
Nandini benar-benar merasa sangat ketakutan saat ini... dia sedari tadi terus saja meremat kedua tangan nya dengan kasar..
Sekarang hanya satu yang bisa menolong dirinya, yaitu sang pemilik nomor handphone yang telah dia kirim pesan beberapa jam yang lalu
Nandini menangis terisak meratapi ketakutan di dalam hati nya,
Sedang kan mata nya terus berjaga jaga melihat ke arah pintu yang masih tertutup rapat..
Dia sangat khawatir jika pintu itu tiba-tiba saja terbuka dari arah luar, dan masuklah Laura serta juga suami kejam nya Akas...
Nandini tidak bisa membayangkan nya jika hal itu sampai benar-benar terjadi..
"Ya Tuhan... aku sungguh takut saat ini, bagaimana jika mereka berencana ingin menyiksa ku ataupun membunuh ku, aku mohon selamat kan aku Tuhan"
Doa Nandini di dalam hati nya..
Hingga tak lama kemudian, terdengar suara gagang pintu yang mulai di tekan dari arah luar..
Membuat jantung Nandini langsung berdetak dengan hebat....
Deghhh.......
Nandini membekap mulut nya dengan rapat, sambil bersembunyi di balik lemari yang ada di samping ranjang, dia terduduk memeluk lutut nya sendiri karena merasa sangat ketakutan
Hingga detik kemudian, pintu mulai terbuka di iringi suara langkah kaki yang terburu buru dan juga suara teriakan dari seorang pria..
Nandini mengetahui suara siapa itu, dan dia terus menundukkan kepala nya untuk berlindung di atas kedua lutut nya
"Laura... tolong aku Laura, kau mau pergi kemana Laura"
Teriak pria tersebut yang tak lain adalah Akas suami nya..
Nandini bisa mendengar teriakan tersebut, tapi dia tidak berani untuk bangkit dan melihat keadaan suami nya sendiri..
"Aakhhh..... bangsat, bajingan, apa yang sebenarnya kau berikan kepada ku Laura? kenapa aku merasa sangat gerah dan tidak terkendali"
"Buka pintu nya Laura... kenapa kau meninggal kan aku dikamar ini sendirian, aku sungguh sangat menginginkan mu Laura"
Teriak Akas dengan memasang wajah memerah..
Seperti nya obat yang Laura berikan untuk nya sudah mulai bekerja di tubuh Akas, sedangkan Laura, saat ini wanita itu sudah pergi dari kamar tersebut..
__ADS_1
Dia sengaja membiarkan suami nya agar bisa melampiaskan hasrat nya kepada madu nya itu....
"Maaf mas, ini semua terpaksa aku lakukan agar kita bisa memiliki seorang bayi , aku sangat ingin jika kau mempunyai keturunan dari darah mu sendiri mas Akas"
Gumam Laura sambil melangkah kan kaki nya untuk pergi dari dari tempat tersebut..
Dia memutuskan akan menunggu suami nya di cafe yang sempat dia singgahi tadi...
Sejujurnya hati Laura merasa tidak rela membiarkan suami nya harus merasakan tubuh wanita lain selain dirinya, tapi...
Semua ke egoan nya telah kalah dengan keinginan agar bisa menjadi seorang ibu dan istri yang sempurna...
Sedangkan di dalam kamar hotel itu, kini Akas mulai melihat isi di dalam kamar tersebut yang tampak sangat berantakan,dan tanpa sengaja mata nya malah menemukan sesosok wanita yang sedang bersembunyi di samping lemari...
"Siapa kau.. kenapa kau ada di dalam kamar ku hah! "
Teriak Akas mencoba melihat wanita tersebut, Nandini langsung membeku dan bergetar dengan hebat..
Sungguh dia sangat takut dengan situasi saat ini, andai saja dia bisa memilih, maka Nandini lebih baik mati di tempat dari pada harus ketahuan dan siksa oleh suami nya sendiri...
" Kau... kenapa kau hanya diam saja, apakah kau maling di kamar ini , cepat bangun dari situ"
Kata Akas sambil menarik tangan Nandini dengan cara paksa,..
