
Laura dan Raka melakukan selfie beberapa kali dengan berbagai macam gaya.
"Udah kak" ucap Laura sambil melihat-lihat kembali foto mereka tadi.
"Mau diapain sayang?" tanya Raka.
"Posting lah kak di instagram" ucap Laura sembari memilih beberapa foto untuk di posting ke laman instagram nya.
"Sayang" panggil Raka.
"Apa kak" jawab Laura.
"Mau cium boleh?" tanya Raka.
"Cium apa dulu?" tanya balik Laura.
"Mmm.. pipi nya aja" jawab Raka.
"Boleh" ucap Laura.
Dengan cepat Raka langsung mendaratkan bibirnya ke pipi merah Laura.
"Yaudah turun yuk kak" ucap Laura.
"Ayo sayang" jawab Raka.
"Eh tunggu kak aku mau kasih liat beberapa model undangan" ucap Laura seraya membuka kembali ponsel nya untuk memperlihatkan beberapa foto.
"Bagus yang mana menurut kakak?" tanya Laura.
"Terserah kamu aja sayang mau yang mana" ucap Raka.
"Jangan gitu dong kak.. kan aku juga harus minta pendapat kakak" ucap Laura.
"Mmm.. yang ini sayang" ucap Raka sambil menunjuk salah satu foto.
"Kayak nya bagusan yang ini deh kak.. yang ini aja yah kak" ucap Laura.
"Iya sayangku" jawab Raka pasrah.
Nama nya juga perempuan dia yang minta pendapat tapi dia juga yang memaksakan pendapat nya sendiri.
*****
Tok..tok..tokk
__ADS_1
"Raka Laura ayo makan sayang" panggil mamah Katty sambil mengetok pintu kamar.
"Iya mah" jawab Laura dan Raka berbarengan lalu keluar kamar.
"Papah udah pulang mah?" tanya Laura.
"Udah sayang itu udah nunggu di meja makan" ucap mamah Katty.
Laura, Raka dan mamah Katty pun berjalan menuruni anak tangga untuk menuju ke meja makan dimana papah Anton sudah menunggu mereka untuk makan malam.
"Malam pah" sapa Laura.
"Malam sayang" jawab papah Anton.
Laura, Raka, Mamah Katty dan Papah Anton makan masakan mamah Katty dengan lahap nya sambil sesekali mengobrol.
*****
Jam menunjukkan pukul 08.00 pagi Laura telah siap diruang tamu menunggu Raka menjemput untuk segera pergi ke tempat percetakan undangan.
"Kak Raka lama banget sih" gumam Laura sendiri.
Perasaan Laura mulai gelisah khawatir terjadi sesuatu dengan Raka. Bukan tampa sebab rasa khawatir Laura karna Raka tak pernah selama ini di perjalanan. Sudah hampir satu jam namun Raka tak juga datang. Ponsel nya pun tak bisa dihubungi.
Ponsel mamah Katty dan papah Anton pun tak bisa dihubungi. Karna perasaan nya semakin tak menentu Laura pun memutuskan untuk pergi ke rumah Raka.
Setelah kurang lebih 30 menit Laura pun sampai dirumah Raka. Rumah itu tampak sepi tapi ada satu hal yang membuat Laura terkejut. Mobil Raka masih terparkir rapi dihalaman rumah nya. Tapi Ia masih berfikir positif mungkin saja Raka menggunakan mobil lain.
"Nona Laura" sapa bi Asih pembantu Raka.
"Bibi.. Kak Raka udah berangkat?" tanya Laura.
"Maksud nya apa bi?" tanya Laura penasaran.
"Tuan, Nyonya dan Tuan Muda tadi pagi pergi ke Amerika Non" ucap bi Asih.
Betapa terkejut nya Laura mendengar ucapan bi Asih padahal baru pagi Raka menelpon sudah menuju rumah Laura tapi kenyataan nya sekarang Raka dan kedua orang tua nya pergi ke Amerika tanpa memberitahu Laura.
"Bibi gak bercanda kan?" tanya Laura tak percaya.
"Buat apa bibi bohong non" ucap Bi Asih meyakinkan.
"Tapi kenapa mereka gak bilang sama aku dulu bi" ucap Laura.
"Bibi juga gak tau non.. ya sudah bibi balik beres-beres dulu non" ucap bi Asih seraya meninggalkan Laura yang masih berdiri mematung dihalaman rumah.
