Cinta Palsu Suamiku

Cinta Palsu Suamiku
Kekecewaan Nandini


__ADS_3

Selama lima jam penerbangan menggunakan pesawat pribadi, kini Nandini dan Akas sudah tiba di bandara yang ada di negara B..


Nandini menatap takjub melihat pemandangan yang sangat indah yang terhampar di bandara tersebut, seperti nya benar kata orang jika negara B adalah negara yang penuh dengan keindahan dan juga tempat wisata nya..


Akas yang memperhatikan tingkah Nandini pun langsung menyunggingkan seringai tipis nya,


Karena seperti nya Nandini mulai menyukai negara yang akan menjadi tempat tinggal nya sampai ajal datang menjemput...


"Tersenyumlah Nandini, sebelum semua kehidupan mu akan segera berubah, aku akan menjadi kan mu sebagai pion untuk membalas kan dendam ku kepada kedua orang tua mu, dan setelah semua rencana ku berhasil, maka giliran mu yang akan aku siksa dengan sangat keji"


Gumam Akas di dalam hati nya,


Tak lama kemudian, terdengar suara seorang wanita yang ada di samping tubuh nya mulai menjerit bahagia..


"Mas.... ini terlihat sangat lah Indah, baru tiba di bandara nya saja, sudah sangat membuat ku terpanah, apalagi di dalam kota nya, ternyata benar yang di ucapkan di medsos jika negara B adalah negara terindah yang ada di dunia"


Ucap Nandini menatap Akas dengan menyunggingkan senyum senang..


Akas mulai membalas senyuman tersebut, dia harus bersikap seolah ikut merasa senang juga.


"Apakah kau mulai menyukai negara B ini Nandini? "


Tanya Akas menatap mata Nandini dengan intens..


"Iya, aku sangat menyukai nya mas, terimakasih ya karena sudah membawa ku untuk ikut tinggal bersama mu disini, aku berjanji akan menjadi istri yang baik dan juga penurut mas"


"Benarkah...! tentu saja kau akan ku bawa kemana pun aku tinggal Nandini, karena kau adalah tanggung jawab ku sekarang, ayo.. kita segera menuju ke mobil, anak buah ku sudah menunggu kedatangan kita"


Ajak Akas sambil menggandeng tangan Nandini dengan erat, Nandini langsung tersenyum saat menatap tangan mereka yang sudah menyatu...


Dan dia mulai mengikuti langkah kaki Akas menuju ke sebuah mobil Ferrari berwarna hitam kilat yang sudah menunggu kedatangan mereka...


Di samping mobil itu berdiri seorang supir yang sudah membuka pintu mobil penumpang,


Dia menunduk hormat menunggu kedatangan mereka berdua...

__ADS_1


"Selamat bertemu kembali tuan muda, "


Ucap sopir tersebut dengan hormat..


"Iya, selamat bertemu kembali juga Andre, sekarang ayo kita kembali ke mansion baru ku"


Ajak Akas dengan memasang wajah tegas, Nandini hanya diam membisu, kenapa juga Akas tidak memperkenalkan dirinya kepada sopir tersebut,


Dan saat Nandini sedang memikirkan hal itu, Tiba-tiba saja Akas menarik tangan Nandini dengan sedikit kasar membuat Nandini langsung tersadar dari lamunan nya..


"Masuk lah Nandini, kau akan di antarkan oleh Andre supir kita menuju ke mansion"


Ucap Akas membuat Nandini merasa sedikit sesak..


"Mas... apakah itu artinya kau tidak akan ikut pulang ke mansion bersama ku juga? "


Tanya Nandini memasang wajah kecewa..


"Tidak, aku akan kembali pulang nanti malam, karena aku memiliki banyak pekerjaan di Kantor, kau pasti mengerti dengan kesibukan ku bukan? jadi kau pulang lah ke mansion, Andre akan mengantarkan mu dan memperkenalkan mu dengan para maid disana"


Apakah ini artinya dia akan di tinggal kan lagi oleh Akas, bahkan setelah resmi menjadi suami istri, tidak sedikit pun Akas meluangkan waktu untuk mereka berdua menghabiskan waktu berbicara..


