
Sebelum keluar kelas Mia kembali menoleh ke belakang menatap Laura yang seperti tak punya semangat untuk hidup. Setelah Itu Mia beranjak berjalan berniat untuk mencari Dewa.
Tempat pertama yang Mia datangi adalah kelas Dewa dan Raka. Ia harus mencari tau apakah Dewa masuk atau Tidak hari ini.
"Permisi kak" sapa Mia sopan pada sekumpulan kakak tingkat nya.
"Iya ada apa?" tanya salah seorang dari kakak tingkat tersebut.
"Kak Dewa hari ini masuk atau gak ya?" tanya Mia.
"Oh Dewa tadi sih dia ke kantin" ucap kakak tingkat tersebut.
"Di kantin ya kak.. ya udah makasih ya kak" ucap Mia lalu pergi meninggalkan kelas Dewa dan Raka.
Mia berjalan dengan cepat kearah kantin. Mia harus mendapatkan penjelasan dari Dewa mengapa Raka meninggalkan Laura tanpa satu kata pun.
Bahkan Dewa ikut menjauh dari Mia. Semenjak Raka pergi ke Luar Negeri Dewa pun sangat sulit di hubungi dan baru hari ini Dewa masuk kuliah.
Dan hari ini Mia harus menemui Dewa untuk mendapatkan penjelasan.
Sesampainya di kantin Mia mulai mengarahkan pandangan nya ke seisi kantin. Dan tampak Dewa sedang duduk sendirian sambil makan.
Segera saja Mia langsung menghampiri Dewa.
"Kamu kemana aja sebulan ini gak masuk kuliah?" tanya Mia tanpa basa basi.
Dewa terkejut mendengar pertanyaan Mia. Dewa menongakkan kepala nya menatap Mia yang masih berdiri di depan nya.
"Jawab" ucap Mia dengan nada yang cukup tinggi.
"Udahlah gak penting.. sekarang kamu kasih tau aku dimana sepupu kamu yang bajingan itu" tanya Mia dengan tatapan tajam.
Dewa bingung harus mengatakan apa kepada Mia.
"Aku akan jelasin semua nya Mia" ucap Dewa.
"Yaudah jelasin sekarang" ucap Mia.
"Kamu duduk dulu.. aku pesenin makan sama minum ya" ucap Dewa.
"Gak usah berbelit belit deh jelasin sekarang" ucap Mia semakin kesal dengan sikap Dewa.
Dewa diam sejenak lalu menarik nafas nya panjang dan menghembuskan nya dengan kasar.
"Raka sakit parah.. sekarang dia lagi berobat ke Amerika" ucap Dewa.
Mia tampak tak percaya dengan ucapan Dewa karna sebelum-belum nya Raka terlihat sehat tidak seperti orang sakit. Namun Mia tetap berusaha mendengarkan penjelasan Dewa.
"Sebulan lalu hari dimana Raka pergi ke Amerika dia drop.. Dia sempat gak sadarkan diri selama beberapa jam itu sebab nya kedua orang tua nya bawa Raka ke Amerika untuk berobat" ucap Dewa menjelaskan.
"Sakit apa?" tanya Mia penasaran.
"Leukimia stadium lanjut" ucap Dewa.
Mia terkejut mendengar perkataan Dewa. karna selama ini Raka tak pernah terlihat seperti orang sakit parah.
__ADS_1
"Terus kenapa gak bilang sama Laura.. kasihan Laura nangis terus kak?" tanya Mia
"Raka gak mau Laura tau soal kondisi nya sekarang.. Karna kemungkinan untuk sembuh nya tipis.. Dia gak mau Laura sedih dengan kematian nya nanti" ucap Dewa.
"Selama ini Raka bertahan karna Laura semua pengobatan udah dia lakuin tapi hasilnya masih nihil" lanjut Dewa.
"Sampai kapan kak pengobatan nya?" tanya Mia.
"Mungkin bisa sampe bertahun tahun Mi" jawab Dewa.
"Astaga.. berarti sekarang kita harus bikin Laura bangkit lagi kak.. kasian dia tiap malam selalu nangis mandangin foto-foto nya sama kak Raka" ucap Mia.
"Iya Mi.. tapi kita masih pacaran kan?" tanya Dewa.
"Udahlah kak gak usah mikirin kita.. yang penting sekarang itu kak Raka sembuh dan Laura balik happy lagi kayak dulu" ucap Mia.
"Iya iya" jawab Dewa.
*****
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, dan bulan berganti tahun. Laura mulai terbiasa dengan hidup nya kini tanpa sosok Raka.
Meski sudah mulai terbiasa namun bayang bayang Raka masih terus bersemayang dalam pikiran nya. Entah sampai kapan Laura akan benar-benar bisa melupakan Raka.
