Cinta Pertama Laura

Cinta Pertama Laura
Episode 25


__ADS_3

Dua tahun kemudian..


"Happy anniversary sayang" ucap Raka lalu memberikan sebuah kado kepada Laura.


"Apa ini kak" tanya Laura penasaran.


"Buka dong" ucap Raka.


Laura pun membuka kotak itu secara perlahan. dan terlihat lah sebuah kalung berlian yang sangat cantik berinisial R.


"Cantik banget kak" ucap Laura tersenyum.


"Kan yang pake juga cantik" ucap Raka lalu memasangkan kalung tersebut di leher Laura.


"Makasih ya kak" ucap Laura.


"Iya sayang" jawab Raka.


Raka dan Laura pun menghabiskan malam anniversary mereka dengan penuh cinta.


*****


Keesokan harinya Raka menjemput Laura untuk pendaftaran di Universitas Harapan.


"Sayang udah lama" tanya Laura.


"Baru kok sayang.. ayo masuk" ucap Raka.


"Kamu udah siapin semua berkas nya sayang" tanya Raka.


"Iya kak udah" jawab Laura.


Mereka berdua pun melaju menuju Universitas Harapan yang mana Raka juga berkuliah disana.


Setelah kurang lebih 30 menit mereka pun sampai di Universitas Harapan dan langsung melakukan pendaftaran.


Setelah dari Universitas Harapan mereka melanjutkan perjalanan ke kantor Wedding Organizer yang cukup terkenal di kota itu untuk membahas konsep pernikahan mereka.


Ya, Laura dan Raka sedang mempersiapkan pernikahan impian mereka karna kini Laura sudah lulus SMA.


"Sayang.. aku mau konsep nya kayak cinderella ya karna aku suka banget cinderella" ucap Laura.


"Iya sayang.. apa sih yang gak buat Laura" ucap Raka.


"Makasih ya kak" ucap Laura.


"Iya sayang.. tapi aku gak bisa lama-lama karna hari ini ada meeting" ucap Raka.


Ya Raka selain kuliah juga bekerja di perusahaan milik ayah nya yang bergerak di bidang properti yang sangat terkenal.

__ADS_1


"Iya sayang gak papa.. nanti aku bisa telpon Mia buat temenin aku" ucap Laura.


"Tapi kamu beneran gak papa kan sayang" tanya Raka memastikan.


"Iya sayang.. udah sana nanti telat loh" ucap Laura.


"Ya udah aku pergi dulu ya sayang" ucap Raka lalu mencium kening Laura.


"Iya hati-hari ya sayang" ucap Laura.


"Oke sayangku" jawab Raka lalu pergi.


Setelah Raka pergi Laura pun menelpon Mia untuk datang ke kantor wedding organizer.


*****


Sudah sejam lebih Laura menunggu namun Mia tak kunjung datang. Ditelpon pun tak di angkat.


Laura mulai khawatir dengan Mia. tidak biasa nya Mia seperti ini.


Ditengah kegelisahan Laura tiba-tiba ponsel nya berbunyi pertanda ada yang menelpon. Tertera nama Dewa di layar ponsel. Laura langsung menekan tombol hijau.


**Hallo** sapa Laura.


**Hallo Laura.. kamu dimana** tanya Dewa panik


**Mia kecelakaan Ra.. sekarang dia di ruang UGD Rumah Sakit Dirgantara** ucap Dewa.


**Kak Dewa gak lagi bercanda kan** tanya Laura memastikan


**Aku serius Ra.. kamu langsung kesini aja** ucap Dewa.


**Oke aku ke sana sekarang kak** ucap Laura lalu mematikan ponsel nya.


Laura buru-buru mencari taksi untuk menuju rumah sakit.


*****


Tiba di rumah sakit Laura langsung menuju resepsionis untuk menanyakan korban kecelakaan bernama Mia Agnesia.


"Korban kecelakaan bernama Mia Agnesia apa masih di UGD?" tanya Laura pada petugas resepsionis.


"Betul mba.. korban yang bernama Mia Agnesia masih di ruang UGD" jawab si petugas.


"Oke makasih" ucap Laura lalu berlari menuju ruang UGD.


Sesampai nya di ruang UGD sudah ada Dewa yang menunggu di sana.


"Kak Dewa" panggil Laura sambil berlari menghampiri Dewa

__ADS_1


"Laura.. kamu sama siapa" tanya Dewa


"Sendiri kak.. gimana keadaan Mia kak?" tanya Laura khawatir.


"Masih di tanganin dokter Ra" jawab Dewa.


"Kenapa Mia bisa kayak gini kak" tanya Laura.


"Menurut saksi mata di tempat kejadian.. ada bapak-bapak mau nyebrang gak liat kiri kanan pas kebetulan Mia lewat karna mungkin kaget jadi Mia banting stir ke kanan nabrak tiang listrik" ucap Dewa menjelaskan.


Laura tampak sangat sedih mendengar penuturan Dewa. Ia merasa bersalah karna menyuruh Mia datang untuk menemani nya.


"Udah Ra.. kita berdoa aja semoga Mia baik-baik aja" ucap Dewa berusaha menenangkan Laura yang sudah terisak.


"Tapi kak.. kalo aja aku gak suruh Mia datang buat nemenin aku mungkin Mia akan baik-baik aja gak bakal kayak gini" ucap Laura.


"Kamu gak salah Ra.. ini udah takdir gak ada yang perlu di sesali.. lebih baik kita berdoa buat kesehatan Mia" ucap Dewa.


Tiba-tiba Raka juga datang ke rumah sakit tersebut.


"Sayang.. kamu baik-baik aja kan" tanya Raka dengan wajah sangat khawatir.


"Aku gak papa kak.. Mia yang kecelakaan" ucap Laura.


"Gue ke ruang administrasi dulu" ucap Dewa lalu beranjak pergi.


"Syukurlah kalo kamu gak papa.. udah kamu tenang ya Mia pasti akan baik-baik aja sayang" ucap Raka sambil memeluk Laura.


"Kakak tau dari mana kalo aku kesini" tanya Laura.


"Dari Dewa" jawab Raka.


"Kalo aja aku gak suruh Mia buat temenin aku.. pasti gak akan begini kejadian nya" ucap Laura.


"Udah sayang.. kamu jangan nyalahin diri sendiri ini udah takdir" ucap Raka.


Beberapa saat kemudian Dokter keluar dari ruang UGD.


"Gimana keadaan teman saya dok?" tanya Laura.


"Korban mengalami luka dalam yang cukup serius.. jadi kita harus segera melakukan operasi" ucap si dokter.


"Tolong selamatkan teman saya dok.. lakukan apa pun yang terbaik buat dia" ucap Laura.


"Baik.. kami akan segera menjadwalkan operasi nya.. permisi" ucap dokter.


"Iya dok.. terima kasih" jawab Laura.


Terima Kasih sudah membaca.. Mohon kritik dan saran nya agar lebih baik lagi..

__ADS_1


__ADS_2