Cinta Pertama Laura

Cinta Pertama Laura
Episode 41


__ADS_3

Laura mengikuti Rio yang berjalan ke setiap ruangan untuk membersihkan lantai-lantai tersebut.


Banyak mata yang memandang sinis kedekatan antaran Laura dan Rio. Terutama para karyawan wanita karna walaupun Rio hanya seorang OB namun dia banyak di kagumi oleh wanita-wanita.


"Rio" panggil Laura.


"Iya Ra" jawab Rio.


"Aku ke ruangan pak Marcell dulu ya.. udah jam 8" pamit Laura.


"Iya Ra.. makasih ya" ucap Rio.


"Makasih buat apa?" tanya Laura.


"Ya karna udah mau nemenin aku bersih-bersih kantor" ucap Rio sambil tersenyum.


"Harus nya aku yang makasih karna kamu udah mau jadi temen aku.. yaudah aku duluan ya sampai ketemu nanti" ucap Laura seraya berjalan dengan terburu-buru menuju ruangan pak Marcell.


Rio tersenyum menatap Laura yang mulai menghilang dari pandangan nya.


"Sadar diri Rio kamu bukan level nya" gumam Rio dalam hati lalu kembali melanjutkan pekerjaan nya.


*****


Kini Laura tengah menuju ruang kerja nya diantar oleh pak Marcell yang terus berusaha pedekate dengan Laura namun tak begitu di hiraukan oleh Laura.


"Ini ruang kerja kamu sekarang" ucap pak Marcell setelah sampai di depan ruang kerja Accounting lalu membuka pintu ruangan.


"Iya pak" jawab Laura lalu masuk ke dalam ruangan yang cukup besar karna Accounting adalah salah satu jabatan yang lumayan berpengaruh di perusahaan tersebut.


"Selamat bekerja" ucap pak Marcell sambil tersenyum lalu keluar dari ruangan Laura.


Laura mulai mengamati setiap sudut di ruangan tersebut. Laura mulai memikirkan sesuatu untuk membuat ruang kerja nya senyaman mungkin.


Setelah selesai melihat lihat ruang kerja nya Laura kemudian membuka berkas-berkas yang ada di atas meja kerja nya. Laporan keuangan bulan lalu dengan cepat Ia pelajari.


Tiba-tiba ada seseorang yang mengetok pintu ruangan Laura.


Tok..tok..tokkk


"Siapa?" tanya Laura dari dalam ruangan.


"Rio Ra.. aku mau bersihin ruangan kamu" jawab Rio yang berada di depan pintu ruangan Laura.


"Masuk Rio" ucap Laura.


Setelah mendapat persetujuan dari Laura kemudian Rio pun masuk ke dalam ruang kerja Laura dengan menenteng sapu dan alat pel.


Laura tersenyum manis kepada Rio dan dibalas dengan senyuman pula oleh Rio.


"Rio" panggil Laura pada Rio yang tengah sibuk menyapu lantai.

__ADS_1


"Iya Ra" jawab Rio.


"Kamu udah punya pacar?" tanya Laura.


Rio pun terkejut mendengar pertanyaan dari Laura.


"Ee.. emang nya kenapa Ra?" tanya balik Rio.


"Ya kalo kamu udah punya pacar takut aja pacar kamu marah kalo aku berteman sama kamu" ucap Laura.


"Aku belum punya pacar Ra.. gak ada juga yang mau sama OB kayak aku Ra" ucap Rio.


"Jangan gitu ah.. kamu ganteng kok" ucap Laura.


"Buat apa ganteng kalo miskin.. Gak ada perempuan yang mau sama laki-laki miskin kayak aku Ra" ucap Rio yang masih tetap fokus pada pekerjaan nya.


"Kamu kok ngomong nya gitu sih Rio.. kan gak semua perempuan ngeliat dari sisi materi doang" ucap Laura.


"Mmm aku permisi dulu Ra.. kerjaan aku udah selesai" ucap Rio yang langsung keluar dari ruangan Laura.


*****


Sudah hampir sebulan Laura bekerja di perusahaan tersebut itu arti nya pertemuan antara Laura dan Rio pun semakin intens.