Hari ini tepat 3 tahun Raka pergi meninggalkan Laura tanpa satu kata pun dan beberapa hari lagi Laura akan melaksanakan wisuda karna Ia dinyatakan lulus dengan predikat Cum Laude.
"Laura" panggil Mia.
"Iya Mi" jawab Laura.
"Setelah ini kamu mau kerja atau bisnis sendiri Ra?" Tanya Mia.
"Tapi kan warisan orang tua kamu banyak Ra kenapa gak kamu aja yang handle" ucap Mia
"Aku pengen ngerasain kayak orang orang Mi.. ngelamar kerja terus interview dan lain lain nya deh" ucap Laura sambil tersenyum.
"Kamu hebat Ra.. meskipun warisan orang tua kamu banyak bahkan gak akan habis tujuh turunan tapi kamu masih mau kerja keras.. pasti orang tua kamu bangga banget punya anak kayak kamu" puji Mia.
"Gak usah berlebihan deh Mi muji nya nanti aku terbang nih.. hahaha" ucap Laura lalu tertawa.
"Emang fakta nya gitu kok.. kamu tuh ya sempurna banget jadi perempuan.. cantik iya pintar iya pekerja keras iya jago masak iya kaya raya pun iya" ucap Mia.
"Udah ah.. nanti bantuin aku bikin lamaran kerja ya Mi" ucap Laura.
"Siap boss" ucap Mia.
*****
Hari dimana Laura akan di wisuda pun tiba. Laura terlihat tampak sangat cantik menggunakan kebaya warna pink favorite nya.
Sementara itu dari negeri seberang sana terlihat seorang lelaki dengan wajah pucat dan tangan dengan jarum infus tampak serius menatap layar ponselnya.
"Laura cantik ya nak" ucap mamah Katty.
"Iya mah.." jawab Raka.
__ADS_1
Mata nya berbinar memandang Laura walau hanya lewat sambungan video call tapi Raka sangat senang bisa melihat gadis yang selama ini sangat dicintai nya terlihat bahagia.
Dan kini tiba giliran Laura untuk naik ke atas panggung yang menandakan Laura telah lulus dengan predikat S1 Cum Laude.
"Kamu hebat sayang" ucap Raka sambil tersenyum.
"Raka ayo kita ke ruang operasi nak" ajak mamah Katty.
Raka kemudian menutup sambungan video nya lalu bersiap untuk menuju ruang operasi lagi lagi dan lagi.
*****
Jam sudah menunjukan pukul 06.30 pagi. Laura telah siap untuk melakukan interview di salah satu perusahaan ternama di kota nya.
Laura berangkat menggunakan taksi online yang telah dipesan nya melalui aplikasi.
Sesampainya di perusahaan tersebut Laura langsung masuk dan bertanya kepada resepsionis perihal kedatangan nya.
"Permisi mba.. ruang interview nya dimana ya" tanya Laura pada resepsionis.
"Dilantai 5 mba diruang HRD" ucap si resepsionis.
"Makasih mba" ucap Laura lalu beranjak menuju lift untuk naik ke lantai 5.
Sesampai nya didepan ruang HRD Laura langsung mengetok pintu ruangan tersebut.
Tok..tok..tokk
"Masuk" suruh orang dari dalam ruang HRD tersebut.
"Permisi pak" ucap Laura setelah masuk ke dalam ruang HRD.
"Silahkan duduk" ucap si HRD yang masih terlihat muda berkisar umur 25 tahun.
"Makasih pak" ucap Laura lalu duduk di hadapan HRD tersebut.
"Laura Carissa" tanya si HRD.
"Iya pak" jawab Laura.
"Saya Marcell HRD disini dan bisa kita mulai sekarang interview nya?" tanya HRD yang bernama Marcell.
Dari tatapan nya seperti nya Marcell mulai menyukai Laura.
"Iya pak saya sudah siap" jawab Laura.
Beberapa pertanyaan pun di lontarkan oleh Marcell dan dengan tenang Laura menjawab semua pertanyaan itu karna memang IQ Laura cukup tinggi.
Tanpa pertimbangan apapun lagi Marcell langsung menerima Laura untuk bekerja di perusahaan tersebut. Selain karna kepintaran nya Marcell juga tertarik karna kecantikan Laura.
"Mulai besok kamu sudah bisa bekerja disini" ucap Marcell.
"Terima kasih pak.. saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk kemajuan perusahaan ini" ucap Laura.
*****
__ADS_1
Setelah selesai interview Laura pun segera pergi menuju cafe untuk menemui Mia yang sudah menunggu Laura.
Apakah Marcell akan menggantikan posisi Raka dihati Laura? Apakah Marcell orang yang baik atau tidak?? Penasaran dengan cerita selanjutnya.. Terus ikuti kisah Cinta Pertama Laura ya.. Jangan lupa komen dan like nya.. Terima Kasih dear