
Sedangkan di sebuah kamar rawat rumah sakit, terlihat seorang pria yang baru saja siuman dari pingsan nya..
Akas mencoba membuka mata nya secara perlahan, sambil memegang kening nya yang masih terasa sedikit pusing...
Dia mendengus mengeluarkan suara, karena tubuh nya benar-benar sakit dan tidak enak..
"Uhh..... akhirnya aku bisa kembali normal kembali, sebenarnya apa yang terjadi dengan tubuh ku tadi malam, aku seperti orang yang hampir mati"
Ucap Akas mencoba mendudukkan bokong nya..
Hingga tak lama kemudian, terdengar suara gagang pintu yang di buka dari arah luar
Hingga menampilkan seorang wanita yang sudah masuk kedalam ruangan dengan teriakan panik...
"Mas.... kamu sudah siuman, apakah kamu butuh sesuatu mas? "
Tanya Laura mendekati Akas, membuat pria itu langsung menganggukkan kepala nya
"Laura, tolong ambilkan aku minum"
"Baiklah mas, aku akan mengambil nya"
Dengan cepat Laura memberikan segelas air putih yang ada di meja nakas,
Dia benar-benar merasa khawatir dengan keadaan suami nya tersebut, karena tanpa dia sadari ternyata dia lah yang sudah menyebabkan suami nya hampir celaka..
Untung saja tadi malam Laura langsung mendatangi kamar hotel tersebut, karena jika sampai terlambat sedikit saja, maka Akas pasti akan melewati masa hidup nya...
"Sudah..Laura"
Ucap Akas yang telah selesai meminum air putih tersebut..
Setelah itu Laura mulai duduk di kursi yang ada disamping ranjang, Laura memeluk perut Akas dengan sangat erat..
Sambil meneteskan air mata nya..
"Mas.. maafin aku ya... maaf karena aku tidak tahu jika kamu mengalami kesakitan itu, aku sungguh minta maaf mas"
__ADS_1
Ucap Laura terisak..
"Laura.... sebenarnya aku kenapa? aku seperti seorang yang sedang memaksa obat perangsang, walaupun aku belum pernah memakai nya, tapi gejala nya sangat sama seperti itu Laura"
"Iya... kata dokter, kamu memang telah menggunakan obat perangsang mas.. dan obat itu sangat besar dosis nya.. "
"Apa...! jadi benar tebakan ku, jika aku telah meminum obat perangsang, tapi.... kapan aku melakukan nya Laura, sedangkan aku tidak pernah melakukan hal itu? "
Tanya Akas sangat penasaran...
"Aku.... aku..mas... sebenernya...
" Tunggu...! apakah ini semua adalah ulah dari wanita sialan itu, seperti nya dia sudah menjebak ku Laura "
Ucap Akas menatap lekat wajah Laura, mereka saling melihat satu sama lain, dengan pemikiran masing masing...
"Ya Tuhan... aku sungguh tidak berani ingin mengatakan yang sejujurnya kepada mas Akas, aku tahu pasti dia akan marah besar kepada ku, apa lebih baik biarkan saja mas Akas berfikir jika Nandini lah pelaku dari obat perangsang itu, ya.. seperti nya itu akan lebih baik"
Gumam Laura di dalam hati nya, sambil menelan ludah dengan kasar...
"Mas.... apakah benar jika di dalam kamar yang sudah aku pesan, ternyata sudah ada Nandini di dalam nya? "
Tanya Laura berpura-pura terkejut...