Laura memegang dada nya yang sangat terasa sesak. Ia tak percaya lelaki yang selama 3 tahun lebih menemani nya ternyata pergi tanpa pamit. Laura bahkan tak tau apa alasan Raka dan Kedua Orang Tua nya pergi ke Amerika tanpa memberitahu nya.
"Kenapa kamu begini kak" ucap Laura lirih.
Laura kemudian masuk ke dalam mobil nya dan melaju dengan perasaan yang kacau. Ia menangis hatinya hancur. Mungkin ini adalah pertanda bahwa Tuhan tidak mengizinkan mereka bersatu.
Tiba-tiba mobil Laura berhenti disebuah pemakaman. Disaat seperti ini Laura ingin sekali memeluk kedua orang tua nya. Ia ingin menceritakan semua yang terjadi padanya.
"Mamah papah" ucap Laura sambil menangis.
Laura duduk diantara kedua makam orang tua nya. Ia terus menangis sambil menundukkan kepala nya.
__ADS_1
Laura tak sanggup mengeluarkan satu kata pun. Lidah nya terasa sangat kelu mengingat apa yang telah terjadi padanya. Hanya tinggal 1 minggu lagi Laura dan Raka akan menikah tapi nampak nya semua impian itu akan hilang lagi seperti waktu lalu saat kesalah pahaman dengan Mia terjadi.
*****
Disisi lain di dalam sebuah mobil.
"Raka" panggil mamah Katty
Raka tak menyahuti mamah Katty. Ia terus memandangi jendela mobil pikiran nya kosong. hidup nya terasa sangat berat tanpa Laura.
"Kamu harus kuat nak.. mamah yakin kamu akan sembuh dan bisa bersama dengan Laura kembali" ucap mamah Katty menyemangati Raka.
Raka masih terus diam tanpa menyahuti ucapan mamah Katty. Hati ibu mana tak sakit jika melihat anak semata wayang nya harus menderita karna penyakit ganas dan harus membatalkan pernikahan nya.
"Berhenti" ucap Raka dan papah Anton yang menyetir pun langsung menghentikan laju mobil.
"Ada apa sayang?" tanya Mamah Katty.
"Itu mobil Laura mah" ucap Raka.
"Apa Laura lagi di makam orang tua nya?" tanya papah Anton.
"Laura pasti udah tau kalo kita akan ke luar negeri" ucap Raka lalu berniat untuk turun.
"Kamu mau apa nak?" tanya mamah Katty.
"Raka mau liat Laura mah" ucap Raka.
"Bukan nya kamu bilang kamu gak mau Laura tau soal ini" tanya Mamah Katty.
"Iya mah.. Raka cuma mau liat Laura dari jauh" ucap Raka.
"Yaudah tapi jangan lama-lama ya nak nanti kamu drop lagi" ucap mamah Katty.
Raka pun keluar dari mobil dan berjalan perlahan memasuki area makam. Dari kejauhan terlihat seorang gadis cantik yang sedang menangis sesegukan tak salah lagi itu adalah Laura.
"Sayang maaf.. aku harus tinggalin kamu.. maaf aku gagal bahagiain kamu.. aku mencintaimu Laura" ucap Raka yang melihat Laura dari jauh.
Raka pun tak bisa menutupi rasa sakit hatinya karna harus meninggalkan Laura. Air mata nya kembali menetes melihat Laura seperti ini.
*****
Sudah 1 bulan berlalu sejak kepergian Raka ke Amerika. Tak ada senyum manis lagi di wajah cantik Laura. Di kampus pun Laura hanya diam saja. Mia yang melihat Laura seperti itu merasa tak tega dengan sahabat nya tersebut.
"Ra.." panggil Mia.
"Iya Mi" jawab Laura berusaha tersenyum pada Mia.
"Ke kantin yuk" ajak Mia.
"Aku gak lapar Mi.. kamu aja ya" ucap Laura.
"Kamu udah makin kurus banget Ra" ucap Mia.
"Tapi aku gak lapar Mi" ucap Laura.
"Ya udah aku ke kantin dulu ya" pamit Mia.
__ADS_1
"Iya" jawab Laura singkat.
Nah loh apa yang terjadi sama Raka ya? Penyakit apa yang di idap Raka? Kasihan Laura jadi patah hati lagi.. Penasaran dengan kelanjutannya? Jangan lupa like dan komen ya gess.. Terima kasih sudah membaca.. mohon maaf jika masih banyak terjadi kesalahan pada penulisan atau alur cerita.