
Dini hari Rose terbangun karena haus dan dia ingin buang air kecil, sehingga dia bangun dari tempat tidur dan menginjak lantai namun terasa perih di bawahnya ketika dia berdiri membuat dia terduduk kembali sambil meringis.
Sandy yang merasa gerakan di sebelahnya langsung membuka matanya, dan melihat ke arah Rosa yang sedang meringis kesakitan.
"Kau mau kemana? " tanyanya.
"Aku ingin minum air dan pergi buang air kecil di toilet tapi..." balas Rosa.
Dia langsung terdiam karena malu untuk mengatakannya , dan pipinya nampak memerah.
"Tapi ... kenapa apa itu masih sakit? " tanya Sandy sambil menunjuk bagian bawah tubuh Rosa.
Rosa mengangguk pelan dan kepalanya menunduk ke bawah karena malu , tidak berani menatap ke arah Sandy seolah perempuan centil sebelumnya yang berpakaian terlalu minim dan menggoda itu bukan dia.
Dia bagaikan sosok lain yang baru bertemu Sandy, membuat Sandy tersenyum melihat dia malu dari pipinya yang semakin memerah kontras dengan kulitnya yang lembut.
Tanpa berkata-kata Sandy berdiri lalu berjalan menuju ke arah kamar mandi, dan mengisi Bathtub dengan air hangat untuk Rosa membasuh dirinya.
__ADS_1
Setelah itu dia langsung mengangkat tubuh telanjang Rosa, dan menggendong pergi kamar mandi membuat Rosa terpekik kaget dan tangannya langsung memeluk leher Sandy.
"Haha.. lucu sekali janda kok kayak anak kecil" katanya menggoda.
"Habis kau ngagetin orang sih" kata Rosa sambil memukul bahu Sandy pelan.
"Cepat buang air setelah itu basuh di bathtub air hangat biar berkurang sakitnya" kata Sandy sambil mendudukkan Rosa di atas toilet model duduk.
Lalu dia melipat tangannya memandang Rosa.
"Kenapa malu bukannya semua sudah aku lihat" godanya.
Tetapi dia berbalik badan keluar dari pintu kamar mandi, lalu melihat arah kaca jendela yang menampakkan pemandangan malam.
Setelah mendengar suara air menyiram toilet dia kembali masuk dan mengangkat Rosa menuju bathtub , dan merendam dengan air hangat sehingga tubuh Rosa menjadi nyaman dan otot tidak tegang.
Tangannya mulai menyabuni bagian intim Rosa dengan perlahan, dia juga ikut masuk dalam bathtub.
__ADS_1
"Aku bisa sendiri" kata Rosa pelan.
"Biarkan aku memandikan dirimu dan kau juga memandikan tubuhku yang juga terasa gerah setelah berkeringat karena "olahraga" tadi , tapi pelan-pelan punggungku tadi kena cakar kucing liar" sindir Sandy.
Rosa memukul dada Sandy dengan gemas karena dia tahu Sandy menyindir nya, dan mulai menyabuni dada berotot dan six pack itu tangannya mengelus dada dengan busa sabun.
"Siapa suruh kau terlalu ganas membuatku kesakitan" katanya cemberut.
"Siapa juga akan mengira kalau perempuan janda ternyata masih seorang perawan" godanya.
"Lagipula penampilanmu sangat menggoda dan tidak menampakkan sebagai gadis yang belum tersentuh, orang tidak akan percaya kalau melihat penampilan dirimu" lanjutnya.
"Aku hanya bosan dan ingin bebas sejenak tanpa berfikir tata krama, ingin mencoba minuman keras seperti apa dan rasa penasaran saja.
Di klub penampilan alim pasti tidak diperbolehkan masuk , sehingga aku membeli gaun mini dan tadi pulang klub mampir supermarket dan bertemu denganmu.
Kami menikah di RS dan sejak menikah aku merawat suamiku yang terkena virus covid, tidak ada kesempatan untuk kami melakukan hal itu karena itu aku masih suci" jelasnya.
__ADS_1