
2 hari setelah kemudian. Kak Kei tidak pernah berhenti menyiksaku dan mengurungku. Bahkan dia tidak pernah memberikan ku makan. Semakin lama tubuhku semakin lemas, dengan sisa tenaga ku, aku berusaha untuk berjalan ke arah pintu. Setelah sampai, tubuh ku yang sudah tidak kuat ku paksakan diri untuk mengetuk pintu
"Kak Kei, maafin Gita. Gita janji gak bakal mengulang kesalahan Gita. Tolong buka pintunya kak" ucapku pelan setelah itu aku merasakan pusing dan pingsan
Setelah membuka mata, kini aku mengedarkan pandangan ku ke setiap ruangan ruangan ini berbeda dari kamar yang ada di rumah tersembunyi. Lalu aku mendengar suara pintu yang terbuka saat aku melihat ke arah pintu, aku melihat orang yang membuka pintu adalah kak Arland
"Anggita kamu gpp kan? apa masih sakit?" kata kak Arland
"Gita gpp kak. Gita cuma lemas aja. Gita sekrang dimana kak?" Tanya ku pada kak Arland
"Syukurlah. Kamu di rumah sakit. Pihak rumah sakit menelpon papa Gerald, mengatakan kalau kamu ada di rumah sakit" kata nya dan tak lama pun papa Gerald, mama Vina, serta saudara ku yang lain menjenguk ku
"Anggita, kamu gpp kan?" tanya mama Vina
"Gita gpp ma. Oh ya dimana kak Kei ma?" tanyaku dan membuat mereka diam
"Kenapa kalian pada diam. Gita tanya dimana kak Kei sekarang. Kenapa dia gak ada di sini?" Tanyaku dan membuat mereka diam
"(menghela nafas) Anggita. Saat kami mendapat telfon ada di rumah sakit, kami langsung kemari. Saat ke sini, kau hanya sendirian. Kami sudah bertanya siapa yang membawamu kesini, mereka bilang yang membawa mu adalah Kei. Papa dan keluarga Adiwijaya sedang mencari Kei. Tapi sudah 2 minggu Kei masih belum ketemu" kata papa Gerald yang membuatku diam seketika
"Apa kau masih merasa sakit Gita. Apa kau butuh sesuatu?" Tanya kak Joey
"Gita gpp kak, untuk sementara biarkan kak Kei tenangin diri dulu. Setelah Gita pulang dari rumah sakit. Gita bakal temuin kak Kei" kataku sambil memejamkan mata
"Kau tau dimana kak Kei sekarang Gita?" Tanya kak Ray
__ADS_1
"Ya, Gita tau karena Gita juga yang membawa kak Kei ketempat itu" kataku
"Istirahat lah sekarang kak. Jangan terlalu stress" kata Dreynan
"Ya" jawabku dan langsung tertidur pulas
"Sebenarnya mama gak ngerti, kenapa Kei tega nyiksa Gita hingga parah seperti ini bahkan dokter bilang, Gita belum makan apa pun?" kata mama Vina
"Ma, sekarang ini yang harus kita pikirin adalah kesembuhan Gita. Bukan nya Gita sudah bilang kalau dia tahu ke beradaan kak kei" kata Vino
"Vino benar, sekarang kita harus pikirin kesembuhan Gita. Setelah nya kita temuin Kei dan minta penjelasan nya" kata papa Gerald
"Ya udah, sekarang papa, mama, sam yang lain pulang saja istirahat. Biar Arland disini yang nemanin Gita" kata Arland
"Ya pa, jangan khawatir" kata Arland. dan mereka pun keluar dari ruanganku
beberapa jam setelahnya. Ku lihat masih pukul 02.00. Aku melihat kak Arland tertidur sambil menggenggam tanganku, aku melepaskan tanganku dari tangan kak Arland lalu keluar dari ruangan. Saat keluar dari ruangan, aku melihat kak Kei ada di depan pintu
"Kakak ingin bicara padamu. Kita ke taman deket rumah sakit" kata kak Kei lalu aku mengikutinya sampai ke taman dan duduk di bangku deket taman
"Maafkan apa yang kakak lakukan padamu beberapa hari yang lalu Gita. Kakak tidak bisa mengontrol emosiku sendiri" katanya lirih
"Berapa lama aku dirawat di rumah sakit?" Tanyaku
"2 Minggu. Saat aku membawa mu kerumah sakit. Dokter mengatakan kalau saat itu kau sudah dinyatakan meninggal. Tapi beberapa saat kemudian salah satu suster keluar, mengatakan kalau kau kembali hidup" kata kak Kei
__ADS_1
"(menghela nafas) Gita juga salah kak. Karena Gita, sifat bipolar kakak jadi muncul. Yang ada di fikiran Gita saat itu cuma ingin balas dendam. Gita tahu kesalahan yang terjadi 5 tahun lalu juga salah Gita, tapi Gita tidak membunuh nya kak" kataku
"Kalau kau tidak membunuh nya, lalu kenapa kau mau menerima syarat mereka untuk menjadi bagian dari keluarga mereka. Dan kenapa juga kamu menyembunyikan sifat asli mu"
"Gita menerima syarat mereka hanya untuk sementara, sampai orang itu kembali. Dan masalah sifat Kejam Gita, hanya Gita tunjukkan pada orang itu. Karena dia sudah memfitnah Gita atas hal yang tidak Gita lakukan. Membunuh kekasih Gita sendiri, Gita saja tidak sanggup untuk membunuh nya" kataku
"Apa kau tidak berniat untuk melaporkan ke jalur hukum. Lalu kenapa masalah 5 tahun lalu kau tidak memberikan bukti itu pada Hakim. Dan membiarkan mu dituduh atas pembunuhan" kata kak Kei
"Setiap permainan, kalau kita ingin menang, kita harus melewati berbagai rintangan. Gita sengaja tidak memberikan bukti ketidak bersalah Gita, karena Gita ingin bermain-main dengan nya. Gita tau, selain kak Kei nyuruh orang untuk mengawasi Gita, dia juga nyuruh orang buat ngawasin Gita dan kak Arland. Yang harus Gita lakukan sekarang adalah memberikan zona aman untuk kak Arland. Selama beberapa bulan, Gita sengaja membiarkan kak Arland dekat dengan Amel adalah hanya umpan. Gita sudah meminta lebih pada ayah untuk meminta menyelidiki. Amel setelah kakak memberi tahu identitas Amel. Kakak pasti tahu kan kalau Amel juga orang terdekat dari orang itu" kataku sambil menatap nya sinis
"Ya kakak tahu, tapi akses yang dimiliki mereka sangat tersembunyi. Bahkan kakak sudah menggunakan akses atas nama papa Alex untuk mencari tahu, tapi tetap saja tersembunyi" kata kak kei
"Kalau begitu setelah aku keluar dari rumah sakit, kita temuin ayah dan bunda. Mereka juga satu-satu nya jalan harapan kita selain semua akses dari papa Alex" kataku
"Bisakah kalian berdua jelaskan padaku sebenarnya yang terjadi" kata seseorang membuat kami menoleh kearah nya
"k-kak Rayhan" kata ku
"Sekali lagi bisa kalian jelaskan padaku apa yang kalian bicarakan" kata kak Ray dengan tatapan tajam
"Kak Kei, sebaik nya kakak pulang lah biar Gita yang ceritakan" pintaku pada kak Kei
"Baiklah" katanya dan meninggalkan ku dengan kak Ray
"Duduk lah kak. Akan Gita ceritakan" Kata ku dan kak Ray duduk disampingku lalu menceritakan semuanya pada kak Ray
__ADS_1