
Laura berjalan meninggalkan rumah sakit dengan air mata yang keluar membasahi pipi nya.
Sesampai nya di dalam mobil Laura pun menangis.
"Maafin aku Mi.. aku fikir aku bisa ngeliat kamu sama kak Raka tapi ternyata sakit.. Apa ini yang kamu rasain selama ini Mi" gumam Laura sendiri.
*****
Keesokan harinya Laura pergi ke cafe tempat biasa Ia pergi bersama Raka. Namun kali ini terasa sangat berbeda karna Laura hanya pergi seorang diri tampa Raka.
Semua kenangan indah itu sangat sulit untuk dilupakan begitu saja. Tapi Laura mau tidak mau siap tidak siap harus melupakan Raka dan segala impian yang mereka rencanakan.
Laura termenung sendirian di ruang VIP cafe tersebut. Tiba-tiba ada seseorang yang langsung memeluk nya dari belakang.
Laura yang terkejut langsung berusaha melepaskan pelukan tersebut namun pelukan itu semakin kuat.
"Aku gak bisa Ra" ucap seseorang yang sedang memeluk Laura.
"Kak Raka" ucap Laura.
Ya orang tersebut adalah Raka. Yang juga datang ke cafe tersebut.
"Lepasin aku kak" ucap Laura lagi.
"Nggak Ra.. aku gak bisa aku mencintai kamu bukan Mia" ucap Raka dengan suara serak karna sedang menangis.
Laura berusaha menahan air mata yang berlomba-lomba ingin keluar dari mata sipit nya.
"Kamu pasti bisa mencintai Mia kak" ucap Laura masih menahan tangis nya.
Raka kemudian melepaskan pelukan nya lalu berdiri di hadapan Laura.
"Harus nya aku nikahin kamu dari dulu" ucap Raka.
"Udahlah kak.. kita udah selesai" ucap Laura.
"Kamu mikirin perasaan Mia tapi kamu gak mikir gimana perasaan aku.. aku capek harus terus pura-pura di depan Mia" ucap Raka.
"Kamu pasti bisa kak" ucap Laura lalu hendak beranjak pergi namun langsung di tahan oleh Raka.
__ADS_1
"Kasih aku waktu satu hari sama kamu Ra" ucap Raka.
"Gak bisa kak.. aku sibuk" ucap Laura.
"Aku mohon cuma satu hari aja Ra setelah itu aku gak akan ganggu kamu lagi" ucap Raka.
"Oke.. aku tunggu besok" ucap Laura lalu pergi meninggalkan Raka sendirian.
*****
Pagi-pagi sekali Raka sudah terbangun dari tidur nya. Ia langsung beranjak mandi dan bersiap untuk pergi menuju rumah Laura.
Sementara Laura juga telah siap hanya menunggu Raka menjemput nya saja.
Tepat jam 7.15 Raka tiba di rumah Laura. Raka berencana ingin membawa Laura pergi ke pantai tempat pertama kali mereka pergi liburan 3 tahun lalu.
"Laura" panggil Raka berusaha mencairkan suasana.
"Iya" jawab Laura singkat tampa menoleh ke arah Raka.
"Kenapa kita harus begini?" Tanya Raka.
"Kalo kamu masih mau bahas itu terus mending turunin aku disini" ucap Laura.
"Untuk hari ini aja" ucap Raka lagi.
"Iya" jawab Laura.
"Sayang" pamggil Raka.
"Ya" jawab Laura.
"Liat sini dong" ucap Raka.
Laura lalu menatap kearah Raka.
"Hari ini aku akan bikin kamu bahagia" ucap Raka sambil tersenyum.
"Iya" ucap Laura singkat.
__ADS_1
"Senyum dong" ucap Raka.
Laura pun menampilkan senyum nya yang terpaksa. Namun Raka juga tak kehabisan akal. Raka langsung menggelitiki pinggang Laura sehingga membuat perempuan tersebut tertawa dengan kencang nya.
"Hahaha kak Raka ampun hahaha" ucap Laura di tengah tawa nya karna geli.
Raka kemudian menghentikan aksi nya menggelitik pinggang Laura.
"Maka nya jangan nakal" ucap Raka.
"Iya-iya hahaha" ucap Laura
"Kamu cantik banget" ucap Raka lalu mengelus rambut Laura.
Sepanjang perjalanan menuju pantai mereka habiskan dengan penuh canda dan tawa.
Setelah kurang lebih 2 jam perjalanan mereka pun sampai di pantai yang tidak terlalu ramai seperti dulu ketika mereka pertama kali liburan karna memang hari ini adalah hari senin.
Setelah memarkirkan mobilnya Raka dan Laura berjalan menuju kamar yang telah di pesan oleh Raka.
Saat sampai di depan kamar Raka pun membuka pintu lalu langsung menggendong Laura masuk dan mengunci pintu.
"Kak Raka turunin" ucap Laura.
"No" jawab Raka sambil tersenyum.
"Kak Raka ih nyebelin" ucap Laura kesal.
Sesampainya di depan ranjang Raka langsung membaringkan tubuh Laura di ranjang dan langsung menindihnya sehingga membuat Laura tak bisa bergerak.
"Kak Raka apaan sih" ucap Laura.
"Hari ini harusnya kita resmi menikah" ucap Raka sambil menatap lekat wajah Laura.
"Jangan mulai deh kak" ucap Laura kesal.
"Emang bener kan" ucap Raka.
"Minggir kak" ucap Laura seraya berusaha melepaskan dari bawah tubuh Raka namun tenaga nya tak cukup kuat melawan Raka.
__ADS_1
Terbesit fikiran gila di otak Raka. Raka kemudian memposisikan tubuhnya senyaman mungkin di atas tubuh indah Laura.
Terima kasih sudah membaca.. mohon kritik dan saran agar lebih baik lagi..