
Ferdy memasuki kantor dengan hati berdebar baru kali ini dia menjadi pekerja kantoran yang duduk di belakang meja, tetapi ini hidup barunya dia mempunyai istri yang harus di biayai dan tidak bisa hidup sebagai seniman karena tidak menjamin hidupnya apalagi masa krisis seperti sekarang orang tidak tertarik kepada lukisan.
Dia langsung memasuki ruang direktur dan asistennya sudah ada di sana untuk membantunya, juga menjelaskan pekerjaannya.
Ferdy melihat berkas dan mulai membaca berkas yang ada di mejanya, karena pada dasarnya dia pintar maka dengan sekejap dia sudah mengerti bidangnya.
Ferdy mulai mempelajari proyeknya, dia menghitung dana yang ada, investor juga proses pembuatan bahan dan sebagainya.
Ferdy berniat membuat orang tuanya bangga dan dia ingin buktikan dari proyek ini, proyek perdana nya ini dia akan kerjakan sebaik mungkin.
Tanpa terasa jam makan siang sudah terlewat, pintunya terbuka dan melihat datang membawa makan siang buatnya.
"Maaf aku datang tanpa kasih kabar, tadi aku mencoba memasak dan mungkin kau belum sempat makan jadi aku bawa kemari." katanya.
"Kau benar aku tadi sibuk jadi melewati jam makan kebetulan kau datang ayo kita makan bersama" kata Ferdy senang istrinya memperhatikannya.
__ADS_1
Ternyata dia tidak sejahat itu..batinnya.
Ferdy mencuci tangan di wastafel dan duduk di sofa, sementara melisa membuka tupperware berisi makanan juga termos isi sup jagung asparagus kepitingnya.
Ferdy melihat brokoli daging sapi, udang mayonese favoritnya juga kakap asam manis di atas meja. Melisa mengambil piring dan mengisi nasi dan lauk buat Ferdy lalu memberikan kepadanya.
"Ini lezat kau ternyata pintar masak juga " kata Ferdy memuji masakan Melisa.
"Kau bisa saja aku belajar dari youtube, karena Sekarang aku seorang istri biarpun hanya sementara " katanya.
Ferdy meneruskan makannya dan menghabiskan udangnya sementara Melisa makan brokoli.
"Apa wajahku ada kotoran kenapa kau menatapku "tanya Melisa.
"Karena kau cantik sekali " rayu Ferdy.
__ADS_1
Melisa memukul bahu Ferdy pelan" Dasar tukang gombal"
Ferdy menarik Melisa duduk di pangkuannya dan mencium bibirnya dengan lembut ".makasih makan siangnya"
Lalu dia memberikan kartu atm kepada Melisa "Kau belanja pakai uang dalam kartu ini buat kebutuhan rumah pin nya tanggal lahirmu "
"Aku tidak membutuhkannya karena aku masih punya uang sendiri ", tolak Melisa karena merasa tidak berhak dia hanya istri sementara dan mereka akan berpisah nantinya.
"Terimalah karena kau adalah istriku sudah kewajibanku memberi nafkah, walaupun tidak sebanyak orang tuamu " kata Ferdy memaksa Melisa menerimanya.
Melisa mengalah dan menerima kartu nya lalu pamit pulang, karena tidak ingin mengganggu pekerjaan Ferdy.
Melisa tahu Ferdy pasti mempelajari banyak hal karena dia tidak terbiasa duduk di belakang meja, Ferdy yang orang nya suka kebebasan pasti agak berat terikat jam kerja tetapi dia mau melihat sampai di mana Ferdy bisa tahan duduk di belakang meja.
Sepulang dari kantor Ferdy, Melisa mampir supermarket dan membeli keperluan rumah yang belum ada dan habis juga bahan masakan dan bumbu.
__ADS_1
Walaupun cuma sementara dia sekarang seorang istri jadi harus melakukan kewajiban mengurus rumah tangga, karena dia juga ingin menjadi istri yang baik dan di cintai suaminya.
Sekarang memasak mudah bisa melihat youtube dia juga berniat membeli oven karena ingin membuat kue.