"Kau... kenapa kau bisa ada disini wanita sialan? '
Tanya Akas dengan wajah sangat menyeramkan, Nandini berusaha untuk kabur dari tatapan Akas, tapi dengan cepat pria itu langsung menarik kembali tangan Nandini dengan kuat...
" Akkhhhh.... pasti ini semua ulah mu kan, kau sudah menjebak ku untuk bisa masuk kedalam kamar ini, dan kau juga yang sudah memberikan ku obat perangsang,. dasar wanita tidak tahu diri, kau harus bertanggung jawab dengan apa yang aku rasakan saat ini Nandini "
Teriak Akas mulai membuka seluruh pakaian nya, Nandini menjerit sangat ketakutan, dia sungguh tidak rela jika harus menyerah kan kesucian nya dengan cara yang sangat keji dan juga tidak bermoral..
Apa lagi suami nya itu sempat memfitnah dirinya dengan tuduhan yang menyakitkan, Nandini sungguh tidak bisa memberikan tubuh nya kepada pria yang tidak pernah menghormati dan menghargai diri nya sedikit pun, bahkan Akas telah menganggap dirinya sebagai seorang sampah....
"Jangan sentuh aku, aku mohon..! tolong lepaskan aku dari sini, aku janji akan pergi sangat jauh dari mu mas"
Kata Nandini dengan menetes kan air mata..
Akas yang mulai tidak terkendali pun langsung mendorong tubuh Nandini hingga wanita itu terjerembab di atas ranjang..
Nandini sungguh terkejut dengan apa yang Akas lakukan kepada nya, walaupun dia adalah istri sah dari Akas, tapi Nandini tidak menerima jika di perlakukan secara tidak manusiawi...
__ADS_1
"Lepaskan aku mas... apa yang ingin kau lakukan kepada ku! aku mohon, jangan sentuh aku, kenapa kalian berdua sangat tega berbuat hina seperti ini kepada ku"
"Cih... kau pantas di perlakukan secara hina Nandini, karena kau adalah keturunan dari manusia yang hina"
Teriak Akas tepat di depan wajah Nandini, dengan cepat Nandini berusaha mendorong tubuh pria yang ada di atas tubuh nya itu
Sehingga membuat Akas merasa marah dan langsung melayang kan tamparan ke wajah wanita malang tersebut.
Plakkk...
"Kau benar-benar membuat kesabaran ku habis, malam ini juga kau harus melayani ku Nandini"
"Tidak.. aku tidak mau,.aku tidak mau di sentuh oleh monster seperti mu, aku mohon lepaskan aku"
Ucap Nandini menahan pedih di sudut bibir nya yang mulai terluka
Akas tidak mendengar kan jeritan wanita malang itu, dia berusaha keras agar bisa membuka baju yang Nandini kenakan,
Sedangkan Nandini dia berusaha sekuat tenaga untuk menahan baju yang dia gunakan, Nandini mencoba menepis tangan Akas dan juga menggigit tangan pria tersebut..
Akas sungguh berada di luar kendali, apa lagi dorongan nafsu yang semakin mendera di tubuh nya, membuat Akas lupa diri dan berbuat kasar kepada wanita itu...
"Akhhh..... tolong.. jangan sentuh aku... aku mohon!!! '
Teriak Nandini menangis histeris sambil mencoba melawan setiap perlakukan kasar yang Akas berikan untuk tubuh nya..
Nandini menahan rasa sakit yang mendera di wajah dan juga lengan tangan nya, karena pukulan yang berkali kali Akas layangkan..
Pria itu benar-benar merasa marah karena Nandini selalu memberontak ketika Akas mulai membuka bagian cd nya..
Plakkk....
"Kau pantas mati Nandini! "
Teriak Akas dengan sangat kesal... sambil berusaha akan segera memperkosa tubuh Nandini..
Hingga detik kemudian...
Jederrrrrr........
Terdengar suara tendangan pintu yang telah di buka secara paksa dari arah luar, membuat Akas langsung menatap ke arah samping tubuh nya tersebut.....
__ADS_1
"Siapa kau bangsat... "