
Tak berselang lama terdengar suara beberapa orang berlari dan berhenti tepat di depan kamar Laura dan Raka.
"Permisi" ketok salah satu dari petugas rumah sakit.
"Iya sebentar" jawab Laura lalu beranjak untuk membuka pintu.
"Maaf nona apa benar disini ada yang membutuhkan pertolongan" tanya salah satu petugas.
"Iya pak.. tolong pacar saya" jawab Laura lalu mempersilahkan para petugas masuk dan mengangkat tubuh Raka menuju Ambulance.
Laura mulai panik dengan kondisi Raka yang tak mau turun panas nya.
Sepanjang perjalanan Laura selalu menggenggam tangan Raka yang terasa sangat panas. Entah apa yang terjadi pada Raka saat ini. Namun selama 3 tahun mereka pacaran Raka tak pernah sekalipun mengeluhkan sakit apapun.
Setelah kurang lebih 10 menit ambulance pun tiba di depan UGD rumah sakit.
Raka langsung dibawa menuju UGD untuk melakukan tindakan pertama.
Laura dengan air mata yang terus mengalir dengan setia menunggu Raka yang dalam pemeriksaan.
Beberapa saat kemudian dokter pun keluar dari ruang UGD.
"Gimana keadaan kak Raka dok?" tanya Laura sambil menangis.
"Mari ikut saya" ucap sang dokter lalu berjalan dan diikuti oleh Laura dari belakang.
Sesampai nya di dalam ruangan dokter. Laura mulai merasa khawatir karna kalo bukan sesuatu yang penting terkait kesehatan Raka dokter tidak akan menyuruh nya ke ruangan tersebut.
"Silahkan duduk nona" ucap dokter
"Iya dok terima kasih" jawab Laura lalu duduk.
"Begini nona.. pasien mengidap penyakit yang sangat serius dan itu sudah sejak lama" ucap dokter
"Penyakit apa dok?" tanya Laura penasaran.
"Leukimia dan sekarang sudah memasuki stadium 3" ucap dokter.
Mendengar pernyataan dari dokter sontak membuat Laura sangat terkejut sebab Raka tak pernah sekalipun terlihat sedang sakit.
"Dokter bercanda kan.. ini gak mungkin dok kak Raka cuma sakit panas doang" ucap Laura seolah tak percaya dengan kenyataan.
__ADS_1
"Kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apakah benar pasien mengidap penyakit tersebut atau hanya saya yang salah diagnosa" ucap dokter mencoba menenangkan Laura yang semakin deras menangis.
Laura tak menjawab Ia berdiri lalu berjalan keluar dari ruangan dokter menuju UGD tempat Raka berada.
"Kak Raka kuat ya" ucap Laura disela tangisnya.
"Aku gak akan tinggalin kakak.. aku akan jaga kakak sampe sembuh" ucap Laura.
Tak lama kemudian Raka mulai menggerakan tangan nya dan perlahan membuka mata nya.
Terlihat gadis cantik yang tengah menangis sambil menundukan kepala nya. Laura masih tak sadar jika Raka sudah siuman.
"Kak Raka aku janji bakal jagain kakak dan gak akan pernah ninggalin kak Raka" ucap Laura.
"Janji" ucap Raka.
Mendengar suara Raka, Laura pun mengangkat kepala nya dan langsung memeluk Raka dengan erat.
"Kak Raka jangan sakit lagi ya" ucap Laura sambil terus memeluk Raka.
"Iya sayang" ucap Raka.
"Kak Raka baik-baik aja kan?" tanya Laura.
"Ya baik lah.. emang nya kenapa" tanya Raka balik kepada Laura.
"Tadi kata dokter kak Raka sakit Leukimia stadium 3.. itu gak bener kan kak? dokter itu salah kan kak?" tanya Laura diiringi dengan buliran air mata nya yang terus keluar.
"Iya gak lah sayang.. mungkin dokter itu baru lulus jadi masih salah diagnosa" ucap Raka sambil tersenyum.
"Iya kak.. kata dokter nya dia bakal meriksa ulang biar lebih jelas hasil nya" ucap Laura.
"Oh ya.. tadi kayak nya ada yang janji sesuatu" ucap Raka sambil tersenyum.
"Mmm itu..." belum Laura melanjutkan ucapan nya namun sudah di potong oleh Raka.
"Tolong Ra jangan tinggalin aku" ucap Raka sambil menggenggam tangan Laura.
"Aku mau menikah sama kamu" ucap Raka.
"Gak bisa kak" ucap Laura.
__ADS_1
"Kenapa.. apa karna Mia" ucap Raka.
"Biarin Mia sama Dewa dan aku sama Kamu" ucap Raka.
"Maksud kak Raka?" tanya Laura tak mengerti dengan ucapan Raka.
"Diary yang kamu baca itu adalah diary Mia 2 tahun lalu.. Dan sekarang dia udah move on dari aku" ucap Raka.
"Aku masih gak ngerti kak" ucap Laura.
"Sini aku jelasin" ucap Raka.
Flashback on
Setelah Mia benar-benar cukup sehat. Raka mulai memberanikan diri untuk bertanya langsung kepada Mia perihal buku diary yang ditemukan oleh Laura tempo hari di kamar Mia.
"Apa benar kamu suka sama aku?" tanya Raka.
"Maksud nya apa kak?" tanya balik Mia kepada Raka.
"Setelah kamu kecelakaan aku dan Laura pergi ke rumah kamu buat ngambil beberapa keperluan kamu selama di rumah sakit terus Laura nemuin buku diary kamu yang tertulis tentang perasaan kamu ke aku" ucap Raka menjelaskan.
"Ya ampun kak itu buku diary lama aku mungkin udah sekitar 2 tahun lalu.. bahkan aku sampe lupa dimana aku taroh nya saking gak pernah aku tulis lagi" ucap Mia.
"Berarti sekarang kamu udah gak ada perasaan apa pun kan sama aku?" tanya Raka memastikan.
"Ya gak lah kak.. aku suka sama kak Dewa" ucap Mia.
"Gara-gara diary itu Laura mutusin aku.. dia fikir kamu masih punya perasaan sama aku" ucap Raka.
"Astaga Laura.. yaudah biar aku hubungin dia buat jelasin semua kak" ucap Mia.
"Gak usah Mi.. biarin aja aku mau tau seberapa kuat dia liat aku sama kamu" ucap Raka.
Flashback off
"Apa iya kak?" tanya Laura yang masih bingung.
"Setelah dari sini kita temuin Mia dan Dewa" ucap Raka.
Terima kasih sudah membaca dear.. mohon saran dan kritik nya agar lebih baik lagi.
__ADS_1