
Setelah hampir satu jam Laura pun keluar dari kamar mandi. Lalu menuju kamar tidur untuk berpakaian dan berdandan.
"Sayang" panggil Raka yang langsung tiba-tiba masuk ke dalam kamar.
"Aaaaaa.. kak Raka keluar" teriak Laura yang spontan menutupi tubuh nya dengan selimut karna Ia belum memakai baju.
"Iya-iya maaf" ucap Raka yang langsung menutup pintu kamar.
Raka pun kembali menuju ruang tamu untuk menonton tv namun fikiran nya melayang membayang kan momen saat tadi Ia membuka kamar.
Ia melihat tubuh mulus Laura walaupun hanya sesaat namun sangat jelas di ingatan nya.
Tak lama Laura pun keluar kamar dengan wajah kesal.
"Kakak ngapain sih masuk ke kamar gak pake ketok pintu dulu" ucap Laura dengan sangat kesal, matanya pun melotot walau tak begitu lebar karna memang sedikit sipit.
"Hehe.. maaf ya sayang tadi gak sengaja" jawab Raka sambil cengengesan
"Kakak udah liat semua nya?" Tanya Laura dengan tatapan tajam nya.
"Ee.. enggak kok sayang.. kan langsung kamu tutupin pake selimut" ucap Raka berbohong sambil tersenyum.
"Udah-udah sini duduk.. kita nonton tv bareng aja" ucap Raka lagi berusaha mengalihkan
"Huhh.. maka nya kalo masuk kamar orang itu ketok pintu dulu jangan asal masuk aja" ceramah Laura.
"Iya sayang" jawab Raka pasrah
"Awas aja kalo sampe itu terulang lagi.. aku bakal gantung kakak di ujung monas" ancam Laura
"Iya sayang.. gak lagi" jawab Raka seperti anak kecil yang tengah di marahi oleh ibu nya karna nakal.
__ADS_1
"Yaudah ambilin aku minum.. haus banget" ucap Laura lalu bersandar di sofa.
"Siap tuan putri" jawab Raka yang langsung menuju dapur untuk mengambilkan Laura minum.
***kenapa kau begitu lemah Raka*** batin Raka
Raka pun kembali ke ruang tamu membawa kan segelas jus jeruk kepada Laura.
"Maaf ya kak tadi aku udah marah-marah sama kakak.. aku cuma terlalu syok" ucap Laura
"Iya sayang gak masalah" ucap Raka lalu mengelus pelan rambut Laura.
"Kamu cantik banget malam ini" ucap Raka
"Cuma malam ini aja?" tanya Laura
"Ya tiap hari cantik.. tapi malam ini beda aja" ucap Raka semakin dalam menatap Laura.
Jantung Laura mulai berdegup kencang karna tatapan Raka.
Laura yang sedari tadi diam. Ia menutup mata nya karna wajah Raka semakin dekat.
Hembusan nafas Raka mulai terasa pertanda wajah mereka sangat dekat. Laura tak berani membuka matanya. Debaran jantung nya pun semakin kencang.
Raka mulai mencium bibir Laura dengan lembut. mereka seolah tehanyut oleh suasana malam itu.
Suasana yang semakin panas membuat Raka hilang kendali. Raka kemudian membaringkan Laura diatas sofa ruang tamu tersebut.
Ciuman Raka turun ke leher jenjang Laura. dengan sangat lembut Raka memperlakukan Laura sehingga membuat Laura merasa nyaman dengan suasana malam itu.
Raka memberikan beberapa tanda merah di leher Laura yang putih. Raka semakin lupa diri Ia terbuai dengan tubuh Laura.
__ADS_1
Raka membuka seluruh baju nya dan Laura. Namun saat Raka sudah siap ingin melakukan nya tiba-tiba suara Laura menghentikan nya.
"Kak" ucap Laura lirih dengan mata yang berkaca-kaca menatap Raka yang ada diatas nya
Ucapan Laura membuat Raka tersadar akan tindakan nya. Raka pun langsung bangun dan memakai kembali pakaian nya begitu pun dengan Laura.
Setelah mereka selesai berpakaian lengkap. Raka langsung memeluk Laura.
"Maafin aku Ra" ucap Raka dengan mata berkaca-kaca.
Laura menangis terisak dalam pelukan Raka. Laura sangat syok dengan apa yang baru saja terjadi antara diri nya dan Raka.
"Sayang" panggil Raka
Namun Laura masih terus menangis di pelukan nya. Raka melepaskan pelukan nya dan menatap Laura yang masih mengeluarkan air mata.
"Maafin aku. kamu boleh hukum aku apa pun" ucap Raka sambil menghapus air mata Laura
"Sayang please maaf maaf maaf maaf" ucap Raka sambil berlutut dan menangkup kan kedua tangan nya.
Laura tak menjawab permohonan Raka, Ia langsung berlari menuju kamar dan mengunci nya.
"Pergi kak.. aku mau sendiri" ucap Laura dari balik pintu.
Raka sadar apa yang sudah di lakukan nya tadi sangat keterlaluan. Apa lagi disaat Laura baru saja menerima nya namun Ia sudah melakukan kesalahan fatal yang mungkin saja membuat Laura menjauhi nya.
"Maaf sayang" ucap Raka
"Please kak.. tinggalin aku sendiri" ucap Laura dari dalam kamar dengan suara serak karna masih menangis
"Iya sayang" ucap Raka pasrah dan berjalan keluar dengan fikiran kacau.
__ADS_1
***kenapa kau sebodoh itu Raka*** batin Raka yang menyalahkan diri nya sendiri.
Terima Kasih Dear sudah membaca.. mohon kritik dan saran agar menjadi lebih baik lagi.. Love you