
Hari-hari tika di sana sangat tenang perutnya juga mulai kelihatan tidak terasa sebulan ini dia tinggal di sini dan di manjakan sama Alex, sahabatnya itu sangat cerewet seperti suaminya saja dan dia membuatnya lupa kesedihannya bahkan dia melalui hari dengan kebahagiaan.
Tetangga di sana juga tidak peduli satu sama lain budaya mereka tinggal bersama hal biasa apalagi mereka mengira Tika dan Alex pasangan, sehingga mereka tidak bergosip Tika sangat senang masih ada yang mendampinginya di masa sulit.
Walaupun begitu bila malam tiba dia teringat David dia kembali bersedih mengingat kebersamaan mereka dan awal kehamilannya, "mungkin sekarang mereka lagi berbahagia tanpa mengingatku " kata Tika sedih.
Dia mengira mungkin David sudah mengirim surat cerai ke apartemennya, dan dia sudah harus melupakan David dan memikirkan anaknya saja.
"Mungkin kita memang tidak berjodoh sejak awal, pernikahan kita memang karena keterpaksaan dan sudah selayaknya kau kembali kepada orang yang kamu cintai. Walau hatiku sangat sakit aku akan merelakanmu ,asal kau bahagia terimakasih kau sempat hadir di hidupku dan merebut hatiku sekarang hanya anak kita lah yang kupunyai yang merupakan bagian darimu . Aku akan menjaganya dan memberi kasih sayang biarpun kau tidak menganggapnya , dan Alex akan menjadi sosok ayah yang dia kenal nanti" batin Tika.
__ADS_1
Sementara itu di Hong Kong David yang waktu itu melihat Tika kesakitan memang pergi meninggalkan Tika, tapi cinta di hatinya lebih kuat dia kembali lagi tidak peduli panggilan Merry tetapi dia sudah tidak melihat Tika di sana.
Dia sangat khawatir takut terjadi apa-apa pada Tika, karena dia melihat ada darah mengalir di kakinya, dia sudah tidak bisa marah kepada istrinya dan berniat memaafkan istrinya biarpun mungkin mengkhianatinya.
Rasa cintanya mengalahkan marahnya dan tidak peduli anaknya atau bukan dia akan menyayangi seperti anaknya sendiri, walau hati kecilnya tidak percaya Tika selingkuh tapi bukti itu terlalu sukar tidak di percaya.
David berencana tidak memberi harapan kepada Merry, karena dia sudah tahu hatinya tetap kepada istrinya dan kembali ke Indonesia setelah menemukan Tika.
Dia melihat Merry di ruang tamu sambil menelepon seseorang dengan nada marah ,David yang semula mau menyapa mengurungkan niatnya dia mendengarkan pembicaraan mereka.
__ADS_1
"Apa bagaimana mungkin kau mengancamku aku sudah memberikan kau uang buat Foto-foto itu, dan Tika sudah pergi David percaya kepadaku jadi aku tidak memerlukanmu lagi" kata Merry marah.
David yang mendengarnya menjadi geram ternyata Merry tidak sepolos dugaannya, jadi Merry dalangnya dan dia sangat bodoh menyakiti istrinya lagi apa bedanya dia dengan Ferdy adiknya.
David keluar dari ruangan itu dengan marah dan putus asa, "Tika pasti sangat membenciku dan tidak akan memaafkanku" batinnya.
Dia teringat kembali menuduh anaknya itu anak Alex, Tika pasti sangat sedih dan sakit hati "aku memang bodoh dan saat itu bagaimana bila anakku gugur karena tidak menolongnya " batinnya.
Penyesalan sekarang tidak berguna Tika sudah pergi bahkan mungkin anaknya juga gugur , karena dia melihat darah mengalir di kakinya Tika dan bagaimana Tika memanggil dia untuk membawa rumah sakit tapi dia berjalan pergi " aku sangat brengsek" kata David meninju tembok dinding sampai tangannya terluka.
__ADS_1