Semakin hari Laura dan Rio semakin dekat banyak yang mengira bahwa mereka sudah berpacaran. Padahal masih berteman saja.


Tak jarang pula Rio mengantar Laura pulang walau hanya dengan sebuah motor bebek butut tapi untung nya Laura tak pernah malu berteman dengan nya.


"Rio" panggil Laura.


"Iya Ra" jawab Rio.


"Besok kan kantor udah mulai libur.. kamu mau rencana kemana?" tanya Laura.


"Gak kemana mana Ra.. aku harus kerja" jawab Rio.


"Kerja?" tanya Laura tak mengerti dengan ucapan Rio.


"Iya Ra.. aku dapat kerjaan di cafe sambil nunggu kantor buka lagi lumayan gaji nya" ucap Rio.


Laura kagum dengan Rio yang sangat pekerja keras dan tak kenal lelah.


"Kamu hebat" ucap Laura.


"Hebat kenapa?" tanya Rio.


"Ya hebat aja.. abis nya kamu kerja terus gak pernah libur walaupun kantor lagi libur panjang tapi kamu malah cari kerjaan lain gak nikmatin cuti" ucap Laura.


"Orang miskin seperti aku gak boleh kenal dengan kata lelah dan capek.. kalo itu terjadi ya hasil nya gak akan bisa makan" ucap Rio sambil tersenyum.


"Kenapa kamu gak cari kerjaan yang lebih layak lagi sih? kan kamu pinter" tanya Laura.

__ADS_1


"Aku gak punya ijazah karna belum bisa lunasi biaya sekolah" ucap Rio.


"Ya udah kita lunasin sekarang biar kamu bisa ambil ijazah kamu" ucap Laura.


"Aku masih belum punya uang Ra" ucap Rio.


"Biar aku yang bayar semua" ucap Laura.


"Gak usah Ra.. aku masih bisa usaha sendiri makasih atas tawaran nya" tolak Rio secara halus.


"Gimana kalo aku pinjamin kamu jadi nanti kalo kamu udah punya uang baru kamu bayar ke aku" ucap Laura.


"Gak usah Laura.. aku gak mau ngerepotin kamu" ucap Rio.


Laura menatap tajam ke arah Rio yang juga sedang menatap nya. Cukup lama Laura dan Rio saling tatap membuat detak jantung mereka semakin cepat.


Laura tak mengerti apa yang sedang dia rasakan saat ini tapi yang jelas Laura merasa sangat nyaman saat bersama dengan Rio namun bayang bayang Raka masih terus bergelayut dalam benak nya.


Meskipun Raka telah meninggalkan nya begitu saja dengan rasa sakit yang dalam tapi tetap saja bayang bayang Raka tak pernah lepas dari ingatan Laura.


Sementara Rio mencoba mengendalikan perasaan nya kepada Laura karna sadar akan level nya yang tak sepadan dengan Laura.


Rio menyukai Laura namun Ia tak berani mengungkapkan nya karna perbedaan kasta yang cukup tinggi di antara mereka.


"Laura" panggil Rio.


"Ya" jawab Laura.


"Aku ngomong sesuatu sama kamu" ucap Rio.


"Ya ngomong aja Rio" ucap Laura.


"Aku..." ucap Rio menggantung.


"Aku apa?" tanya Laura penasaran.


"Aku..." ucap Rio masih menggantung membuat Laura sangat penasaran.


"Aku apa Rio?" tanya Laura kesal dengan sikap Rio.


"Aku mau makan.. hehe" ucap Rio lalu menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


"Ih mau makan aja pake drama segala bikin penasaran" ucap Laura kesal.


"Makan yuk Ra" ajak Rio.


"Ayo deh aku juga udah laper nih" ucap Laura.


Laura dan Rio pun pergi menuju salah satu warung bakso di sekitar taman kota tersebut.


Terima kasih sudah membaca dear.. Maaf jika masih banyak terdapat kesalahan dalam penulisan. mohon kritik dan saran nya agar lebih baik lagi.

__ADS_1


__ADS_2