Cinta Seputih Salju Dan Semerah Darah

Cinta Seputih Salju Dan Semerah Darah
Episode 11 - Amel


__ADS_3

Setelah beberapa jam tidur, kini aku terbangun. Ku lihat jam dinding menunjukkan pukul 16.00. Lalu aku bergegas ke kamar mandi. 30 menit setelah mandi, aku pergi ke dapur untuk memasak makanan buat kak Arland. Setelah selesai semua, aku tinggal menunggu kak Arland pulang sekolah. Sudah 4 jam menunggu kak Arland, tapi belum ada tanda-tanda dia akan pulang. Tiba-tiba ponselku berbunyi, aku mengambil ponselku dan ku baca siapa yang mengirimku pesan. Saat aku membuka nya, pesan itu membuat diriku membeku seketika


+62852XXXXXXX


Hai Anggita sudah lihat fotonya yang ku kirim tadi. Coba tebak bagaimana aku tahu dimana suami mu berada. Dia tidak ada di sekolah, tapi di bandara bertemu dengan seorang wanita. Bahkan mereka saling memeluk dan ciuman mesra di danau Cheri. Aku jamin suami mu tidak akan pulang malam ini. Karena sekarang mereka ada di hotel milikku RG Years nomor 627. Masih ingat kan hotel milikku datang lah ke hotelku sayang, sebelum suami mu sudah bercinta dengan wanita lain


Salam


R


Tanpa pikir panjang aku langsung keluar rumah dan masuk kedalam mobil. 25 menit perjalanan, kini aku sudah sampai di hotel RG Years. Hotel milik orang itu yang menghancurkan hidupku. Tak mau ambil pusing aku masuk ke dalam hotel dan salah satu pegawai hotel menghampirimu


"Selamat malam nona Anggita. Anda datang sudah lama kami tidak bertemu anda" ucap seorang pria yang tak lain adalah Damar Tangan kanan dari kepercayaan "R"


"Malam Damar. Saya gak mau lama-lama. Tunjukkan padaku kamar nomor 627" kataku dengan nada serius


"Baiklah nona ikut saya" katanya dan dia pun mengantarku ke kamar 627


"Buka pintu nya. Masih ada kunci cadangan kan" tanyaku pada Damar


"Ada nona. Tunggu sentar" katanya dan dia pun mengeluarkan kunci kamar itu dan membukakan nya untukku. Saat aku masuk, kini air mataku menetes sendiri nya.melihat mereka tidur tanpa mengenakan sehelai pakaian


"ARLAND LEONARD" teriakku hingga membangunkan mereka berdua


"Anggita. Gita ini gak seperti yang ka-"


"Stop bicara dan cepat pakai pakaianmu" kataku sambil duduk di sofa. Setelah dia memakai pakaian, dia pun menghampiriku


"Anggita maafkan aku. Ini gak seperti yang ka-"


"Jelaskan siapa wanita ini mulai dari kamu menjemputnya dari bandara hingga sampai ke hotel ini" kataku memotong ucapan nya dengan raut wajah sinis


"Dia Amel, sahabatku dari kecil. Keluarga nya pindah ke London saat dia berusia 10 tahun. 2 hari yang lalu dia mengirimku e-mail. katanya dia akan ke Indonesia. Tadi pagi aku menjemput nya dan makan siang serta makan malam di cafe. Aku memasankan hotel untuk nya. Kami merayakan acara kedatangan nya ke Indonesia. Entah kenapa kepala ku terasa pusing dan tidak ingat lagi. Dan terbangun saat kamu memanggilku" katanya

__ADS_1


"Baiklah sekarang kita pulang" Tegas ku lalu keluar dari kamar itu diikuti oleh kak Arland dan masuk ke dalam mobil nya. Saat kami masih di perjalanan, ponselku berbunyi lalu melihat siapa yang mengirim pesan padaku


From: Kei


Datang ke kediaman Adiwijaya sekarang


"Kak, kita ke kediaman keluarga Adiwijaya dulu. Kak Kei menyuruhku ke sana" kataku tanpa menoleh ke arah nya


