Cinta Seputih Salju Dan Semerah Darah

Cinta Seputih Salju Dan Semerah Darah
Pernikahan


__ADS_3

"Saya terima nikah nya Anggita Adriana Binti Garlen Juan dengan mas kawin tersebut dibayar tunai"


"Bagaimana saksi, sah"


"sah"


Ucapan yang terdengar oleh para keluarga membuat hatiku bahagia. Kini statusku berubah menjadi istri Arland Leonard. Sungguh tak pernah terfikirkan oleh ku menikah di usiaku yang ke 18 tahun


"ma, pa sekarang Anggita sudah memenuhi keinginan kalian. Anggita harap kalian sudah tenang. Dan Anggita berjanji akan menjadi istri yang baik untuk kak Arland" ucapku dalam hati


Setelah acara ijab kabul selesai, kini aku tinggal di apartement bersama kak Arland. Kami akan tinggal sampai aku lulus dan kuliah di tempat yang sama di kampus kak Arland. Setelah mandi, kini giliran kak Arland untuk mandi. Perasaanku menjadi tidak karuan untuk malam ini. 15 menit setelah kak Arland mandi, dia menghampiriku menuju tempat tidur dan duduk di sebelahku


"Kalau kamu belum siap, tidak usah dipaksa kan. Saya juga tidak akan meminta hak saya sebagai suami sebelum kamu siap" kata kak Arland yang sangat tahu kegugupan ku


"Iya kak" jawabku


"Kemarilah" ajak nya. Dia pun memelukku dan menyuruhku untuk tidur. Hangat dan nyaman, hingga tak sadar aku pun tertidur dalam pelukan nya


Keesokan hari nya pukul 05.00, aku sudah terbangun lalu bergegas kekamar mandi. Setelah selesai, aku pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk kak Arland. Serasa semua selesai, aku kembali ke kamar untuk membangunkan kak Arland. Belum sempat masuk, tiba-tiba kak Arland sudah siap dengan seragam sekolah nya


"Kak Arland bangun dari jam berapa?" tanyaku

__ADS_1


"20 menit yang lalu" jawabnya singkat sambil memasang dasi


"Aku pasangin ya kak dasi nya" tawarku pada kak Arland


"Gak usah. ini udah selesai" jawabnya tanpa melihat kearahku


"Ya sudah kalau gitu sarapan yuk kak, Gita udah siapin sarapan" kataku lembut


"KALAU SAYA BILANG GAK, BERARTI GAK KAMU INI PUNYA TELINGA GAK SIH" teriaknya membuatku kaget. Dia pun mengambil tas nya dan pergi begitu saja tanpa menoleh kearahku


"Apa salahku kak Arland, sehingga kamu membentakku" ucapku lirih membiarkan air mataku menetes keluar begitu saja


Setelah sampai di sekolah, aku pergi menuju ke ruang osis, memberikan bekal untuk kak Arland. Bukan bertemu kak Arland, tapi aku bertemu dengan kak Joey


"Gita kesini mau nganterin bekal buat kak Arland kak. Kak Arland ada gak?" Tanyaku


"Arland lagi ke toilet sebentar. Tunggu aja disini, nanti dia balik lagi. Kakak kekelas dulu ya" katanya


"Iya kak" kataku dan kak Joey pun pergi ke kelas nya. Tak lama kemudian kak Arland datang


"Ngapain kamu kesini?" Tanya kak Arland dengan ekspresi datar

__ADS_1


"G-gita kesini mau nganterin bekal buat kak Arland. Karena tadi kakak belum sarapan" jawabku gugup


"Taruh saja di meja" jawabnya sambil berjalan ke arah meja tanpa melihatku. Lalu aku menaruh kotak makan ke meja


"Ya sudah kak, kalau gitu Gita mau ke kelas" kataku. Setelah berbalik belum dua langkah aku jalan, tangan kak Arland menarikku dan memelukku erat


"Maaf karena tadi membentak mu dan pergi gitu aja. Itu karena tadi aku dapat telfon dari Joey, untuk rapat osis" lirihnya


"Gak apa-apa kak. Gita ngerti. Kalau gitu Gita ke kelas dulu kak" kataku sambil tersenyum


"Kamu udah makan?" Tanya nya pelan


"Udah kak, setelah kakak berangkat tadi, Gita udah makan" jawabku bohong


"Ya sudah kembali ke kelas sana, bentar lagi bel" katanya


"Iya kak. Kalau gitu Gita mau kekelas dulu" pamitku. Belum sempat aku berjalan kak Arland memegang tanganku lagi


"Ada apa kak?" Tanyaku


"Beginikah dirimu sebagai istri, tidak pamit pada suami" katanya dengan sedikit emosi

__ADS_1


"Hehehe maaf kak lupa" kataku. Lalu aku mencium punggung telapak tangan kak Arland dan dia pun mencium keningku lalu aku pergi kekelas dengan wajah yang sudah seperti kepiting rebus


__ADS_2