Cinta Pertama Laura

Cinta Pertama Laura
Episode 27


__ADS_3

Laura masih terus memohon hingga berlutut di hadapan Raka. Raka yang tidak tega pun mengiyakan permintaan Laura yang menyuruh nya untuk menikahi Mia.


"Makasih ya kak" ucap Laura yang berusaha tersenyum.


"Nanti kakak temenin Mia di rumah sakit ya biar Mia cepat sembuh" ucap Laura lagi.


"I Love You Laura" ucap Raka lalu kembali memeluk Laura.


Laura berusaha tegar dalam pelukan Raka Ia tak ingin Raka melihat nya menangis walau sebenarnya hati nya sangat hancur.


Pernikahan impian nya hilang begitu saja. bayang-bayang kebahagiaan rumah tangga bersama Raka mulai Ia kubur sedalam mungkin.


Laura harus melepaskan cinta pertama nya untuk sahabat nya.


*****


Laura dan Raka tiba di rumah sakit dengan wajah sembab. Dewa yang melihat mereka tampak bingung kenapa wajah Raka dan Laura menjadi sembab apa mereka habis bertengkar.


"Kak Dewa temenin aku ke kantin yuk.. biar kak Raka yang jaga Mia" ucap Laura ketika sampai di dalam ruangan Mia.


"Kenapa gak sama Raka aja Ra" tanya Dewa yang semakin yakin bahwa mereka sedang bertengkar.


"Udahlah kak ayo" ajak Laura kepada Dewa.


Dewa tampak diam lalu menatap ke arah Raka meminta jawaban dan Raka pun menganggukkan kepala nya pertanda iya.


"I..iya Ra" ucap Dewa yang langsung di tarik Laura pergi.


Raka menatap sedih kepergian Laura. Ia ingin sekali memperjuangkan hubungan nya dengan Laura namun itu hanya akan membuat nya semakin kehilangan Laura.


Laura mengancam akan pergi dari hidup Raka untuk selamanya jika Raka menolak permintaan Laura.


Setelah Laura dan Dewa menghilang dari pandangan nya. Raka pun beranjak duduk di sofa dekat jendela. Ia memandang langit yang kini tengah hujan.


"Apa ini karmaku harus kehilangan perempuan yang sangat aku cintai" tanya Raka pada dirinya sendiri. untuk menyesal pun percuma karna semua tak mungkin kembali seperti dulu lagi.


*****


Hari demi hari berlalu kini keadaan Mia semakin membaik. Raka selalu menemani Mia di rumah sakit tapi hati dan fikiran nya selalu kepada Laura.


Sementara Laura hanya sesekali menjenguk sahabat nya itu. Ia tak ingin terlalu sering bertemu dengan Raka.

__ADS_1


Sudah hampir sebulan Mia tak sadarkan diri. Namun hari ini tangan Mia mulai bergerak dan dengan perlahan Ia membuka matanya.


"Kak Raka" panggil Mia ketika melihat Raka duduk di sofa sambil bermain handphone.


Raka tak merespon Ia masih tetap fokus menatap layar ponsel nya yang memperlihatkan foto Laura yang tengah berada di puncak.


Mia mencoba bangun perlahan untuk mengambil air minum karna tenggorokan nya terasa kering.


Brakkkk..


Suara gelas yang terjatuh itu mengagetkan Raka sehingga membuat nya dengan cepat menghampiri Mia.


"Mia.. kamu mau minum" tanya Raka.


"I..iya kak" jawab Mia yang tampak aneh dengan sikap Raka.


"Sebentar aku ambilin" ucap Raka lalu mengambilkan minum dan memberikan nya kepada Mia.


"Laura mana kak?" tanya Mia sambil menyerahkan gelas kepada Raka.


"Laura lagi di puncak" ucap Raka.


"Kenapa kak Raka gak ikut malah disini" tanya Mia.


"Hah.. tapi kenapa kak?" tanya Mia penasaran.


"Udahlah gak usah bahas itu.. kamu kan baru sadar harus banyak istirahat" ucap Raka yang tak ingin Mia tau dengan apa yang terjadi pada nya dan Laura.


Sementara Laura sedang menenangkan diri di puncak. Ia ingin menata hati nya kembali yang telah hancur berkeping-keping.


Laura membuka galeri di ponsel nya. Ada ribuan foto dirinya dan Raka tersimpan rapi di galeri ponsel nya.


Laura menatap lekat foto-foto itu. tak terasa air mata nya mulai membasahi pipi nya.


"Kak Raka" ucap nya lirih mengingat semua memori indah nya bersama Raka selama 3 tahun.


Seketika Laura tersadar dari khayalan nya bersama Raka.


"Laura kamu harus move on okey" ucap Laura pada dirinya sendiri.


*****

__ADS_1


Setelah seminggu setelah Mia sadar. Ia pun sudah di perbolehkan pulang hari ini karna kondisi nya sudah sangat baik.


Raka selalu setia menemani Mia hari demi hari namun hati dan fikiran nya tak pernah sekali pun untuk Mia.


Dan dihari kepulangan Mia dari rumah sakit Laura pun turut hadir untuk menjemput Mia dari rumah sakit.


"Miaaaaa" panggil Laura lalu berlari menghampiri Mia dan langsung memeluk nya.


"Laura.. aku kangen banget sama kamu" ucap Mia seraya melepaskan pelukan nya.


"Aku juga Mi.. gimana keadaan kamu sekarang udah sehat kan?" Tanya Laura.


"Udah Ra.. oh ya Ra aku boleh tanya sesuatu?" Ucap Mia.


"Apa Mi?" Tanya Laura.


"Kenapa kamu mutusin kak Raka?" Tanya Mia penasaran.


"Ya karna udah gak cocok aja Mi.. mungkin emang bukan jodoh kali" ucap Laura sambil tersenyum.


"Kamu gak lagi rahasiain sesuatu kan dari aku Ra?" Tanya Mia.


"Enggak Mia sayang" ucap Laura.


Tiba-tiba Raka pun datang tampa mengetok pintu sontak saja membuat kedua sahabat itu terkejut begitu pun dengan Raka yang terkejut melihat Laura datang.


"Kak Raka" panggil Mia sambil tersenyum.


"Maaf.. aku ganggu kalian aku tunggu diluar aja" ucap Raka hendak menutup pintu namun ditahan oleh Laura.


"Gak usah.. aku juga udah mau pulang kok" ucap Laura.


"Kok pulang sih Ra.. kan kita baru ketemu" ucap Mia.


"Aku lupa Mi kalo hari ini aku punya janji buat ke salon" ucap Laura berbohong.


"Yaudah Ra gak papa.. tapi nanti ke rumah aku ya" ucap Mia.


"Iya.. aku balik dulu ya bye" ucap Laura lalu pergi.


"Oke bye" jawab Mia.

__ADS_1


Sebelum keluar dari pintu ruangan Mia. Laura sempat menatap beberapa detik ke arah Raka yang berada tepat di depan pintu lalu beranjak pergi.


Terima kasih sudah membaca dear.. mohon kritik dan saran nya agar lebih baik lagi.


__ADS_2