
Tika kikuk duduk di tepi ranjang, bagaimanapun ini malam pertamanya.Malam yang dulu dia bayangkan dengan memadu kasih dengan Ferdy telah lenyap.
Tidak terasa butiran air mata menetes di pipinya
dia bangkit untuk membersihkan diri , dan berganti piyama tidur lalu naik ke atas ranjang dan menarik selimut.
Tidak lama David masuk kamarnya dia sudah berganti piyama tidur, karena tadi mandi di luar kamarnya.
Mereka sewa kamar yang ada dua kamar mandi juga ruang tamu, sehingga bisa mandi dengan cepat tanpa saling menunggu gantian mandi.
David berjalan ke arah ranjang mendekati Tika yang sudah menunggunya, jantung Tika berdesir melihat David.
Suaminya emang mirip identik dengan Ferdy, tetapi ada beberapa perbedaan antara keduanya.
Ferdy suka humor juga banyak merayu gombal, tapi David lebih kelihatan serius.
"Tika.. apa kamu lapar? kita bisa memesan makanan kalo kamu mau.." tanya David lembut. Dia tahu tika sangat gugup sekarang.
" Ehm.. tidak aku hanya lelah," jawab Tika gugup.
Dia tidak tahu bersikap bagaimana bila David menuntut haknya sebagai suami, sedang dia sedang tidak siap lahir batin untuk saat ini biarpun mereka sudah sah sebagai suami istri.
David tersenyum lalu mendekati Tika..ketika tangannya mulai memegang bahu Tika yang menunduk dia mendengar isakan suara tangis.
Dia tahu istrinya tidak siap menjalankan kewajibannya malam ini , dia tidak akan memaksanya.
__ADS_1
David mencium kening istrinya dengan lembut..
"Tidurlah hari ini sangat melelahkan, aku juga sudah lelah, jangan khawatir aku tidak akan menuntut hakku bila kau belum siap memberikan nya.." katanya.
Tika sangat lega mendengarnya, dia menghirup nafas dalam dan menghembuskannya.
" Maafkan aku mas.. ," batinnya sambil tidur di sebelah suaminya.
Malam itu berlalu tanpa terjadi apa-apa.
Keesokan harinya mereka ke rumah Tika untuk mengambil perlengkapan pribadi Tika, karena mau di bawa ke rumah David suaminya.
Rumah yang baru beli karena mertuanya menghadiahkan rumah besar buat mereka, di daerah elit dan terindah di kawasan perumahan terpandang.
Tika mengambil beberapa bahan masakan dan mulai memasak buat makan siang.Walaupun anak tunggal tapi Tika pintar memasak karena dia selalu membantu mamanya di dapur sejak kecil.
Dia berganti kaos tank top dan hot pant yang memamerkan kaki jenjang nya halus mulus, karena dia mau cari pakaian yang nyaman saat memasak.
David memandang istrinya dari ruang tamu, dia sedang menonton televisi.Hari ini dia santai tidak bekerja karena dia sudah mengambil cuti selama seminggu untuk pernikahan mereka.
Melihat kaki mulus juga dada yg agak mengintip dari tank top yang di pakai Tika, membuat David ingin menyentuhnya tapi dia berusaha menahan gairahnya.
Dia berjalan ke arah istrinya lalu memeluk pinggang nya dari belakang..Tika yang kaget tidak menolak perlakuan David yang sudah jadi suaminya.
__ADS_1
Jantungnya berdetak kencang walaupun dulu Ferdy sering memerlukan seperti itu, namun bersama David dia merasakan perbedaan di antara mereka.
Dia berusaha tidak mengecewakan suaminya sudah cukup kemarin malam suaminya kecewa, karena dia tidak menjalankan kewajiban sebagai seorang istri.
Dia merasa bersalah dan bertekad menjadi seorang istri baik, walaupun belum menyerahkan diri seutuhnya kepada suaminya itu.
"Masak apa Tika? ", bisik David di telinga Tika.
Hembusan nafasnya terasa di leher Tika yang rambutnya di kuncir ekor kuda, jadi terlihat leher jenjangnya yang putih mulus tanpa cela dan kini menjadi miliknya seorang.
" Masak brokoli daging sapi Dav, sama udang goreng mayonese..semoga rasanya tidak mengecewakan.. "balasku sambil tangan mencuci brokoli juga menenangkan debaran hati karena kedekatan kami.
"Ehm pasti enak rasanya tapi kita bisa makan di luar , kan kamu masih capek kemarin seharian kita pesta pernikahan", katanya
" Gpp Dav lagian kulkas sudah penuh bahan makanan sayang kalau tidak di pakai.. ", kataku.
" Kamu tunggu di ruang tamu aja nanti kalo makanan siap aku panggil," aku berkata agar dia melepaskan pelukan yang entah kenapa tubuhku berdesir karena pelukannya.
"Aku sudah tidak sabar memakanmu.."goda David sambil mencium pipi istrinya, yang tiba-tiba merah seperti kepiting rebus karena godaannya..
" Sudah sana nanti gak matang loh makanan nya" usirku menahan malu akibat godaannya tadi.
David tergelak dia senang menggoda istrinya yang malu itu, sambil melepaskan pelukannya kembali menonton televisi.
bersambung...
__ADS_1