Cinta Pertama Laura

Cinta Pertama Laura
Episode 29


__ADS_3

"Kak jangan aneh-aneh deh.. aku teriak ya" ucap Laura kesal dengan tingkah Raka diatasnya.


"Kamu cuma perlu nikmatin aja sayang.. pasti enak" ucap Raka sambil mulai menggerayangi tubuh Laura.


"Kak stop.. kalo gak aku benar-benar teriak" ucap Laura mengancam.


Namun Raka seolah tak perduli Ia terus menjamah setiap lekuk tubuh Laura.


Laura masih terus berontak namun tenaga nya tak cukup melawan Raka yang tampak tenang di atas tubuh nya.


"Kak Raka please.. jangan kayak gini kak" ucap Laura berusaha menenangkan Raka.


Laura tau sekarang fikiran Raka lagi sangat kacau karna perpisahan mereka dan batal nya pernikahan yang sudah disiapkan sedemikian rupa.


Raka masih tak bergeming.


"Kak Raka.. udah gak sayang sama aku" ucap Laura dengan nada sedih dan mata nya berkaca-kaca.


Mendengar pertanyaan itu Raka langsung terhenti. Ia menatap wajah Laura yang sudah mulai mengeluarkan bulir air mata nya.


"Apa kamu kira aku main-main sama kamu" tanya Raka.


"Kita udah gak bisa sama-sama lagi kak" ucap Laura lirih.


"Bukan kita yang gak bisa sama-sama tapi kamu yang terlalu egois" ucap Raka.


"Apa kamu fikir dengan begini Mia bisa bahagia.. aku sama sekali gak punya perasaan apapun sama dia" ucap Raka lagi.


"Kita udah merencanakan hari ini dari lama Ra.. tapi hanya karna sebuah tulisan kamu jadi berubah begini" ucap Raka.


Laura tak menjawab Ia hanya menangis sambil menatap Raka.


"Kenapa kamu diam hah" tanya Raka.


"Kita udah 3 tahun ngejalanin ini Ra dan harus berakhir hanya karna tulisan yang gak masuk akal" ucap Raka semakin membuat Laura terisak.


"Kak" ucap Laura disela tangisnya.


"Kenapa?" tanya Raka.


"Aku cuma pengen liat sahabat ku bahagia kak" ucap Laura.


"Kamu terlalu naif Ra.. demi membahagiakan satu hati lalu kamu rela menghancurkan 2 hati.. kamu tau kan Dewa suka sama Mia.. dan kamu sama sekali gak perduli itu" ucap Raka.


"Hari ini terserah kamu mau lakuin apa pun ke aku kak tapi tolong setelah ini jangan temuin aku lagi" ucap Laura.


Hati Raka seolah sangat hancur mendengar perkataan Laura yang tak memikirkan perasaan nya.


Air mata Raka menetes tepat dipipi Laura yang juga penuh dengan air mata.


"Kamu mau aku menikahi Mia" tanya Raka.


Dijawab dengan anggukkan oleh Laura.


"Aku akan lakukan itu demi kamu" ucap Raka.


Mendengar ucapan Raka membuat Laura menghentikan tangisnya.


"Beneran kak" tanya Laura.


"Iya" jawab Raka.


Laura tersenyum lalu memeluk Raka.


"Makasih ya kak" ucap Laura.


"Tapi dengan satu syarat" ucap Raka.


Ucapan Raka membuat Laura spontan melepaskan pelukan nya.

__ADS_1


"Syarat apa kak?" tanya Laura.


Raka menatap sejenak wajah gadis dibawah nya itu seorang gadis yang selama 3 tahun ini selalu menemani setiap hari nya.


"Jangan pernah pergi dari kota ini.. aku ingin selalu melihat kamu meskipun dari jauh" ucap Raka.


Laura tersenyum lalu mengangguk.


"Iya kak aku gak akan kemana-mana" ucap Laura.


Raka lalu bangkit dari atas tubuh Laura kemudian duduk ditepi ranjang diikuti oleh Laura yang juga bangun dan duduk di samping Raka.


"Mamah papah nanyain kamu terus" ucap Raka.


"Iya kak nanti aku telpon mamah" ucap Laura.


"Kamu laper?" tanya Raka.


"Belum kak" jawab Laura.


"Maaf soal yang tadi aku terlalu emosi" ucap Raka.


"Iya kak gak papa" ucap Laura sambil tersenyum.


Raka menatap Laura lalu mengecup lembut bibir gadis itu.


"Kamu cantik" ucap Raka.


"Kak" panggil Laura.


"Ya" jawab Raka.


"Aku mau telpon mamah dulu" ucap Laura.


Raka menganggukkan kepala nya.


Beberapa kali Laura mencoba menelpon namun tak bisa tersambung. Mungkin mereka sedang sibuk pikirnya.


Setelah itu Laura meletakan ponsel nya diatas meja ruang tamu dan pergi menuju kamar mandi untuk sekedar membersihkan dirinya dari debu-debu yang belum sempat Ia bersihkan tadi.


Sementara itu Raka berjalan keluar kamar. Ia berencana untuk menonton tv namun setelah sampai di ruang tamu bukan tv yang Raka nyalakan melainkan ponsel Laura yang tergeletak begitu saja diatas meja.


