Cinta Seputih Melati

Cinta Seputih Melati
Liburan


__ADS_3

"Bikin apa sayang?", tanya David sambil memeluk pinggang istrinya, hari ini dia mengambil cuti untuk menikmati waktu berdua saja dengan istrinya.


"Aku lagi buat kue pai susu Say.."balas Tika yang sudah terbiasa memanggil sayang kepada suaminya.


"Hari ini aku cuti jadi kita akan menghabiskan waktu berdua saja apa kau senang?," senyum David menampakkan lesung pipit nya.


"Tentu saja kita bisa pacaran lagi", kata Tika sambil menatap lesung pipit di pipi suaminya yang membedakan David dengan Ferdy.


Tika sudah melupakan cintanya kepada Ferdy dan menganggap hanyalah saudara iparnya sekarang hatinya sudah milik suaminya sepenuhnya, meskipun dia tahu hati suaminya belum sepenuhnya miliknya tapi dia bersyukur dan coba menerima nya karena pernikahan mereka tidak normal awalnya.


David mencium pipi istrinya dan makin erat memeluk pinggang istrinya, yang lagi menguleni adonan pai susu dengan tangan serta mencetaknya.


"Say kau nonton saja di sana, jangan mengganggu ku bikin kue!" usir Tika sebelum David mulai meminta lebih.

__ADS_1


"Siap bos cantik.." David berjalan pergi sambil tertawa.


" Dasar.."gumam Tika tersenyum.


Sejak dia menikah dengan David dia melihat perubahan suaminya itu, dulu David orang yang serius dan tidak pernah bercanda sangat berbeda dengan Ferdy yang suka bercanda.


Hidup beberapa bulan dengan suaminya dia melihat sisi lain suaminya itu, ternyata David sosok romantis yang tidak pernah dia duga juga penuh kejutan karena kadang dia membawa hadiah kecil buat istrinya yang membuat hati Tika makin meleleh.


Tika masih ingin mendengar pernyataan cinta agar dia yakin akan perasaan suaminya kepadanya, apalagi ada Melisa yang mulai datang di kehidupan suaminya yang membuatnya makin waspada dengan calon pelakor.


Setelah makan bersama mereka pun keluar jalan-jalan ke mall, David menggandeng tangan istrinya dengan mesra. Tika melihat ada tas lumayan dia sukai , dan kebetulan tas nya mulai rusak talinya dan belum sempat dia perbaiki.


"Sayang aku boleh membeli tas?," tanya Tika ragu melihat harganya biarpun dia bisa membelinya, sebenarnya dia tidak suka menghamburkan uang hanya untuk tas.

__ADS_1


"Tentu saja sayang bayar saja ini kartunya!"David mengeluarkan kartu debitnya dan menyerahkan kepada Tika.


Tika melihat tas yang lain dan membeli yang lebih murah tapi kualitas tidak kalah bagus, bagi dia tidak perlu merk yang penting fungsinya.


David melihatnya dan menyukai sifat istrinya yang tidak silau akan uang, kalau dulu Melisa pasti membeli tas harga nya puluhan juta sedang Tika harga satu juta mikir lama dan memilih yang harga nya cuma puluhan ribu.


Padahal istrinya anak seorang yang membeli mall pun mampu tetapi dia tidak manja dan sederhana, bahkan tidak segan turun tangan sendiri tanpa pembantu.


Sungguh bodoh dulu Ferdy melepaskan permata berharga seperti Tika, dan dia beruntung mendapat anugerah istri seperti Tika dia bersyukur tidak jadi menikah dengan Melisa.


"Ayo kita makan lapar.."kata Tika manja dan menggandeng lengan David, Tika senang semua mata memandang ke arah mereka karena suaminya sangat tampan dan hanya miliknya saja.


Hari ini Tika senang suaminya meluangkan waktu bersamanya, mereka bisa saling mengenal dan mengetahui kesukaan masing-masing.

__ADS_1


Liburan ini lebih menyenangkan baginya daripada keluar negeri, sekalipun hanya David bersamanya sudah cukup.Sampai mereka melihat Melisa dengan Ferdy di restoran yang mereka masuki hati Tika mulai tidak nyaman..


__ADS_2