Hati Nandini sedikit merasa sakit, dia merasa seperti seorang pengantin yang tak di inginkan, padahal, mereka bisa menikah karena keinginan dari Akas sendiri yang telah datang melamar Nandini dan mencoba membuat Nandini menjadi mencintai nya,.


Tapi... sekarang... apa yang Akas lakukan sangat berbanding terbalik dengan apa yang dia lakukan sebulan yang lalu..


"Mas.... apakah kau tidak ingin menghabiskan waktu berdua bersama ku? bahkan setelah kita resmi menjadi pasangan suami istri kemarin, sampai saat ini kita belum duduk dan berbicara bersama"


Ucap Nandini dengan suara parau nya,


Akas langsung merasa kesal dengan perkataan dari istri nya tersebut, entah mengapa dia sangat tidak menyukai jika mendengar Nandini membahas tentang hubungan status mereka saat ini...


"Apakah kau kira pernikahan kita hanya akan terjalin hanya sampai seminggu saja Nandini? waktu kita masih sangat lama dan banyak, jika aku tidak bisa menghabiskan waktu bersama mu saat ini, masih banyak hari esok yang akan kita lewati, jadi jangan takut seperti itu Nandini, aku pasti akan meluangkan waktu ku untuk diri mu"


Jawab Akas mencoba menahan amarah nya...

__ADS_1


Nandini tidak dapat menjawab perkataan suami nya lagi, dia hanya bisa mengangguk kan kepala dan langsung masuk kedalam mobil...


Setelah pintu mobil di tutup rapat oleh Akas dari arah luar, Nandini langsung memegang dada nya yang terasa sangat sesak...


Dan Air mata langsung jatuh membasahi pipi Nandini, tanpa meminta persetujuan terlebih dahulu...


"Ya Tuhan.... kenapa rasa nya sangat menyakitkan...! apakah ini semua hanya perasaan ku saja, saat aku merasakan jika mas Akas telah berubah 180 derajat dari sebelumnya,atau memang itu adalah perangai mas Akas yang sebenarnya, yang belum aku ketahui, aku mohon.... buat lah suami ku menjadi lembut seperti dulu Tuhan, aku mohon"


Doa Nandini di dalam hati nya, sambil terisak menahan tangis yang sudah tidak tertahan kan..


Andre sang supir hanya diam tanpa berkata apa apa, dia sudah mengetahui semua rencana tuan muda nya tersebut, jadi Andre hanya perlu melihat dan memberikan informasi itu kepada tuan muda nya nanti....


***


Sedangkan Akas, dia langsung berlari kembali untuk masuk kedalam sebuah mobil satu nya yang telah menanti kedatangan nya sedari tadi...


Setiba nya di dalam mobil, Akas memeluk erat tubuh istri nya Laura yang terlihat pucat dan juga lemah..


"Sayang... ayo kita segera pulang ke mansion, kau harus secepatnya mendapatkan perawatan dari dokter Nita"


Ucap Akas mencium kening Laura dengan sayang..


Laura yang di perlakukan dengan lembut pun langsung membalas pelukan dari suami nya tersebut...


"Mas.... seharusnya kau tidak usah ikut mengantarku pulang ke mansion, aku takut jika Nandini akan merasa sedih karena kau selalu pergi meninggalkan dirinya mas"


Ucap Laura dengan suara yang serak...


"Jangan pikirkan wanita itu Laura, apakah kau lupa jika aku tidak sungguh sungguh dengan pernikahan ini, aku hanya ingin membalaskan dendam ku kepada kedua orang tua nya, dan dia juga tidak akan aku berikan kebahagiaan, aku akan menyiksa batin dan jiwa raga nya Laura"


"Aku tahu mas, tapi... pernikahan kalian tetap lah sakral, aku hanya tidak tega saja dengan wanita tidak bersalah itu Akas"


"Kau terlalu baik Laura, hati mu terlalu lembut dan halus, tapi tidak dengan ku Laura, setiap perbuatan mereka di masa lalu akan aku balas dengan sangat menyakitkan, termasuk putri mereka yang akan merasakan mimpi buruk pernikahan "


Ucap Akas dengan wajah memerah, dia bahkan sudah menggenggam kedua tangan nya dengan kuat.....

__ADS_1


__ADS_2