuduhan kejahatan yang mereka katakan kepada papa itu adalah benar ada nya ma? papa adalah seorang penipu dan juga korupsi, coba mama jelaskan kepada ku! "
Teriak Gio memasang wajah kecewa dan sedih, dia bahkan tidak pernah menyangka jika kedua orang tua yang selalu dia bangga banggakan ternyata adalah seorang penjahat..
"Maaf nak... tapi kami melakukan ini agar kita bisa cepat kaya nak, kami ingin memberikan kehidupan yang bahagia untuk kakak mu dan juga dirimu Gio"
Jelas mama Anjani kepada putra nya dengan meneteskan air mata...
Gio tidak bisa menerima alasan apapun , karena bagi nya kejahatan tetap lah suatu kejahatan..
"Kalian berdua benar-benar sangat mengecewakan, lalu apa lagi rahasia yang kalian berdua miliki? apakah masih ada lagi kejahatan yang kalian sembunyikan selain penipuan dan korupsi yang telah papa lakukan? "
Tanya Gio membuat mama Anjani langsung terdiam membisu..
Wanita paruh baya itu tiba-tiba saja tersentak kaget saat mendengar pertanyaan dari putra nya, seperti nya mama Anjani mulai mengingat kembali dengan kejahatan yang pernah dia lakukan bersama suami nya di masa lalu..
Mama Anjani memegang dada nya karena merasa sangat panik, tiba-tiba saja keringat dingin mulai mengucur deras di seluruh tubuh nya...
Dia sangat takut jika kejahatan yang sudah mereka tutup dengan sangat lama, akan terbongkar karena suami nya telah tertangkap polisi...
"Tidak... ini tidak boleh terjadi, rahasia ini tidak boleh terbongkar oleh siapa pun, setelah kami berusaha keras, untuk menutupi nya dengan rapat, mas Bagas tidak boleh keceplosan dan membongkar semua nya"
Ucap mama Anjani dengan wajah sangat panik, membuat Gio merasa heran dan juga khawatir dengan sikap mama nya tersebut..
__ADS_1
"Mama kenapa ma.. ? sebenarnya rahasia apa yang mama takutkan? ".
Tanya Gio penasaran, membuat mama Anjani langsung berlari keluar dari kamar milik Gio....