
Laura kemudian berjongkok di antara kedua makam tersebut.
"Mamah papah.. Laura datang" ucap Laura
Raka terkejut mendengar Laura menyebut Mamah dan Papah.
"Mah pah.. Laura kesini sama laki-laki yang Laura cinta" ucap Laura.
"Sayang" panggil Raka yang berada di samping Laura.
"Kak.. ini mamah papah aku" ucap Laura dengan mata berkaca-kaca.
"Mereka meninggal karna kecelakaan pas aku umur 10 bulan kak.. aku gak punya kenangan apapun tentang mereka dan kata oma aku adalah anak yang mereka nantikan selama 11 tahun kak" ucap Laura mencoba kuat namun buliran itu keluar dengan deras nya.
Raka kemudian memeluk Laura untuk menenangkan kekasih nya.
"Dari atas sana kedua orang tua kamu pasti bangga punya anak seperti kamu.. kamu baik cantik dan pintar" ucap Raka mencoba menenangkan Laura yang semakin terisak.
"Om tante.. Terima kasih sudah melahirkan gadis cantik ini.. saya janji akan menjaga dan membahagiakan putri om dan tante.. dan saya harap om dan tante mau merestui hubungan kami" ucap Raka seraya mengelus batu nisan orang tua Laura.
"Sayang udah ya.. nanti mamah papah kamu juga sedih kalo anak mereka yang paling mereka sayang ini nangis" ucap Raka lalu menghapus air mata Laura.
"Aku gak punya siapa-siapa lagi kak.. Mamah dan Papah ku anak tunggal gak punya saudara dan kedua oma opa ku juga udah gak ada kak" ucap Laura lirih.
"Aku punya segala nya tapi aku gak pernah ngerasain punya mamah dan papah" ucap Laura lagi dengan air mata yang masih mengalir deras membasahi pipi merah nya.
"Aku mau nikahin kamu Ra.. aku akan temani kamu setiap hari" ucap Raka.
"Tunggu aku lulus SMA ya kak" ucap Laura.
"Kenapa gak sekarang aja sayang.. kan sekolah itu punya orang tua aku jadi kita masih bisa sekolah" ucap Raka ngasal.
"Gak enak sama yang lain dong kak.. kan kita bisa sama-sama setiap hari di sekolah dan di luar sekolah" ucap Laura.
"Tapi janji ya Ra.. kamu akan menikah sama aku setelah lulus SMA nanti" ucap Raka.
"Iya kak.. aku janji" ucap Laura.
"Yaudah aku antar kamu pulang ya" ucap Raka
Laura mengangguk lalu mengelus batu nisan orang tua nya.
__ADS_1
"Mah pah Laura pulang dulu ya.. Nanti Laura akan kesini lagi" ucap Laura lalu berdiri.
"Om Tante saya pamit dulu.. saya janji akan selalu menemani Laura untuk datang kesini" ucap Raka.
Lalu mereka pun pergi meninggalkan pemakaman menuju rumah Laura.
******
Waktu terus berjalan tak terasa ujian kelulusan Raka semakin dekat begitu pun dengan Raka dan Laura yang seolah tak bisa terpisahkan.
Setiap hari mereka selalu datang dan pulang bersama. Saat jam istirahat pun mereka selalu bersama.
Seperti hari ini mereka sedang menikmati makan siang bersama di jam istirahat sekolah.
"Kakak rencana mau lanjut kuliah dimana nanti" tanya Laura sambil memakan makanan nya.
"Kalo kamu mau kuliah dimana nanti kalo udah lulus" tanya balik Raka.
"Kan aku masih lama kak" jawab Laura
"Ya gak papa dong kalo punya rencana dari sekarang" ucap Raka.
"Aku pengen banget kuliah di Universitas Harapan kak" ucap Laura
"Kakak emang gak punya keinginan apa ngikutin aku mulu" ucap Laura.
"Ya kan aku harus jagain kamu.. kamu juga makin hari makin cantik aja Ra" ucap Raka
"Ya harus lah.. kan aku punya pacar yang ganteng jadi aku juga harus cantik biar kakak gak berpaling" ucap Laura.
"Hahahaha.. hati aku udah mentok di kamu" ucap Raka sambil terkekeh.
Laura dan Raka pun melanjutkan makan mereka sambil sesekali mengobrol ini dan itu.
"Lauraaaaa" panggil Mia dengan wajah panik.
"Kenapa Mi" tanya Laura.
"Huh.. itu Ra huh di papan tulis ada yang nulis ini" ucap Mia sambil memperlihatkan sebuah foto dari ponsel nya.
Laura pun terkejut melihat tulisan tersebut. Berbeda dengan Raka yang sangat marah melihat tulisan itu.
__ADS_1
"Siapa yang berani nulis begitu" tanya Raka.
"Gak tau kak.. soal nya pas kelas lagi kosong karna anak-anak pada keluar semua" ucap Mia.
"Kurang ajar.. Kamu tenang aja Ra aku pasti bakal temuin orang yang nulis itu dan aku pastikan dia akan berlutut di hadapan kamu" ucap Raka sangat geram.
"Udah kak gak usah.. kakak fokus aja ke ujian sekolah nanti gak usah mikirin hal gak penting gini" ucap Laura berusaha menenangkan Raka.
"Aku bisa toleransi hal lain tapi kalo menyangkut kamu bakal aku kejar kemana pun orang itu pergi" ucap Raka.
"Bener Ra ini tu gak bisa di diemin terus" ucap Mia mendukung Raka.
"Aku curiga sama kak Alena deh" ucap Mia lagi sambil sedikit berbisik.
"Alena?" tanya Raka memastikan
"Iya kak soal nya beberapa kali kak Alena dan geng nya itu gangguin Laura" ucap Mia
Raka menatap Laura dengan tatapan tajam nya seolah meminta penjelasan dari Laura.
"Aku tunggu penjelasan kamu pulang sekolah nanti" ucap Raka lalu pergi meninggalkan Laura dan Mia di kantin.
"Kamu sih Mi cari masalah aja" ucap Laura menyalahkan Mia.
"Kak Raka berhak tau Ra biar dia bisa ngasih pelajaran buat kak Alena jadi gak gangguin kamu terus" ucap Mia
"Aku gak mau nambah beban fikiran dia Mia" ucap Laura sedikit kesal dengan sahabat nya.
"Gak bisa Ra.. aku gak mau kamu terus di gangguin sama mereka" ucap Mia.
"Sebentar lagi juga kan mereka bakal lulus sekolah Mi.. jadi mereka gak akan bisa gangguin aku lagi" ucap Laura.
"Udah Ra sebelum mereka lulus harus di kasih sedikit pelajaran tambahan dulu" ucap Mia.
*******
Sementara itu Raka berjalan dengan wajah penuh emosi menuju kelas 12 IPS.
"Alena" teriak Raka sontak saja membuat orang-orang yang ada di kelas terkejut.
"Apa sih Raka kok teriak-teriak" ucap Alena genit seraya menghampiri Raka.
__ADS_1
Terima Kasih sudah membaca dear... mohon kritik dan saran nya agar lebih baik lagi