
Sesampai nya di warung bakso Laura dan Rio pun langsung memesan makanan lalu duduk saling berhadapan.
"Kamu pernah makan di pinggir jalan Ra?" tanya Rio.
"Pernah dulu" jawab Laura.
"Sama siapa?" tanya Rio.
Laura diam sejenak.
"Sama orang yang udah ninggalin aku tanpa sebab" jawab Laura.
"Mantan kamu?" tanya Rio lebih detail.
"Udahlah gak usah bahas itu.." ucap Laura.
"Iya maaf" ucap Rio.
"Mmm Ra" panggil Rio.
"Iya" jawab Laura.
"Kalo misal nya ada orang yang suka sama kamu gimana?" tanya Rio.
"Kalo aku sih masih belum bisa buka hati lagi. takut kecewa untuk yang kedua kali nya" ucap Laura.
"Tapi kamu gak boleh berlarut larut dalam kecewa" ucap Rio.
"Iya Rio" jawab Laura.
Pesanan bakso Laura dan Rio pun datang dengan 2 gelas es jeruk.
Tanpa basa basi lagi mereka berdua langsung menghabiskan bakso tersebut tanpa sisa.
*****
Semakin hari Laura dan Rio semakin dekat dan tak terpisahkan walau belum ada status apapun namun Laura merasa sangat nyaman bersama Rio. Trauma di masa lalu membuat Laura masih sulit untuk membuka hati bagi siapa pun.
Sementara Rio hanya bisa mencintai Laura dalam diam. Perbedaan kasta membuat Rio minder untuk mengatakan perasaan nya kepada Laura.
Kedekatan Laura dan Rio membuat Laura mulai bisa melupakan Raka yang selama bertahun-tahun selalu membayangi nya.
Hari ini seperti biasa Rio dan Laura duduk disebuah taman tengah kota. Mereka terlihat sangat bahagia saling bercanda tawa satu sama lain.
__ADS_1
"Cie yang bentar lagi mau ulang tahun" ucap Rio.
"Masih 2 minggu lagi kali" ucap Laura.
"Kamu mau kado apa?" tanya Rio.
"Gak mau apa-apa yang penting kan doa nya" ucap Laura.
"Laura" panggil Rio.
"Iya" jawab Laura.
"Apa kamu gak malu punya teman yang miskin seperti aku?" tanya Rio.
"Untuk apa aku harus malu punya teman sebaik kamu" ucap Laura.
"Tapi aku cuma OB" ucap Rio.
"Aku bukan tipe perempuan yang ngeliat sesuatu hanya dari materi.. kalo orang baik sama aku ya aku akan jauh lebih baik" ucap Laura.
Mendengar pernyataan Laura membuat Rio mulai percaya diri dan menunggu waktu yang tepat untuk menyatakan perasaan nya terhadap Laura.
Rio pun mulai mencari pekerjaan tambahan di berbagai macam bidang. Rio berniat ingin memberikan Laura sebuah kalung yang beberapa waktu lalu di perlihatkan oleh Laura kepada Rio.
Sepanjang hari Rio bekerja tanpa kenal lelah selama berhari-hari sampai akhirnya dia berhasil mengumpulkan sejumlah uang untuk membelikan Laura sebuah kalung impian Laura.
"Saya mau cari kalung ini mba" ucap Rio kepada karyawan toko.
"Ini kalung limited edition mas.. dan harga nya lumayan mahal" ucap si karyawan toko.
"Berapa mba?" tanya Rio.
"138 juta mas" ucap karyawan toko.
Rio terkejut mendengar harga kalung tersebut. Ia tak menyangka jika harga kalung tersebut sangat mahal bahkan jika Rio bekerja bertahun tahun pun tak akan bisa mendapatkan uang sebanyak itu.
Rio bingung harus membelikan kado seperti apa untuk Laura.
"Kalung yang harga 5 juta ada gak mba?" tanya Rio.
"Ada mas.. sebentar saya ambilkan" ucap karyawan toko lalu beranjak pergi.
Tak lama kemudian karyawan toko itu pun kembali dengan membawa beberapa model kalung yang berharga 5 jutaan.
__ADS_1
"Model kalung yang 5 juta cuma ini mas" ucap karyawan toko.
Rio melihat lihat kalung-kalung tersebut lalu memutuskan untuk membeli sebuah kalung dengan bandul berbentuk hati.
*****
Hari ulang tahun Laura pun tiba. Tak ada acara apapun yang diadakan oleh Laura tidak seperti tahun-tahun saat Ia bersama Raka yang selalu di rayakan dengan sangat meriah.
Banyak ucapan doa yang mengalir dari para teman-teman Laura yang mengirim ucapan selamat ulang tahun di whatsapp dan ada beberapa yang mengirimkan kado ke rumah Laura termasuk Mia.
Di hari ini juga Laura janjian dengan Rio akan bertemu di taman biasa mereka saling mengobrol kehidupan pribadi masing-masing.
Laura telah sampai duluan di taman. Laura duduk sambil bermain ponsel sembari menunggu Rio datang.
Tiba-tiba ada sebuah tangan seseorang yang menutup mata Laura dari belakang.
"Rio.. Aku tau ini pasti kamu kan" ucap Laura.
Orang tersebut melepaskan tangan nya yang menutup mata Laura. Setelah lepas Laura langsung membalikkan badan nya untuk melihat siapa yang menutup mata nya.
"Kak Raka" ucap Laura terkejut karna Raka sudah berada di hadapan nya.
Sambil tersenyum Raka memberikan sebuah bucket bunga mawar merah yang berukuran cukup besar kepada Laura.
Laura masih diam seolah tak percaya dengan apa yang dilihat nya kini. Raka yang selama bertahun-tahun menghilang tanpa kabar kini kembali.
"Happy birthday Laura" ucap Raka seraya memberikan bucket bunga tersebut.
"Buat apa kamu kembali?" tanya Laura dengan tatapan tajam.
"Aku minta maaf Ra karna harus ninggalin kamu" ucap Raka.
"Aku benci sama kamu" ucap Laura lalu mengalihkan pandangan nya.
"Bohong.. kamu pasti masih cinta kan sama aku" ucap Raka.
"Untuk apa aku masih mencintai orang yang udah ninggalin aku" ucap Laura.
"Kasih aku satu kesempatan lagi Ra untuk perbaikin semua nya.. aku janji gak akan kecewain kamu untuk yang kedua kali nya" ucap Raka memohon.
"Udahlah kak.. kita udah selesai" ucap Laura seraya berusaha menahan air mata nya agar tak keluar.
"Aku mohon Ra.. kasih aku kesempatan satu kali ini aja Ra" ucap Raka.
__ADS_1
Tanpa Laura dan Raka sadari ada sepasang mata yang sedang memperhatikan mereka.
Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak terjadi kesalahan dalam penulisan dan lain nya. Mohon kritik dan saran nya agar lebih baik lagi. Jangan lupa Like dan Koment.