
Sesampainya di cafe Laura langsung mencari keberadaan Mia dan setelah melihat Mia segera Laura berjalan menghampiri Mia yang tengah duduk sambil menyeruput segelas jus.
"Mia.. udah lama?" tanya Laura seraya duduk.
"Baru juga kok Ra.. aku udah pesenin kamu tuh Ra" ucap Mia.
"Thanks Mi.. oh ya Mi gimana kamu sama kak Dewa?" tanya Laura sambil memakan kentang goreng.
"Baik kok Ra" jawab Mia.
"Jadi nya kapan?" tanya Laura lagi.
"Gak usah bahas itu deh Ra.. BTW gimana kamu udah diterima kerja?" tanya Mia.
"Udah Mi.. besok aku udah mulai masuk kerja" ucap Laura.
"Bagian apa Ra?" tanya Mia.
"Accounting Mi" jawab Laura.
"Ada yang ganteng gak Ra?" tanya Mia.
"Banyak Mi.. awas di marahin kak Dewa loh.. hahaha" ucap Laura sambil tertawa.
Kedua sahabat itu pun asik mengobrol sana sini sambil sesekali tertawa.
Laura sengaja memilih bekerja di perusahaan orang lain karna Ia tak suka jadi bos. Ia ingin menambah lebih banyak pengalaman.
*****
Keesokan hari nya Laura telah siap dengan setelan yang rapi khas karyawan kantoran berwarna pastel.
__ADS_1
Laura berangkat ke kantor menggunakan taksi online yang sudah Ia pesan sebelum nya.
Hanya perlu waktu 30 menit untuk sampai dikantor tempat nya bekerja.
Suasana kantor pagi ini cukup sepi karna para karyawan belum semua datang ke kantor.
Laura langsung pergi menuju ruang HRD untuk menemui pak Marcell sebab pak Marcell yang akan menunjukan ruang kerja Laura.
Laura datang terlalu pagi sehingga Ia harus menunggu pak Marcell terlebih dahulu karna pak Marcell belum datang.
"Permisi" ucap OB yang sedang ingin membersihkan ruangan pak Marcell.
"Iya" jawab Laura sembari menoleh keasal suara.
Terlihat pria tampan yang masih berumur 23 tahunan sedang memegang sapu dan alat pel
"Maaf mba saya mau bersihin ruangan ini dulu" ucap si OB.
Si OB pun langsung membersihkan ruangan tersebut dengan sangat cekatan. Laura memperhatikan setiap gerak gerik OB tersebut dan karna memang tidak ada teman untuk mengobrol Laura pun mencoba membuka pembicaraan dengan OB tersebut.
"Kamu udah lama kerja disini?" tanya Laura.
"Udah 1 tahun lebih mba" jawab si OB sambil terus menyapu lantai.
"Oh iya nama kamu siapa?" tanya Laura.
"Saya Rio mba" jawab OB tersebut yang ternyata bernama Rio.
"Aku Laura.. gak usah panggil mba deh kan kita seumuran" ucap Laura.
"Tapi kan mba atasan saya" ucap Rio.
__ADS_1
"Kan aku yang minta.. biar lebih enak aja ngobrol nya" ucap Laura.
"Mmm iya Laura" ucap Rio.
Laura tersenyum kearah Rio. Seperti Raka dulu Rio pun mulai jatuh hati kepada Laura saat pertama kali bertemu namun Ia sadar diri dengan keadaan nya mana mungkin Laura mau sama dia. Walaupun pada dasar nya baik kepada siapa pun tanpa memandang kasta.
"Rio" panggil Laura.
"I..Iya Laura" jawab Rio.
"Pak Marcell datang jam berapa sih?" tanya Laura.
"Biasa nya pak Marcell datang jam 8" jawab Rio.
"Masih satu jam lagi dong aku nunggu nya" ucap Laura.
"Kenapa gak keliling kantor aja dulu Ra?" tanya Rio.
"Kamu mau temenin?" tanya balik Laura.
Rio terkejut dengan pertanyaan Laura. Sejujurnya Rio pun ingin menemani Laura jangan kan hanya berkeliling kantor bahkan keliling GBK pun Rio mau. Tapi apa boleh buat dia hanya seorang OB.
"Maaf Ra.. aku masih banyak kerjaan" tolak Rio secara halus.
"Ya udah kalo gitu aku temenin kamu aja ya.. bete juga gak punya teman ngobrol" ucap Laura.
"Ja.. jangan Ra nanti kamu kecapek'an" ucap Rio.
"Gak papa Rio.. kan biar sekalian aku keliling kantor juga" ucap Laura.
Terima kasih sudah membaca Dear semoga suka dengan cerita nya.. maaf jika masih banyak kesalahan dalam penulisan
__ADS_1