Cinta Pertama Laura

Cinta Pertama Laura
Episode 20


__ADS_3

Laura yang berada di dalam kamar masih dalam keadaan menangis.


"Kenapa kamu tega kak" ucap Laura lirih yang berdiri di depan cermin melihat ada beberapa bercak merah di sekitar leher nya.


Laura terus saja menangisi keadaan nya. Sementara Raka pergi berjalan menuju pantai dengan perasaan kacau. Raka bingung harus melakukan apa agar Laura mau memaafkan nya.


Raka berjalan lunglai menyusuri pantai seorang diri. Tiba-tiba ponsel nya berdering pertanda ada orang yang menelpon.


Raka langsung merogoh ponsel nya yang berada di saku celana nya.


Tertera nama Dewa di layar ponsel nya. Raka pun langsung menekan tombol hijau.


**Hallo Raka** sapa Dewa dari sebrang telpon


**Iya Wa.. kenapa?** jawab Raka dengan suara lemas


**Lu harus pulang sekarang Ka** ucap Dewa


**Kenapa?** tanya Raka dengan nada santai


**Obat loe ketinggalan bego** ucap Dewa


**Oh** jawab Raka dengan santai nya lalu mematikan sambungan telpon nya.


Raka lalu meremas kasar rambut nya. Ia sangat kesal kenapa dia bisa melakukan hal sebodoh itu kepada wanita yang sangat di cintai nya.


Tiba-tiba ponsel nya kembali berdering dan langsung di tekan nya tombol hijau tanpa melihat siapa yang menelpon.

__ADS_1


**Apa lagi sih Wa** ucap Raka dengan nada marah


**Aku mau pulang kak** terdengar suara wanita yang menjawab.


**Laura.. aku mohon Ra kasih aku satu kesempatan lagi** ucap Raka dan ternyata yang menelpon adalah Laura


**Aku mau pulang sekarang** ucap Laura dengan suara terisak.


**Oke.. aku ke kamar sekarang** jawab Raka dan sambungan telpon pun langsung terputus.


Raka berlari menuju kamar Laura. dengan sangat tergesa-gesa Ia berlari tanpa perduli dengan keadaan sekitar yang sedang ramai.


Setiba nya di depan kamar no. 56 Raka pun langsung membuka pintu. Di sambut Laura yang sudah berdiri dengan memegang tas nya.


"Laura" ucap Raka dengan suara serak yang langsung berlutut dan menangkupkan tangan nya.


"Maafin aku Ra" ucap nya lagi dengan diiringi isak tangis seperti anak kecil.


Laura yang tak tega melihat Raka menangis pun langsung luluh.


"It's okey kak" ucap Laura


"Maafin aku Ra" ucap Raka lagi.


Laura melangkah mendekati Raka yang masih berlutut lalu menggenggam kedua tangan Raka.


"Udah kak bangun" ucap Laura seraya membantu Raka berdiri.

__ADS_1


"Maafin aku Ra" ucap Raka.


"Iya kak.. udah jangan nangis lagi ya" ucap Laura sambil menghapus air mata Raka.


"Sekarang kakak duduk dulu, aku mau ambil minum" ucap Laura lalu berjalan menuju dapur.


Raka duduk di sofa ruang tamu dengan wajah yang sudah tidak karuan karna habis menangis. Laura yang sudah kembali dari dapur kemudian memberikan gelas air minum kepada Raka.


"Minum dulu kak" ucap Laura lalu duduk di samping Raka


Raka meminum air tersebut setelah selesai Ia langsung menghadap ke arah Laura yang berada di sebelah kiri nya.


"Laura" ucap Raka lagi


"Iya kak" jawab Laura dengan senyuman


"Kamu udah gak marah lagi" tanya Raka bingung


Laura menggeleng.


"Enggak kak.. tapi ingat ini untuk yang pertama dan terakhir kali nya.. kalo nanti kakak ulangi lagi aku bakal tinggalin kakak" ucap Laura.


"Iya Ra.. aku janji" ucap Raka.


"Ya udah.. sekarang kita cari makan yuk kak aku lapar abis nangis" ucap Laura sambil tersenyum


"Oke.. tapi aku ke kamar mandi dulu ya mau cuci muka sekalian ganti baju" ucap Raka

__ADS_1


"Iya kak" jawab Laura.


Terima Kasih sudah membaca dear.. mohon kritik dan saran nya agar lebih baik lagi.


__ADS_2