"Iya Laura , dia ada di dalam kamar kita, sedangkan kau pergi entah kemana, saat itu pintu kamar langsung terkunci dari luar, menyebabkan aku tidak bisa keluar dari kamar itu, sedangkan tubuh ku terasa sangat panas dan sakit, layak nya orang yang sudah mengkonsumsi obat perangsang, aku melihat dia ada didalam kamar itu , berpura-pura sedang menangis, saat itu aku hampir saja memperkosa nya Laura "
"Ya Tuhan....! bagaimana mungkin ini semua bisa terjadi mas, apakah Nandini sudah mendengarkan soal pertemuan kita di hotel ini, sehingga dia berencana ingin menjebak mu mas, "
"Aku tidak tahu Laura, tapi jika memang benar itu semua adalah ulah Nandini, bagaimana cara nya dia bisa keluar dari mansion, sedangkan aku sudah mengunci rapat semua pintu, begitu juga dengan rencana yang dia buat, dia tidak memiliki uang sepeser pun Laura, bagaimana mungkin dia bisa membeli obat perangsang dan menyusup masuk kedalam hotel ini, semua nya sungguh di luar pemikiran ku Laura "
"Iya.. kau benar juga mas, tapi... mungkin saja Nandini memiliki kenalan seorang pria di handphone nya dan berencana untuk membalas perbuatan mu kepada dirinya selama ini mas, "
"Bisa jadi Laura, dan mungkin saja pria yang kau maksud itu adalah pria yang telah membawa pergi Nandini dari kamar yang aku tempati,... sial..... benar benar licik wanita itu, aku sungguh sangat membenci nya Laura"
Ucap Akas dengan sangat marah..
Pria itu sampai meremat kedua tangan nya dengan kuat, sehingga tampak lah urat urat dari tangan tersebut...
__ADS_1
Laura yang melihat kemarahan dari Akas pun langsung menelan ludah nya dengan kasar..
Untung saja dia tidak sampai berkata jujur, karena jika tidak pasti semua keadaan akan berubah menjadi sangat buruk....
"Mas.... lalu apa rencana mu selanjutnya..? sekarang Nandini sudah pergi di bawa oleh pria itu dan kita sudah kehilangan jejak dirinya mas"
Ucap Laura sambil mengelus lengan tangan Akas...
Dia berusaha membuat Akas menjadi lupa soal obat perangsang itu, karena Laura sangat takut jika dia bisa sampai keceplosan bicara....
"Untuk rencana selanjutnya, akan aku lakukan setelah aku keluar dari rumah sakit, dan yang pasti nya, aku tidak akan pernah melepaskan Nandini begitu saja, bahkan sampai ke ujung dunia pun, aku akan tetap mencari nya Laura"
"Benarkah mas..., iya aku setuju jika kau bisa berhasil menangkap wanita itu lagi mas, aku berjanji setelah dia tertangkap maka aku sendiri yang akan menjaga nya mas, aku akan menyiksa dia hingga dia tidak berani lagi melawan kita berdua"
"Terimakasih istri ku, kau benar-benar wanita yang paling mengerti aku, sekarang ayo suapin aku makan sayang, karena aku sudah sangat lapar sekarang"
"Baiklah suami ku"
Jawab Laura tersenyum manis...
Setelah itu dia langsung mengambil nampan yang ada di atas meja nakas, Laura menyuapi Akas dengan bubur yang telah disediakan oleh perawat suruhan nya..
Dia menyuapi Akas dengan sangat telaten, membuat Akas tersenyum dengan bahagia..
"Laura... apakah kau sudah meminum obat mu pagi ini? "
Tanya Akas mengingat kan
"Sudah mas... aku sekarang akan lebih menjaga kesehatan ku, agar aku bisa selalu menemani kamu mas"
"Terimakasih Laura, kau benar-benar istri yang sangat sempurna, aku berjanji akan selalu mencintai mu tanpa ada nya orang ketiga di antara kita"
"Iya, aku percaya dengan mu mas, karena kau sudah membuktikan nya kepada ku, bahkan dengan wanita secantik Nandini pun kau tidak bisa terpesona dengan dirinya"
"Cih... aku tidak akan pernah menyukai dia Laura, yang ada aku jijik setiap melihat dia"
Ucap Akas dengan mata penuh dendam....
__ADS_1