
Plaakkk
Sebuah tamparan keras berhasil melesat di pipi kiri Alena.
Alena terkejut dengan perlakuan Raka. Alena yang kesakitan memegangi pipi nya.
"Gue gak akan biarin siapa pun nyakitin Laura" ucap Raka yang terlihat sangat marah.
"Oh jadi kamu nampar aku karna perempuan murahan itu hah" ucap Alena
"Sekali lagi lo bilang dia perempuan murahan.. gue gak akan segan-segan buat ngirim lo ke neraka saat ini juga" ucap Raka.
"Kamu di apain sih sama perempuan itu sampe jadi begini.. kamu di pelet sama dia" ucap Alena
"Ini peringatan gue yang pertama dan terakhir buat lo.. kalo sampe gue denger lo gangguin Laura lagi gue gak akan biarin lo tenang di dunia ini" ucap Raka lalu pergi.
Teman-teman Alena yang sedari tadi hanya diam kemudian berlari menghampiri Alena yang masih memegangi pipi nya yang tampak merah karna tamparan Raka yang cukup keras.
"Lo gak papa Len?" tanya Siska teman Alena.
"Liat aja gue bakal bikin itu cewek sengsara karna udah berurusan sama Alena" ucap Alena.
*****
Waktu pulang sekolah pun tiba. Laura berjalan bersama Mia menuju parkiran.
Sesampai nya di parkiran Raka sudah berdiri di samping mobil nya untuk menunggu Laura.
"Kak Raka Laura aku duluan ya.. bye" ucap Mia kepada kedua nya lalu pergi meninggalkan Laura dan Raka.
Suasana canggung pun terjadi beberapa saat ketika Mia pergi.
"Masuk" suruh Raka kepada Laura.
"Iya kak" jawab Laura yang langsung masuk ke dalam mobil Raka.
Raka pun melajukan mobil nya dengan kecepatan yang cukup cepat membuat Laura takut.
"Kak pelan-pelan" ucap Laura tapi tak di hiraukan Raka.
__ADS_1
"Kak Raka please kak aku mohon.. aku takut kak" ucap Laura sambil terisak.
Raka pun tiba-tiba mengerem mendadak mendengar Laura menangis ketakutan.
"Maaf" ucap Raka menyesali perbuatan nya karna Ia tau betul Laura sangat trauma ketika naik mobil dengan kecepatan tinggi.
Laura masih terisak dalam tangis nya. Ia sangat ketakutan.
"Sayang maaf aku terlalu emosi" ucap Raka memegang tangan kanan Laura.
"Aku takut kak" ucap Laura dengan suara serak.
"Maaf sayang" ucap Raka menatap lirih Laura yang masih menangis.
Laura hanya menganggukkan kepala nya tanpa melihat Raka.
"Yaudah kita jalan santai ke cafe biasa ya" ucap Raka lalu melanjutkan perjalanan ke tempat biasa mereka pacaran.
*****
Sesampainya di cafe Raka pun membawa Laura masuk ke dalam ruang vip cafe tempat biasa mereka.
"Minum dulu sayang" ucap Raka setelah pelayan mengantarkan pesanan Raka.
"Maafin aku ya karna udah bikin kamu takut" ucap Raka sambil menggenggam tangan Laura.
"Ini bukan salah kakak kok.. aku juga salah karna gak jujur sama kakak" ucap Laura.
"Udah sayang.. kamu gak pernah salah" ucap Raka lalu memeluk Laura kemudian mencium kening nya.
Raka sangat mencintai Laura. Apapun yang di inginkan Laura sebisa mungkin Ia akan melakukan nya bahkan sesalah apapun Laura Ia tak pernah bisa marah.
*****
Hari kelulusan pun tiba. Raka dan Laura pergi bersama di malam perpisahan sekolah.
Mereka terlihat sangat serasi dimalam itu. Laura yang sangat cantik dengan gaun berwarna pastel tampil serasi dengan Raka yang sangat tampan dengan setelan berwarna senada dengan Laura.
"Sayang" panggil Raka.
__ADS_1
"Iya kak" jawab Laura.
"Kamu cantik banget malam ini" ucap Raka sambil menatap Laura.
"Kakak juga ganteng banget malam ini" ucap Laura balik memuji.
"Setelah ini aku akan tetap antar jemput kamu sekolah" ucap Raka.
"Sebisa nya kakak aja jangan di paksain kalo emang gak bisa" ucap Laura.
"Gak ada kata gak bisa kalo untuk bidadari secantik kamu" ucap Raka dengan gombalan nya.
"Dih gombal banget sih kak Raka" ucap Laura.
"Gak ada larangan gombal ke pacar sendiri kan" ucap Raka.
"Makasih ya kak" ucap Laura.
"Buat apa sayang" tanya Raka heran.
"Karna kakak udah hadir di hidup aku" ucap Laura dengan mata berkaca-kaca.
"Aku bahagia banget punya kakak" ucap Laura lagi.
"Aku jauh lebih bahagia bisa milikin kamu sayang" ucap Raka.
Tiba-tiba Dewa dan Mia pun datang menghampiri Laura dan Raka.
"Woy pacaran aja lo berdua" ucap Dewa.
"Iya nih.. mojok aja kayak curut hahahaha" ucap Mia lalu tertawa.
"Lo berdua ngapain kesini sih ganggu orang aja" ucap Raka.
"Udah kak.. biarin aja mereka berdua gabung sama kita biar lebih rame" ucap Laura sambil tersenyum.
"Tapi sayang" belum selesai ucapan Raka namun Laura sudah menganggukkan kepala nya.
"Oke sayang" ucap Raka dengan wajah badmood.
__ADS_1
Mereka berempat pun menghabiskan malam itu dengan penuh canda tawa.
Terima Kasih sudah membaca dear.. mohon saran dan kritik nya agar lebih baik lagi..