"Baiklah" katanya. 40 menit perjalanan kini kami tiba di kediaman Adiwijaya


"Anggita, kamu kemari sayang. Arland, kamu juga datang. Nenek seneng kalian berdua kemari" ucap seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah Annisa-ibu dari Alex Adiwijaya/nenek dari Kei dan 3 adiknya


"Iya nek, Gita ke sini karena di suruh kak Kei" kataku sambil tersenyum


"ohh ya sudah Kei ada di kamarnya. Dia juga udah bilang kalau kau kesini, langsung aja ke kamar nya sendiri. Temuin gih biar Arland sama nenek" kata nenek Annisa


"Ya udah nek, Gita ke kamar kak Kei dulu" kataku sambil berjalan menuju kamar kak Kei


Tok Tok Tok


"Kak Kei, ada apa kakak memanggil Gita kemari" kataku


"Masuk lah Gita" kata nya dengan tatapan tajam. Lalu aku pun menghampiri nya


PLAKK


"Kak Kei, kenapa kakak menamparku" kataku


"Sudah kakak bilang, jika orang itu menghubungi mu, beritahu kakak dulu" katanya


"Kakak tahu" kataku


"Ya, ponselmu sudah kakak lacak. Bahkan kakak sudah menyuruh orang untuk mengawasi mu" kata nya

__ADS_1


"(menghela nafas) baiklah apa yang kakak dapat. Apa kak Arland dan perempuan bernama Amel itu telah terjadi sesuatu" tanyaku


"Tidak ada yang terjadi diantara mereka.


Nama: Amelia Gwen


Umur: 18 tahun


Tempat lahir: Bandung


dia tinggal di Indonesia sampai usia 10 tahun.


di Indonesia, dia hanya berteman dengan Arland. Bahkan Amel berjanji pada Arland. Kalau dia kembali ke Indonesia, dia ingin menjadi pacar Arland atau menjadi istrinya. Tapi permintaan Amel tidak di gubris oleh Arland. Bagi Arland, dia hanya menganggap Amel adik nya tidak lebih" kata kak Kei


"Baiklah. Aku percaya. Terima kasih kak, sebenar nya aku tidak ingin tahu apa pun. Karena aku sudah berjanji pada kak Arland dan bunda. Aku tidak akan pernah meninggalkan kak Arland apapun yang terjadi. Bahkan jika orang itu sudah datang pun. aku tetap akan bersama kak Arland" ucapku dengan nada serius


"Pulang lah dan berbaikan lah dengan nya. Jangan biarkan orang itu menghancurkan pernikahan kalian" katanya lalu aku keluar dari kamar kak Kei dan menghampiri kak Arland dan nenek Annisa


"Nek, Gita sama kak Arland pamit pulang dulu ya udah malam" pamit ku


"Baiklah hati-hati ya kalian. Mapir lah kemari lagi jika kalian ada waktu" kata nenek Annisa


"Iya nek pasti" kataku lalu aku dan kak Arland keluar dari rumah kediaman Adiwijaya dan masuk ke dalam mobil kak Arland.


Sesampai di rumah, aku hanya diam saja tidak bicara satu patah katapun. Setelah berganti pakaian, aku bergegas untuk tidur. Saat aku ingin ke tempat tidur, tangan kak Arland memengan tanganku


"Anggita maafkan aku. Itu tidak seperti yang ka-"


CUP


"sebaiknya jangan bahas itu lagi. Aku gak suka" kataku dan mencium kak Arland


"Kamu harus di hukum Anggita" katanya dan membalas ciumanku yang tadi nya lembut, kini semakin menuntut dan bergairah

__ADS_1


"Aku harus menghukum mu kak Arland, aku ingin kita melakukan nya hingga pagi" pinta ku pada kak Arland


"Aku terima hukuman mu itu tuan putri. Asal kau tidak mendiam kan ku" katanya dan kami melakukan nya hingga pagi


__ADS_2