Raka menengok sekilas kearah kamar mandi lalu memencet password ponsel Laura yang ternyata masih menggunakan tanggal lahir Raka.


Semasa mereka pacaran dulu password handphone Laura adalah tanggal lahir Raka dan begitu pun sebaliknya password handphone Raka adalah tanggal lahir Laura.


Raka mulai menelusuri handphone Laura. Mulai dari riwayat panggilan, chat di whatshap, kontak yang disave, sampai galeri. Semua masih tampak sama seperti mereka pacaran dulu. tak ada satupun yang berubah bahkan wallpaper handphone Laura pun masih menggunakan foto mereka berdua saat merayakan hari valentine tahun lalu.


"Apa persahabatan harus begini Ra?" gumam Raka sendirian.


Setelah beberapa saat terdengar suara gagang pintu di putar. Buru-buru Raka mengembalikan handphone Laura ke tempat asal nya tadi.


"Kak Raka ngapain disini?" tanya Laura setelah sampai di depan Raka.


"Nonton tv" jawab Raka.


Laura menoleh kearah tv.


"Tv nya kan belum nyala" ucap Laura.


"Maksudnya ini baru mau nyalin tv" ucap Raka berusaha tenang.


Laura tak menimpali ucapan Raka. Ia langsung mengambil handphone nya kemudian pergi menuju kamar meninggalkan Raka seorang diri di ruang tamu.


Setelah mengunci pintu kamar Laura kemudian berjalan menuju jendela. Ia kembali terkenang masa saat Ia dan Raka bersama.


Flashback on


"Sayang" panggil Raka.

__ADS_1


"Iya sayang" jawab Laura sambil tersenyum.


"Kamu nanti pengen bulan madu kita kemana?" tanya Raka.


"Ke Seoul" jawab Laura sambil nyengir kuda.


"Cuma ke Seoul aja?" tanya Raka.


"Emang kalo keliling dunia boleh?" tanya balik Laura.


"Apa sih yang gak buat calon istriku ini.. Kamu list aja apa pun yang kamu inginkan dan mau kemanapun kamu setelah kita menikah aku akan wujudkan itu semua" ucap Raka lalu mencium tangan Laura yang sedari tadi di genggamnya.


Flashback off


Teringat akan list itu membuat Laura merogoh tas nya. dan mengeluarkan sebuah buku kecil seperti diary lalu membuka nya.


Pergi Ke Seoul untuk memasang gembok cinta di Namsan Tower.


Pergi ke Tokyo saat musim bunga Sakura.


Pergi ke Amerika buat nonton konser Taylor Swift.


Dan masih banyak lagi impian Laura yang Ia tulis di buku tersebut.


Namun kini semua impian itu harus Ia kubur dalam-dalam karna sangat mustahil itu bisa terwujud.


Laura ingin merobek kertas-kertas didalam buku itu tapi tak Ia mengurungkan niat nya dan kembali menyimpan buku tersebut ke dalam tas nya.


Laura menyeka bulir-bulir yang keluar dari mata nya. Setiap mengingat momen-momen bersama Raka membuat nya sangat terluka.


"Laura" panggil Raka dari luar kamar.


"Iya" jawab Laura dari dalam kamar.


"Kamu mau pizza" tanya Raka.


"No" jawab Laura.


"Terus kamu mau makan apa?" tanya Raka.


"Aku belum lapar" jawab Laura.


"Dari tadi pagi kamu belum makan.. kamu harus makan sekarang.. bilang kamu mau makan apa" ucap Raka.


"Aku belum lapar" jawab Laura.


"Kita kan kesini mau liburan untuk perpisahan kita.. ayolah keluar kita nikmati hari terakhir kita bersama" ucap Raka.


Mendengar ucapan Raka membuat bulir-bulir dimata nya kembali keluar dengan deras nya. walau ini adalah keinginan nya namun berat rasa nya kehilangan orang yang sudah sangat lama menemani nya.


Karna tak ada jawaban dari Laura. Raka pun beranjak pergi ke ruang tamu untuk merebahkan dirinya di sofa.


Setelah kurang lebih setengah jam Laura keluar dari kamar. Laura melihat Raka yang tengah tertidur di atas sofa.


Perlahan Laura mulai berjalan mendekati Raka yang sedang terlelap.


Tiba-tiba terdengar suara Raka dengan mata masih terpejam memanggil nama Laura Laura Laura.


"Astaga kak Raka.. kenapa panas begini" ucap Laura seraya memegang dahi dan leher Raka yang sangat panas.


Laura kemudian pergi kedapur untuk mengambil baskom yang diisi air hangat untuk mengompres Raka.


Sudah hampir 2 jam Laura terus mengompres Raka dengan air hangat namun tak ada perubahan sama sekali badan Raka masih terasa sangat panas.


Laura pun menelpon pihak hotel untuk segera menghubungi rumah sakit terdekat.


"Kak Raka tahan ya sebentar lagi ambulance akan datang" ucap Laura berusaha setenang mungkin walau perasaan nya sangat panik.


Terima kasih sudah membaca dear.. mohon kritik dan saran nya agar lebih baik lagi.

__ADS_1


__ADS_2